SILAHKAN ADD FB: ainuamri2@gmail.com

March 11, 2009

kumpulan sms cinta - sms romantis - sms tausiyah

================================================

“Sebelum engkau bergelar syuhada tetaplah bertahan dan bersiap siagalah! )|(”

==========================

Dari semua muslim yang ada, hanya sedikit yang sadar. dari sedikit yang sadar itu, lebih sedikit lagi yang berdakwah, dari yang berdakwah itu, lebih sedikit lagi yang berjuang. dan dari sedikit yang berjuang lebih sedikit lagi yang bersabar. dan dari yang bersabar itu, lebih sedikit lagi yang sampai pada akhir perjalanan

=============================

“” Ya Allah…. Tenangkanlah pikiranku sabarkanlah langkahku…Tetapkan lah hatiku dalam mengharap Ridho_Mu, demi tegaknya Agama_Mu “”

==============================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

=============================

“you have deep feelings for someone, so why fight them? act on your desires instead of running from them you may not get the result you wanted,but at least you won’t be left wondering what could have been -NN-”

=============================

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya ujian/musibah yang menimpamu.(HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)”

============================

“”fOrGive mE,i LoVe hiM,i FoNd hiM.. “hE wHo nEvEr aSk aNythiNg abOut mY dEePeSt fEeLing.. “hE wHo nEvEr tRy tO uNdErstAnd aBouT mE.. “hE wHo tAkE mY dReAms aWay.. “hE wHo aLwaYs mAke mE thiNk aBouT hiM.. AND HE IS YOU….””

================================

Sesungguhnya seorang mukmin adalah penanggungjawab atas dirinya karena hendaknya ia senantiasa mengintrospeksi diri karena Allah semata

Adalah hisab di yaumil qiyamah nanti akan terasa lebih ringan bagi suatu kaum yang terbiasa mengintrospeksi diri mereka selama masih didunia, dan sungguh hisab tersebut akan menjadi perkara yang sangat memberatkan bagi kaum yang menjadikan masalah ini sesuatu yang tidak diperhitungkan

Sesungguhnya seorang mukmin adalah suatu kaum yang berpegang teguh kepada alquran dan memaksa amalan-amalannya agar sesuai dengan alquran serta berpaling dari hal-hal yang membahagiakan mereka.

Sesungguhnya seorang mukmin didunia ini bagaikan tawanan yang selalu berusaha untuk terlepas dari perbudakan. Dia tidak merasa aman dari sesuatupun hingga dia menghadap Allah karena dirinya mengetahui akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu.

Seorang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia memiliki penasihat dari dalam dirinya sendiri.

(Mawa’izh lil Imam Al hasan Al bashri)

======================================

Ibnu Wahb (wafat th. 197 H) rahimahullaah berkata, “Aku mendengar Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah berkata, ‘Kebaikan di dunia adalah rizki yang baik dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah Surga.’” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/230, no. 254))

====================================

“jGn juAl ni’mat akhirat QiTa,,jk hny uTk mNdpTkn dUniA,, aRtinYa dunia ini gK aDa aPa2ny bilA diBanDinGkn jAnJi ALLAH uTk Qt jK qT mnGejaR ktaQwaan kpd-Nya. ssunGGuhnya ALLAH tdk pRnah meNginGkari jANji & Maha menepati janji.”

===================================

“BERUSAHALAH AGAR UMAT INI LAYAK DI TOLONG OLEH ALLAH. DAN TIDAK AKAN DATANG PERTOLONGAN ALLAH, KECUALI KITA KEMBALI KE AGAMA KITA DENGAN SEBENAR-BENARNYA”

==================================

Ya Allah..
jadikanlah kami berteman hanya karena ridho-Mu
yang saling menyayangi
yang saling menghormati
yang saling mengerti
yang saling berbagi
yang saling menghibur di kala duka
mengingatkan di kala bahagia
mendo’akan dalam kebaikan,dalam kearifan,serta saling menyempurnakan dalam ketaqwaan
amiin ya Robbal’alamiin..

===============================

“Ohh ALLAH bless us with Al-Qur’an, Make it our leader our light our guide and blessing.. ALLAH..remind us of what we forget ‘n teach us, what we don’t know ohh My beloved ALLAH, do Al-Qur’an has our reading all night and all day,..”

==============================

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat

==============================

Berusaha mencari jalan kembali.. Setelah jauh melangkah.. Meski harus tertatih..

============================

Dan sabarkanlah dirimu untuk selalu bersama dengan orang-orang yang menyeru kepada Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kamu palingkan kedua matamu dari mereka karena mengharap perhiasan kehidupan dunia.._18:28

===========================

Umar bin Khaththab ra berkata:” Hisablah dirimu sebelum dihisab! Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang! Sesungguhnya berintrospeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan daripada hisab di hari kemudian. Begitu juga dg hari ‘aradl

==============================

“Semua yang ada dalam hidup AKU adalah anugrah terindah yang pernah ALLAH berikan buat AKU dan belum tentu semua orang dapat merasakan indahnya jaln hidup Q”

============================

“Setetes air mata cinta ini, hanya untuk mu yang telah aku mencintainya karena Alloh. Arti cinta yang sesungguhnya hanyalah pada Dia yang telah memberikan rasa cinta pada hati ini, Alloh Azza Wajalla semata.”

==============================

“Waktu terus bergulir… Dunia melangkah pergi, Akhirat kian menghampiri, dan kematian sewaktu-waktu menjemput.. Sungguh beruntung pribadi yang memanfaatkan waktunya untuk selalu beramal shalih…”

===============================

kesedihan bisa mempengaruhi suasana hati,tapi ketahuilah hati akan bersinar bila dirundung kesedihan karena meratapi habisnya umur dengan mengisi kehidupan di dunia yang tidak bermanfaat. sahabatku, bangkitkan diri kita untuk istiqamah taat pada perintah ALLAH SWT.

=============================

Hubaib berkata pada sahabatnya pada malam hari : “Bangunlah sahabatku!! Karena perjalanan kita masih panjang, sementara bekal kita hanya sedikit. Sedangkan orang2 sholih sudah berjalanmeninggalkan kita, sementara kita masih di sini.

Mufadhdhol ibn Yunus ketika pagi tiba ia berkata : “Genap sudah semalam umurku. Satu malam dari umurku sudah berlalu, sedangkan aku belum berbuat apa2 untuk diriku, akankah siang ini berlalu begitu saja???

============================

dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan kekal. _Thaahaa:131

===========================

1 pohöN bs jd HuTAN.

1 seNyumaN bs jd /HATiAN.

1 seNtuhAN bs jd Hal yg TAk TrlupAkAN

1 orANg sprTimu
bs jd rebutAN
==========================

“Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, carilah kekayaan di dalam pernikahan, karena Allah berfirman “jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dari karunia-Nya (An-Nur:32)””

===========================

“Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku”(Q.S. Adz-Dzaariyat ayat 56)

========================

“Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Dan aku (Rasulullah) adalah sebaik-baik Salaf bagimu.” (H.R Muslim)

“Tidaklah menjadi baik akhir umat ini, melainkan dengan apa yang telah memperbaiki dengannya generasi pertama umat ini. Maka setiap apa yang pada hari itu (zaman shahabat) tidak dikatakan sebagai agama, maka tidak pula hari ini (zaman sekarang) dikatakan sebagai agama.”

Ulama kita terdahulu selalu mengatakan : “Berpegang dengan Assunnah adalah keselamatan.” (Al-Lalikai 1/94 no.136)

Adalah mengagumkan ada seseorang pada hari ini yang mendakwahkan As-Sunnah . Dan lebih mengagumkan lagi adalah orang yang menerima dakwah As-Sunnah. (Irsyadus Sari Fi Syarhis Sunnah lil Barbahari,hal 248)

Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.

=============================

“”ketahuilah bahwa musuh tauhid a/ orang yg punya ilmu,pandai berdalil&pandai bicara. akan tetapi 1 orang awam yg mengerti tauhid akan mampu mengalahkan sekian banyak tokoh ahli syirik.” (syaikhul islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab)”

============================

Hati yg bersih akan peka terhadap ilmu. apapun yg dilihat, didengar, dan dirasa akan menjadi samudera ilmu yg membuatnya kian bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini…

Salam Ukhuwah …

Barang siapa yg menjadikan akhirat sebagai harapanya Allah memberikan kepuasn dalam hatinya, menghimpunkan segala impiannya, dan dunia pun akan mendatanginya dengan merunduk… ( HR.Tarmidzi)

=============================

Mari ngaji Islam dengan manhaj Salaf…..

Kenapa ? Karena Islam lebih difahami dengan benar oleh mereka para Sahabat, kemudian generasi setelahnya (Tabi’in) dan kemudian generasi setelahnya (Tabi’ut Tabi’in). Jadi menimba ilmu dari mereka para Salafus Sholih adalah The Best Choice….

Para Salaful Ummah (ummat terdahulu) lebih mengerti dan lebih faham tentang Agama ini karena mereka lebih dekat kurun waktunya dengan Rasulullah SAW dan Rasul pun menyebut kurun mereka dengan : sebaik-baik kurun (sebaik-baiknnya generasi)

Jadi berusaha untuk belajar dan mendalami Islam dari para Salafus Sholih adalah salah satu bentuk Jihad yang Utama.

======================================

“Barangsiapa yang dihendaki Allah kebaikan,maka Allah berikan pemahaman kepadanya dalam urusan agama.”(Muttafaqun’alaihi)

“begitu banyak orang yang menyeru agar bertakwa kepada Allah ta’ala namun begitu sediktnya yang melakukannya”

Ku hanya bisa kasih nasehat tuk semua saudaraku dan diriku sendiri bahwa,

bertakwalah kepada Allah ta’ala,
Janganlah melihat besar kecilnya dosa dan kedurhakaan,…
tapi lihatlah siapa dan keagungan Dzat yang kita durhakai…
Dan..
Senantiasa berhati2lah mengarungi kehidupan ini
yg penuh ranjau yg menggiring seorang insan menuju lembah kehancuran baik dunia maupun akhirat
krn syeitan dan bala tentaranya tak akan pernah putus asa menggoda anak adam sampai ia menjadi teman bagi dia di dalam api neraka…

Bertobatlah dengan sejujurnya kepadaNYA….
Ketika pintu-pintu telah ditutup,
ketuklah pintu sang pencipta
yang senantiasa menyambut keluhan dan doa seorang hamba, ketahuilah..
seandainya Allah ta’ala mengabulkan semua permohonan semua makhluknya maka tidak akan mengurangi kekayaan Allah ta’ala sedikitpun.

Dialah yang Maha Kaya…

http://profiles.friendster.com/37707749
=================================

““Seseorang akan terhalang untuk memperoleh rezeki karena dosa-dosa yang ditanggungnya” (Shahih Ibnu Majah, hadits hasan, nomor 3248)”

============================

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadiid : 20)

============================

“ASSLMLKM,kulon nuwon,punten,mangga, semoga dengan ini kita dapat pererat tali silaturahmi diantara umat muslimin wal muslimat,kita hancurkan setiap kaum kafir laknattullah hingga tak ada kata didunia ini selain kalimat tayyibah.”

============================

“Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.”

=========================

betapa durhakanya seorang manusia, ia tak bermaksiat ketika bersama manusia namun terang-terangan melakukannya ketika bersama Rabb-Nya

==========================

“ketentraman dan hidayah… keduanya adalah mata air kebahagiaan…”

===========================

“Satukan ummat di atas al qur’an dan as sunnah yang shohih dengan pemahaman salafus sholih.”

===========================

Rasulullah bersabda “Akan ada sekelompok dari umatku yang akan menghalalkan (padahal hukum asalnya HARAM) zina, khamr, sutra, dan musik (HR.Bukhari)

==============================

“(ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” ( Al-Furqan : 63 ) “ Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” ( Al Furqan : 63)”

===============================

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\ — AW

=========================

Berbicara cinta sejati, ketahuilah sesungguhnya segala ni’mat ini adalah dari Allah SWT, termasuk ni’mat mencintai lawan jenis, untuk itu gunakanlah bingkai yang dibenarkan oleh syariat, dan bingkai itu adalah pernikahan. Itulah sunnah yang sesungguhnya,

===============================

Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” Tafsir Al-qurthubi, 13/206

==============================

IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA!JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN!

Sunnah itu bagaikan bahtera nabi nuh.Barangsiapa mengendarainya niscaya dia selamat dan barangsiapa terlambat dari bahtera tersebut maka dia akan tenggelam……
…….!
Oleh sebab itu Ibnul Qayyim mengatakan di dalam sebuah kitabnya, “Asas segala kebaikan adalah pengetahuan yang kamu miliki bahwa apa pun yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Allah inginkan tidak akan terjadi. Dengan demikian maka pastilah bahwasanya segala kebaikan adalah berkat dari nikmat-Nya, sehingga kamu pun wajib mensyukurinya dan merendahkan diri untuk memohon kepada-Nya agar Dia tidak memutus kenikmatan itu darimu. Dan juga menjadi terang bahwasanya segala keburukan itu timbul akibat tidak mendapatkan bantuan dari-Nya dan tertimpa hukuman-Nya. Oleh sebab itu segeralah kamu memohon kepada-Nya agar Dia menghalangimu supaya tidak terperosok ke sana. Dan juga mintalah kepada-Nya agar tidak membiarkan dirimu sendirian dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan kejelekan. Semua orang yang mengenal Allah pun telah sepakat bahwa segala kebaikan maka sumbernya adalah karena taufik dari Allah kepada hamba. Dan mereka pun sepakat bahwa segala keburukan merupakan akibat hamba tidak mendapatkan pertolongan dari-Nya…” (Al Fawa’id, hal. 94).

===============================

===========================

 

“Dari Imran ibnu Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sifat malu tidaklah mendatangkan kecuali sesuatu yang baik.” (HR. Al-Bukhari no. 5652 Muslim no. 53)”

http://profiles.friendster.com/28542234

===============

“Ingatlah bahwa salah satu sifat muslim sejati adalah bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat.Subhanallah.. …”

http://profiles.friendster.com/29792576

====================

““Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”

============================

“saudaraku seIslam di Indonesia..disini kami ditembaki peluru, rumah kami diledakkan, ayahku sengaja ditembak dikepalanya, adikku dizinahi oleh tentara kafir laknatullah itu.., apakah kamu disana sedang bersenang senang ? aku tunggu jawabanmu”

http://profiles.friendster.com/29514909

==========================

“”Ya Robbii, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi Karunia” ( QS. Ali ‘Imron : 8)

http://profiles.friendster.com/30048519

=======================

“ambil pelita yang menerangi bukan api yang membakar”

http://profiles.friendster.com/30472558

===========================

“”sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian ( al hujurat:13)”

http://profiles.friendster.com/31604071

========================

wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..)

======================

“Iman seseoRang dapat naik dan dapat turun. jaGaLAh imAn kita agar seLALu baGus!!!”

http://profiles.friendster.com/31871367

===================

“jENgGoT yES!!! iSbaL No!!!”

======================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

http://profiles.friendster.com/31234572

=====================

Keberuntungan ialah bertemunya persiapan dengan kesempatan

========================

“jlnilah hidup ini penuh dgn takwa&tawakal wahai manusia, karena bumi ini hanya titipan ALLAH SWT semata. Jihad fi Sabilillah dgn keridhoan ALLAH SWT dimuka bumi ini,jgn ada p’pecahan shg b’cerai berai antar saudara muslim.

http://profiles.friendster.com/33834873

======================

“Ya Allah tunjukkanlah kebenaran kepada orang-orang yang tersesat itu . . . Amin”

=====================

“jangan pernah mengeluh atas apa yg terjadi,,tp berpikirlah untuk merubah n menikmati yg sedang terjadi….”

http://profiles.friendster.com/33563188

==========================

“Friends are : Those who think and care about u…when u r far away from them”

=======================

==========================

 

“bukan dari tulang ubun ia dicipta sebab bahaya menjadikanya dalam sanjung dan puja, tak juga dari tulang kaki sebab nista menjadikannya diinjak dan diperbudak..tapi dari tulang rusuk kiri..dekat ke hati untuk dicintai dekat ke lengan untuk dilindungi”

==============================

“Have the courage to try it and then have the faith to believe.. you can do it!!”

============================

“Semua OraNg IngIn MeNjaDi SemPurNa…Tapi MeNjadi SempurNa Itu MELELAHKAN!!!!!!!!! Hanya deNgan BersYukur atas Apa YaNg TeLah DiaNugerahKan pada Diri QtLah… Qt Bisa Mencapai KesemPurNaan…=)”

==========================

“” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? ” Al-Ankabut [29:2]“

==========================

““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

==========================

“” Untungnya orang mukmin, semakin banyak masalah, semakin mustajab doanya, bukan perjuangan tanpa kesulitan, tapi dalam kesulitan ada ketenangan, memugar kekuatan.. kita tidak sendirian..”

=======================

“Biar semua berjalan alami. Hingga kita rasa bosan. Lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita ke dunia baru, dan mendewasakan diri ini…”

http://profiles.friendster.com/user.php?uid=31234572

==========================

“”Lidah yg kenal akan Tuhannya.. tak sempat dia melukai makhluq Tuhannya dan membangga2kan manusia yang ditempelinya.. Otak yang tahu siapa Tuhannya.. tak sempat dia memikirkan cara m’jatuhkn org lain dan memulia2kn tmpurung yang ditumpanginya..”"

http://profiles.friendster.com/user.php?uid=69349868

============================

Assalamu’alaykum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh Segala Puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin, Salawat dan Salam semoga tercurah pada Rasulullah, istri-istrinya dan Ahlul Baitnya serta sahabat dan pengikutnya yang istiqomah hingga Hari Yang Ditentukan”

===========================

“jadilah engkau makhluk yang kucintai hingga akhirat nanti….”

=====================

““Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau (musafir) yang melalui suatu jalan.” (HR. al-Bukhari)”

=======================

“Dunia t`bagi manjadi 3 hari saja. Pertama, hari kemarin, sudah kita lalui dengan segala apa yg terjadi dan tdk bisa terulang kembali. Kedua, esok hari, yg mungkin tdk akan kita temui. Ketiga, hari ini, milik kita. Kerjakanlah sesuatu yang kita mampu”

=====================

“kesederhanaan membawa kewibawaan, kesombongan menjadikan kepenatan dan kehinaan…adigang, adigung, adiguno.”

http://profiles.friendster.com/10310098

=========================

“Bila kamu mampu berbuat demi Allah dengan ridha dalam keyakinan, maka lakukanlah. Dan bila kamu tidak mampu, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap sesuatu yang kamu benci terdapat banyak kebaikan…

http://profiles.friendster.com/12899248

===============================

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR. Muslim no. 7126)”

==========================

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR. Muslim no. 7126)”

============================\

“”Barang siapa yang bersyukur kepada KU niscaya akan kutambah nikmatnya…”"

========================

“Salam Ukhuwah… Perjuangan memerlukan keikhlasan.. ISLAM pasti bangkit…TAKBIR!!!! …4UI AKBAR!!!”

=====================

“Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan Anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri”

=======================

“Sungguh, berhati-hatilah terhadap segala pujian atau sanjungan. Terlebih lagi jika pujian itu diucapkan di depan banyak orang. Di balik pujian itu, tersembunyi sebilah pedang yang bisa memenggal leher orang yang gemar dipuji.”

http://profiles.friendster.com/13562955

============================

“T’senyumlah..dan sebarkan kebahagiaan dlm hatimu.. Lakukanlah tanggungjawabmu dg lapang dada..tanpa keluh kesah.. Ihrisiy! Ishbiriy! Laa ta’jaziy!!!”
http://profiles.friendster.com/13180662

============================

“Teman seribu masih sedikit. Musuh satu kebanyakan (Ali r.a). Ingat!! senyum, salam, sapa.”

============================

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon cinta kepada-Mu dan orang-orang yang mencintaimu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada Cinta-Mu Ya Allah hidupkanlah hatiku dengan Cintamu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti yang engkau Cintai dan Ridhoi”

=====================

“emas tak akan ada harganya bila disandingkan dengan cinta..”

======================

“HAYALAN YG TERBAIK IALAH INGAT DOSA DAN TAUBAT”

============================

“Tiada hal yang terindah, selain mendengar suara murattal Alquran. <-> Mendukung pembubaran Ahmadiyah”

=========================

“yesterday is yesterday… today is a gift… tomorrow is a mystery…”

=========================

“Petunjuk itu milik Allah. Barang siapa yang di beri petunjuk, maka tidak ada sesiapapun yang akan dapat memberi kesesatan padanya. Dan barangsiapa yang di sesatkan olehNya, maka tidak ada sesiapapun yang akan dapat memberinya petunjuk”

http://profiles.friendster.com/79725269

======================

“Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu berwasiat: ‘Dunia akan pergi berlalu, dan akhirat akan datang menjelang, dan keduanya mempunyai anak-anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia..’(HR. Al-Bukhari)”

http://profiles.friendster.com/17395040

======================

“”When I look at you, I can’t deny there is a God, cause only God could have created someone as wonderful and beautiful as you.”"

http://profiles.friendster.com/17742699

==================

“Allah adlh tujuan q,Muhammad adlh utusan Allah,Al-quran pedoman q,mati di jalan Allah adlh cita2 q لاعزّة الاّ بالجهاد!!!!!”

===================

“ya Alloh smoga engkau tidak menghukumku karena apa yg mereka katakan.Ampunilah aku atas apa yg mereka tidak ketahui.Dan jadikanlah aku lebih baik dari pada yg mereka perkirakan.HR.bukhori…”

=====================

“”sesuatu yg tdk klhtn it bkn berarti dy tdk ad. biarlah dy ttp tersmbunyi n bersemayam dsna. krn suatu saat dy akn mncl d saat yg tpt.”"

http://profiles.friendster.com/17259129

=====================

““Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.””

====================

“Jika kau mendidik seorang laki2 maka kau hanya mendidik seorang manusia, Jika kau mendidik seorang wanita maka kau telah mendidik seluruh manusia. SUBHANALLAH..”

=====================

“An Abu Huroiroh, Rasululloh bersabda “Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Bukhory)”

========================

“”Dan bertaubatlah kalian semua orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.”(An-Nuur: 31)”

======================

“nuntut ilmu kuliah aj bisa serius, jd nuntut ilmu agama yg lbh penting harusny bisa merasa lebih haus lagi..”

http://profiles.friendster.com/18851662

=========================

ya Rabb..aku berlindung kepadamu dari kejelekan jiwaku, dari kejelekan amal perbuatan-ku, dan hanya kepadaMu lah aku akan dikembalikan”

=================

“”Libas jadiid, wa ‘isy hamiid, wa mut syahiid” (berpakaianlah yang baru, hiduplah yang terpuji dan matilah dalam keadaan syahid)”

=====================

“”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Al Luqman: 13)”

========================

orang yang paling bebas di dunia,bahagia,ringan ,kuat,tinggi derajatnya diantara manusia,ahlussunnah yang luas ilmunya dan mengamalkannya secara keseluruhan sehingga bertakwa pada Allah ‘Azza wa Jalla dan mentauhidkan-Nya,kuj amin omongan ini.”
http://profiles.friendster.com/19332763

=======================

“Barangsiapa yang berjalan yang menuntut ilmu syar’I, Alloh akan mudahkan jalannya ke surga”

========================

“”karena itu aku pesan kepadamu bagaimanapun cintailah negara ini, sebab negara ini bukan hasil daripada perjuangan 1 atau 2 hari , bukan hasil perjuangan yang enteng TIDAK, tetapi dengan pengorbanan-pengorba nan, sekali lagi dengan pengorbanan!!!”"

======================

“Amat merugi apabila matahari terbit sedang aku tidak menambah ilmu.”

========================

“hold d`Qur’an n Sunnah propet Muhammad SAW&shahabah`s thought tightly. Don’t b blind with fanatician of ulama’.Check ur reading book with atsar shahabah n books from great imams, like imam bukhori,muslim,ahmad ,abdullah bin mubarok (tabi’in).”

http://profiles.friendster.com/20589890

=====================

“Ibnu Al-Mu’taz: “Tinggalkanlah dosa-dosa, yang kecil maupun yang besar, karena itulah takwa. Berlakulah seperti pejalan pada tanah berduri;ia hati-hati terhadap apa yang dilihatnya. Jangan meremehkan hal kecil. Sesungguhnya gunung itu asalnya kerikil”

http://profiles.friendster.com/20224689

================================================================

 

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun pakaian kalian telah usang akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr,1/52]

==================================

======================

Dunia fana penuh cinta semu Apa dicinta kan berpisah darimu Walau t’lah lama bersatu Seiring bergulirnya waktu Dunia fana kosong cinta sejati Cinta kepada Yang Mahasuci Menghunjam dalam di lubuk hati Tetap abadi di hati yang suci

================================

“Jika aku jatuh cinta.. Cintakanlah wahai Allah pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu.. Agar bertambah kekuatan untuk mencintai-Mu.. Dan jagalah cintaku padanya.. Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.. Amiin..”

====================================

“Allah itu Tujuan kami… Rasulullah tauladan kami., Alquran Undang2 kami.. Jihad itu jalan hDp kami… Mati d Jalan Allah Cita2 kami t’Tinggi..”

====================

“Hidup itu atas khendak yg MahaMenghidupkan..Hi dup itu tiada hidup tanpa mnghidupi khendak yg MahaMenghidupkn..Hid uplah dlm khdpn para pnghidup khendak YgMahaMnghidupkan..H iduplah hidupmu dmi khidupan di hr yg akn di hidupkn oleh Yg Maha Menghdupkan..”

========================

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh.”

===========================

“”Aku tidak akan keberatan bila aku terbunuh sebagai seorang muslim, dan kematianku hanya untuk Allah semata, dan jika Allah mengijinkan, Dia akan memberkahi badanku bilapun hancur berkeping-keping..””

==============================

“~~~Segalanya adalah pinjaman daripada Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani… Jika sudah tiba masanya kenikmatan itu ditarik semula maka redha dan bersangka baiklah terhadap Allah S.W.T.~~~ Disebalik kepahitan itu pasti akan ada kemanisannya…(,”

==========================

“Smile..laugh..and be happy!! Coz a brand new day has come… The rainbow has appeared after the violent storm, the flowers has bloom after the freezing winter, and the wounded heart has healed after it broken.”

===========================

“Orang yg sukses adlh mereka yg berhasil mengenali, menggali, & memompa seluruh potensi Diri, shg mampu menggagas karya2 & ide2 terbaik demi kemaslahatan Ummat.. Salam Ukhuwah dan Silaturahim… Keep Hamasah !!!”
===============================

“”Telah dkat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka,sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling(darinya)” (QS Al Anbiyá;1)”

=============================

“Always welcome the new morning with a new spirit, a smile on u’r face, love in u’r heart n good thoughts in u’r mind.. “Sebaik-baik manusia adalah yg paling bermanfaat bagi manusia lainnya (HR Bukhari-Muslim)””

=======================

“BukaN Tali AtaU CinCiN PeNGiKaT, BuKaN MemoRY YanG KuKeNanG,HanYa KeLeMbuTaN KaTa CiNtA DaN JaNjI SetIaMu,MeNeGUkaN HaTiKu HanYa UnTuKMU, KuSaYaNG PaDaMu KaRNa ♥♥♥ ALLAH SWT ♥♥♥”

============================

……………………………………………………………………………………………………………..

Cantikku, jika cintaku padamu adalah cinta buta, campakkan aku dengan kata-kata terketus yang bisa kau ucapkan.

Cantikku, jika cintaku padamu menjauhkan aku dari Alloh maka hinakan aku dengan hinaan yang paling hina yang bisa kau lontarkan.

Cantikku, jika cintaku padamu tidak bisa membawamu pada perbaikan kualitas diri maka tutuplah hatimu untukku serapat mungkin yang kau bisa.

Namun………….

Jika cintaku karena pengabdianku pada Alloh

Jika cintaku karena ingin membawamu pada kedekatan dengan Alloh

Jika cintaku karena ingin menjadikan dirimu sebagai bidadariku kelak di hari nanti

Jangan kau palingkan wajahmu,

Jangan kau tutup hatimu,

Jangan kau campakkan diriku

Karena walaupun kualitas cintaku belum sempurna namun kala dekatmu hasrat menyempurnakan rasa cinta senantiasa ada.

Cantikku ……..

Aku cinta padamu.

Dedicated to : my pretty swetty little angel.

sumber:

http://beranibaca.wordpress.com/2008/09/17/jatuh-cinta-dan-cinta/

by arie prasetya

==================================

“¤¤¤ hidup tak akan berarti tanpa petunjuk dan bimbingan dari sang pencipta ¤¤¤”

========================

“Senantiasalah tersenyum karena segala sesuatunya begitu bermakna… ^_^”

=========================

“Ya Allah, jadikan hati ini sebagai hati yang senantiasa bersyukur kepadaMu dan bergetar ketika namaMu di-sebut2 dan kebesaranMu di-Agung2kan…”

===========================

“..pada akhirnya, yang akan kita ingat bukanlah kata-kata musuh kita. melainkan diamnya sahabat kita..”

===========================

“Seperti kita semua, setiap pejuang adalah anak zaman. Tetapi mereka menguak celah dinding sejarah, tepat di saat matahari meninggi. Dan peradaban pun menjadi lebih cerah ^_^”

============================

Al-Imam Ibnu Qayyim berkata dalam Al-Fawaid : “Carilah hatimu ditiga tempat yakni : 1) ketika membaca Al-Qur’an 2) Ketika berada dalam Majlis Ilmu/Zikir 3) Pada saat menyendiri (khulwah).. Jika tidak menemukannya dalam 3 tempat tersebut.. maka mintalah kepada Allah supaya memberikan hati, karena sesungguhnya diri kita tidak memiliki hati”

===============================

“Mencari syurga tanpa amalan adalah 1 dOsa daripada segala dOsa”

“Tanda faham hakikat ilmu ialah meninggalkan memperhatikan pahala suatu amalan,bukan meninggalkan amalan”

“Siapa yang menyangka tanpa usaha bOleh masuk syurga maka Orang itu hanya berangan-angan sahaja,dan siapa yang menyangka dengan usahanya dia dapat masuk syurga maka Orang itu telah merasa lebih kaya daripada rahmat ALLAH”

“Orang yang bijak ialah Orang yang sentiasa menghitung dirinya dan beramal untuk kehidupan sesudah matinya. Dan Orang bOdOh ialah Orang yang selalu memperturutkan kehendak nafsunya dan hanya banyak berangan-angan untuk mendapat kemurahan ALLAH TAALA”

=====================================

Cintaku begitu Menyiksaku. Betapa sulit Aq Melepasmu walau Kutahu Km Slalu Menyakiti Hatiku”

==========================

“”ALLAH is my LORD. Prophet Muhammad PBUH is his Messenger. JIHAD is my WAY. SHAHADAT is my LIFE. Allahu Akbar !!! LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADARRASULULLAH”

=============================

Demi ALLAH,
Aku tak tahu apa
harus kukecam
hawa nafsuku,
Atas cinta
Atau mataku yg
menggoda, ataukAh hati ini.

Jika kukecam hati, ia berkata:
” Gara - gara mata yg memandang! ” Dan jika kuhardik mata, ia berdalih:
“Ini kesalahan hati!”

Mata dan hati telah dialiri darah,
Maka wahai Ya Robbi, jadilah Penolongku atas mata & hati ini.

=================================

“Azab yang paling ringan di neraka pada hri kiamat ialah 2 butir bara api di kedua telapak kaki yang dapat merebus otak. (HR. Tirmidzi)”

==========================

“Segala musibah baik berupa kesenangan maupun yang menyusahkan bagi Qta adalah hal yang tebaik yang diberikan Allah pd Qta agar Qta menjadi manusia yang lebih baik lagi dan siap untuk menghadapi segala tantangan hidup

==========================

“”Jalan dakwah ini tidak mudah, berbagai macam rintangan dan cobaan akan selalu menanti di hadapan kita. Persiapkan Ruhiyah kita, Fikriyah dan Jasadiyah kita. KEEP FIGHT!!!!Allahuakbar”

======================

“sukses bagiku adl jika aq selalu berpikir,berbuat dan berusaha bagaimana hari ini bs lbh baik dr hr kemarin dan hari esok hrs lbh baik dari hri ini,terutama dlm hub terhdp sang khalik sehingga bisa diaplikasikan dlm kehidupan”

=========================

Ya Allah, dimana lagikah dapat aku temui cinta sejati kecuali pada cintaMu. kemana lagikah hati ini harus berlabuh kecuali pada kasihMu. jadikan hati yang lemah ini ya Allah, tertambat kukuh hanya pada Mu.
Aku mohon Ridha atas segenap keputusanMu
Kesejukan setelah matiku
kenikmatan memandang wajahMu
dan kerinduan untuk berjumpa denganMu
Ampuni diri yang tak berharga ini ya Allah
penuhilah kehinaanya dengan keindahan magfirahMu

Ni’mah

===========================

Hai saudara-saudaraku umat muslim, mari kita kuatkan barisan kita. Kita tingkatkan keimanan kita. Kita tegakkan kalimat Allah dimuka bumi ini. Insya Allah, kita akan mendapat ridha-Nya.

Allahuakbar!!

agungx_ikhwan@yahoo.com

===========================

jangan pernah mengaku cinta bila kau mendusta,jangan pernah ucapkan janji bila kau ingkari,dan jangan pernah kau lukai hati seorang wanita karna hanya akan membuat luka dalam jiwa…!!!!!!!!

either_clor@yahoo.co.id

===========================

Sehari tanpamu hatiku resah, aku telah jatuh hati kepadamu dan tak kan bisa melupakanmu, apalagi lembut belaianmu : LUX PILIHANKU.

RENNY@YAHOO.COM

=========================

“Alangkah tingginya kualitas Cinta Insan Kepada Alloh SWT apabila Cinta kepada Nya melebihi cinta kepada apapun seperti cinta Qois kepada Laila”

======================

“”When I look at you, I can’t deny there is a God, cause only God could have created someone as wonderful and beautiful as you.””

=====================

ya ALLAH………
jagalah saudari ku…….
dikala penjagaanku tak sampai padanya.
sayangi ia………
dikala rasa sayangku tak mampu
merengkuhnya dalam dekapan yang nyata.
muliakan ia……..
dikala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja
karena KAU punya yang ku tak punya.
semoga kami dapat bertemu nanti disurgaMU, amin.

===============================

“Ciptakan Kebahagiaan Serta Kesuksesan dalam hidup ini dengan kata-kata ini”…

- GANTI KATA-KATA “SAYA TIDAK BISA” MENJADI “SAYA BELUM BISA”

- GANTI KATA-KATA “ANDAIKAN SAYA” MENJADI “KETIKA SAYA”

- GANTI KATA-KATA “SAYA AKAN MENCOBANYA” MENJADI “SAYA AKAN MELAKUKANNYA”

- GANTI KATA-KATA “INI AKAN JADI MASALAH” MENJADI “INI AKAN JADI TANTANGAN”

- GANTI KATA-KATA “SAYA TIDAK TAHU” MENJADI “SAYA AKAN TAHU”

KITA RAIH SUKSES ITU DENGAN SEMANGAT..BE A STRONGER MOESLIM

=============================

NASIHAT SALAF :

“Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)

===============================

___________________

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

http://profiles.friendster.com/75239899

=================================
“”Nani Ga Atte Mo Omae No Shinjiru Michi O Yuke, Omae No Kako O Ukate Iru… (Apapun Yang Terjadi Melangkahlah Menuju Jalan Yang Kau Percayai, Dan Terimalah Masa Lalumu…)””

http://profiles.friendster.com/28421204

========================

“Orang yg sukses adlh mereka yg berhasil mengenali, menggali, & memompa seluruh potensi Diri, shg mampu menggagas karya2 & ide2 terbaik demi kemaslahatan Ummat.. Salam Ukhuwah dan Silaturahim… Keep Hamasah !!!”

http://profiles.friendster.com/22595039

============================

“Jujur,istiqomah di atas sunnah itu susah, banyak sekali hambatannya, rintangannya,.tapi tolong slalu bantu aku Ya Alloh..semoga ku bisa istiqomah selalu di atas manhaj salaf yg mulia ini hingga akhir hayatku..Ampuni diri ini yg masih sangat jahil….”

http://profiles.friendster.com/27565462

=============================

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya ujian/musibah yang menimpamu.(HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)”

===============================

“belum terlambat, memilih bukan sok pilih. Ada baiknya meneliti siapa yang menjadi sahabat, pandai menjaga belum tentu konsisten dengan keadaan. BERSAMA MERENUNGKAN!!!!!”

=========================

“diDaLAM kEhIdUpAN iNI qtA PaSti MemPuNyAi iMpIaN tetAPi tAk S’LalU tErJadI tErkAdANg SaAt Aq MeRaSA iMPiAn itU diAMbANg NYATA…SaNg WaktU MeMbUAtkU tErJaGA dAn dISaAt ENgkAu PeRgI kU RaSA hAtIkU ReMUk RedAM,,!!!”

http://profiles.friendster.com/26804241

=============================

“Yaa 4WI teguhkanlah hatiku atas agamaMu… Yaa 4WI teguhkanlah hatiku untuk taat kepadaMu… Yaa 4WI teguhkanlah hatiku untuk da’wah kepadaMu… Yaa 4WI teguhkanlah hatiku untuk berjuang dijalanMu…”

http://profiles.friendster.com/27882899

=============================

“Ya Allah…tambahkanlah Hidayah kepada hamba.Tunjukilah hamba jalan-Mu yg Lurus.Jalan yg telah dilalui oleh generasi terbaik umat ini.”

http://profiles.friendster.com/26239104

=============================

“There are many ships, like big ships, red ships, good ships, but the best ships is FRIENDSHIPS… Terimakasih sahabatku, untuk selalu menemaniku di hari-hari yang berat ini… Thx B4… Thx 4 All..”

===============================

“Don’t Give Up!!! Because we will never know, what will happen tomorrow…”

http://profiles.friendster.com/26768399

================================

“”Hening itu berarti diam. namun hening itu tak hanya terdiam dan tak dapat melakukan sesuatu .coba pejamkan matamu,lalu lihatlah dalam batinmu,apa yang ada disekelilingmu…… ”

http://profiles.friendster.com/25373924

================================

“ya Allah, aku meminta perlindungan-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusu’, jiwa yang tidak pernah merasa puas dan do’a yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim 4/2088)”

http://profiles.friendster.com/25684633

========================

“Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, carilah kekayaan di dalam pernikahan, karena Allah berfirman “jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dari karunia-Nya (An-Nur:32)””

============================

“ikutilah orang karena kebenaran, jangan ikuti kebenaran karena orang, pelajarilah yang benar, agar engkau tau siapa yang benar”

http://profiles.friendster.com/23793187

==============================

“Bahkan sehelai daun yang jatuh ke permukaan bumi, tak lepas dari kehendak-Nya.. Maknai hidup dengan kesejukkan-Nya..”

http://profiles.friendster.com/24113623

===========================

“jadikanlah Al-qur’an sbg penawar hati…dzikir sbg penghibur hati…sholat sbg pelindung diri…dan taqwa sbg bunga dalam taman hati…”

http://profiles.friendster.com/23674339

=========================

“in the world, our hand grasp the gun, tomorrow our soul embrace each other beside Allah..”

http://profiles.friendster.com/44168742

===============================

““Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)”

http://profiles.friendster.com/22652687

=================================

“MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM ADALAH TUAN YANG SEBENARNYA DARI SEMUA MAKHLUK! MANUSIA YANG MEMERINTAH DAN MENGATUR SEMUA URUSAN BERDASARKAN SURAT ILLAHI (SYARIAT)! MANUSIA BUKAN MAKHLUK YANG TERLAKNAT DAN TERBELENGGU OLEH DOSA WARISAN!! SUBHANALLAH..”

http://profiles.friendster.com/43250041

===========================

“Barangsiapa yang melakukan amal shaleh dari kalangan laki-laki dan perempuan dan dia dalam keadaan beriman maka Kami akan memberikan kehidupan yang baik dan membalas mereka dengan ganjaran pahala yang lebih baik dikarenakan apa yang telah dilakukan”

=============================

“We must be a Pioneer to Bring ISLAM to everyone.Allah has Commanded us to Take Precautions against the Enemies, by being Prepared with Ammunitions.We should not be Grieve by the Kuffar who Rush with Haste to Disbelieve.We must Abandon the Mushrikeen!”

http://profiles.friendster.com/23890259

==============================

“Terkadang seseorang yang memiliki hati yang sakit dapat merasakan penyakitnya, namun ia tidak tahan menelan pahitnya obat penawar sehingga ia pun lebih memilih menderita penyakit untuk selamanya…(naudzub illahimindzalik)”

=======================

“Berilmu lah sebelum berbicara, bersikap, dan bertindak. Diam adalah kehati hatian. Perhatikan darimana kamu ambil kabar berita..periksa siapa yang berbicara, dan telitilah mana yang benar dan salah!”

======================

“Kegelisahan yang paling dahsyat adalah gelisahnya orang yang akan bertemu Kekasih”

=========================

“Membenci seseorang ibarat meminum racun & bharap org yg kita benci mnjd mati karenanya. pdhal racun tsb justru membunuh tubuh & keimanan kita scr perlahan-lahan. So… yu mendingan tmenan sbnyak-bnyaknya, jd nmbah tali slturahim… [^_^]”

http://profiles.friendster.com/58969464

=============================

TaHAnLaH EmOSi DaRi SeMUa PerBuaTanMu…”

=========================

“Islam tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan Islam.[hafizmujahid]“

===========================

“” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? ” Al-Ankabut [29:2]“

============================

“..returning ummah to it’s dignity..n hope further generation don’t have to suffer like us now ‘life without daulatul khilafah’”

===========================

“Semua OraNg IngIn MeNjaDi SemPurNa…Tapi MeNjadi SempurNa Itu MELELAHKAN!!!!!!!!! Hanya deNgan BersYukur atas Apa YaNg TeLah DiaNugerahKan pada Diri QtLah… Qt Bisa Mencapai KesemPurNaan…=)”

==============================

“tErkaDang SeSuaTu YanG Qta iNgiNkan beLum tEnTu bisA terCapai,baHagiaLah mEreKa yaNg biSa meNcinTai daN diCinTai…

by: lala_imut16@yahoo.com

===========================

“bukan dari tulang ubun ia dicipta sebab bahaya menjadikanya dalam sanjung dan puja, tak juga dari tulang kaki sebab nista menjadikannya diinjak dan diperbudak..tapi dari tulang rusuk kiri..dekat ke hati untuk dicintai dekat ke lengan untuk dilindungi”

======================

Sesungguhnya aku ini memberikan hiburan bagi batinku dengan sedikit permainan, supaya hatiku itu lebih tegar berdiri diatas kebenaran.

[Abu Dardaa’ r.a.]

=======================

“To be silent is the biggest art in a conversation”

========================

“hAdaPi OraNg LaiN dgN rAsa n HadaPi diRi N’dRi Dgn aKaL”

=======================

“Barangsiapa yang sabar (disakiti orang)dan suka memaafkan, yang demikian itu benar-benar perbuatan yang dituntut oleh agama”(Asy-Syuraa 43)”

=========================

“…… You have to endure caterpillars if you want to see butterflies …… Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu ……”

========================

‘Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS:7:52)’

======================

I still wait another suprise in my life… Thanks God for everything You have give to me…”

======================

seperti rinai hujan saat guntur menggemuruh… laksana oase di padang gurun… sebagaimana tegukan pertama saat aku berpuasa… melegakan…menenang kan… sebelum segalanya, senyum dan sabar adalah lebih utama…

=======================

“JaDiLaH oRaNG SHoLeH!! RaDiKaL!! PRoGReSiF!! aGeN PeRuBaH!! PeRBaNYaK ToBaT HiNDaRi MaKSiaT!!”

====================

“Sesungguhnya sepandai-pandai orang ialah menyiapkan diri untuk perjalanannya yang tak pernah henti. Ia mengambil bekal dari dunianya untuk kehausan tak tersegarkan (Atha bin Maisarah)”

=========================

“Kepada yang Maha Hidup di dalam hidupku . . . Rasa Terimakasihku yang tanpa henti Untuk-Mu dan hanya Untuk-Mu Semata. You are my Greates Guide & Protector . . . ^_^”

====================

“Merasa tenang dalam kehidupan untuk mulai mencintai Allah SWT, Rasulullah SAW, Orang Tua dan mencintai sesamanya.”

=================

“Cintai Allah dulu baru cintai diriku”

=============================

“HIDUP ITU BERPROSES, MAKA NIKMATILAH.. KRN ALLAH SWT MENILAINYA”

============================

“Jgn pRnh tkt akn GaGal, oRg sUcces adlh org yG pRnh mRasakan K’Ga2Lan, K’gGalan & k’SUcCesan adlh 1 paket yG tak dpt d pisahkan,,,c0z hdp ini G ada yg pRaktis/instant” sUcCes or die”

============================

“”Gelombang ini terlalu ganas KAWAN…Berjalanlah. ……Percayalah kaWan, kamu tidak sendiri. Karena pertarungan ini hanyalah antara HIDUP dan MATI””

=============================

gula jawa jgn di rebus
klo di rebus mnis rasanya
cnta pertama jgan di putus
klo di ptus sakit rsanya

milasr@yahoo.co.id

==============================

Sabda Rasulullah :
“ Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnahnya Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ (Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi” hasan shahih”)

Sabda Rasulullah :
“ Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya”. (Hadits Hasan riwayat Tirmidzi)

==============================

“”Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah.” (HR Hakim dari Abu Hurairah).”

=============================

“Bergegaslah kalian untuk beramal, (karena akan datang) fitnah-fitnah ibarat potongan-potongan malam. (Disebabkan fitnah tersebut) di pagi hari seseorang dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir, di sore hari dalam keadaan beriman dan keesokan harinya dalam keadaan kafir. Dia menjual agamanya dengan sesuatu dari (gemerlapnya) dunia ini.” (HR. Muslim no. 118, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

=========================

Assalaamu’alaikum…
Ridhalah terhadap keputusan Allah SWT yang ada pada semua tindakan-NYA kepadamu. Sesungguhnya DIA tidak mencegah pemberian-NYA untukmu melainkan untuk memberikanmu. DIA tidak mengujimi kecuali untuk mengampunimu, tidak memberi penyakit kecuali untuk menyembuhkanmu, tidak mematikanmu kecuali untuk menghidupkanmu. dan jangan sampai ketetapan-NYA membuatmu tidak ridha meski sekejap. karena yang demikian akan menyebebkanmu jatuh dari pandangan-NYA. Semoga ALLAh SWT mencintaimu! UNTUKMU YANG SEDANG MERINDUKAN PERTEMUAN DENGAN-NYA DAN SEDANG MENERIMA KASIH SAYANG-NYA DENGAN UJIAN. JAZAKUMULLAHU KHAIRAN KATSIIR!!

==================================

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

“Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran.” (Al Fatawa 4/149)

================================

“Sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan dan Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan seizin-Nya serta menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma`idah: 15-16)

=============================

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : الدنيا ملعونة وملعون ما فيها الا ذ كر الله وما والاه و عالما ومتعلما “Dunia ini terlaknat dan dilaknat apa-apa yang ada padanya, kecuali dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketaatan kepadaNya, orang yang berilmu, dan orang yang belajar ilmu”. (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari shahabat Abu Hurairah Radhiallahu anhu

=============================

Kau hadir dalam kenangan,Mengisi relung hatiku walau hanya semalam.Kau sosok lembut yang kukenal dari alam maya….Telah membuat diriku terpana akan cinta yang kau tancapkan…………….”

==============================

“ketika satu pintu tertutup, ada pintu lain yang terbuka. namun seringkali kita hanya menyesali pintu yang tertutup sehingga tidak menyadari pintu yang terbuka untuk kita”

=============================

Aku minta maaf….
Kalau selama ini aku ga bisa jadi kekasih yang baik buat kamu
Mungkin kamu akan merasa lebih tenang
kalau aku ga bersama kamu lagi
Mungkin kamu akan merasa lebih tentram
kalau aku ga mengusik kehidupan kamu lagi
Tapi asal kamu tahu…
Sampai kata-kata ini ditulis,
bahkan sampai berkali-kali dibaca
Cinta itu masih ada untuk kamu !!!

adebang_o@yahoo.co.id

===========================

“Assalamu’alaykum. “Allah Maha Mengetahui isi hati hambanya” “Ya Allah, Aku mengharap Cinta-Mu dan Cinta hamba-hamba yang Mencintai-Mu dan Aku Mencintai amal perbuatan yang dapat menghantarkan aku kpd Cinta-Mu”.(doa Nabi Muhammad SAW) Amienn….”

=======================

“”Perjalanan satu mil d mulai satu langkah. Pastikan langkah pertama itu adalah menuju kesuksesan…

==========================

“”Bertekadlah untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa ketakutan dan keraguan. Bersikaplah berani dan penuh pengharapan. Percayalah kepada Alloh SWT dan kepada semangat keberanianmu sendiri…”

==========================

“sholat laksana nafas, dzikir laksana denyut nadi, munajah laksana detak jantung, izinkan aku dalam jalan menujuMu.—- mohon maaf lahir dan batin, salam Aidil Fitri”

===========================

“Seorang wanita dinikahi karena EMPAT hal. Karena HARTANYA, KETURUNANNYA, KECANTIKANNYA & AGAMANYA. Maka hendaklah kamu PILIH WANITA yang TAAT AGAMA (keislamannya) niscaya KAMU AKAN BERUNTUNG…”

===========================

“Wahai Mujahid&mujahida h ayo bangkitlh Maju serentak Kumandangkn suara kebenarn tegakkn keadilan Ayo smua padukan langkahny dlm naungn Alloh yg kuasa Teguhkn hati buang rasa ragu hancurkn kedzolimn ddunia Tebarkn rahmat bg smesta. Agar Islam Mulia…”

==========================

“Wahai keturunan orang-orang yang pernah Kami selamatkan (dalam perahu) bersama Nuh. Ketahuilah sesungguhnya Nuh itu hamba Allah yang bersyukur (Q.S Al Isra(17):3)”

=====================

“Tujuan Itu Tidak Berarti Menghalalkan Segala Cara”

======================

“Biarknlah hri2 b’bwt semaux & bwtlh hti ni rela ketika tkdir tiba.. Jngn gelish cz kelamx malam, cz peristiwa d dunia ni tk ad yg abadi… Ganbatte!!!!!”

=======================

“Aku telah ditinggalkan???…Sa mpai malaikat maut menjemput, aku sama sekali tidak akan menyesal, moga Allah meneguhkan ku atas jalan dien ini, saksikanlah bahwa aku adalah dikalangan orang2 yg berserah(muslimin) dan redha dgn segala suratannya…”

=====================

“Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan,tawanla h hatiku dengan cinta kepada-Mu,agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. Jikalau rindu ini adalah rasa sakit,penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”

===================

=========================

“CINTA”

“Satu kata Berjuta Makna..
“Yank bisa membuat manusia menjadi GILA…
“Kadank Menangis,Kadank juga Tertawa..
“Suntuk tanpa Musuh..
“Senyum Tanpa Teman…
“Marah Tanpa CeLa..
“Benci tanpa Arti..
“Gelisah Tanpa Masalah…
“Berfikir Tanpa akhir…
“Sedih Tanpa Bahagia..
“Benci tapi Rindu..
“Marah tapi Cayank..
“Tertawa dalam Tangis..
“Menagis karana SUka..
“Inilah Penyakit “HATI…
“Tapi disukai oleh umat Manusia…
yg SLalu dicari hingga k ujung Dunia…
“Tiada prna jera ……
“Walau DERA,…LUKA…& SIKSA SLALU DATANG
MENJELMA.””””””””

ADI.keren@ymail.com
=============================

Saat malam datang ……

bulan tersenyum ……

seperti dirimu …….

yang menyejukkan hati ……….

saat pagi datang …….

mentari bersinar …….

seperti cintamu ………

yang menerangi hati ku ………..

i LOve U 4 eVer my girl friends
joeina73@yahoo.co.id
===========================

cinta itu memang indah tapi apakah adil cinta itu hanya untuk menusia saja, sementara manusia itu tidak seberapa pengorbanan nya pada kita, apakah pantas cinta untuk sang pencipta kita taruh pada bagian kedua, jikalau tidak karna Nya, apakah mungkin kita bisa merasakan kenikmatan dunia ini,?? janganlah kita terlalu cinta pada manusia yang membuat kita lupa akan kecintaan allah pada kita,, nau’uzubillah

rizaljihad@rocketmail.com
==============================

Fitrohnya laki-laki suka PKS ( Perempuan Kerudungan Sholehah )…
Wanita sukanya PKS ( Pria Kaya Sholeh )…
Sudah nikah harapannya PKS ( Pastikan Keluarganya Sakinah )…
Punya anak berharap PKS ( Pintar Kreatif dan Sholeh )…
Sudah tua maunya PKS ( Punya Keturunan yang Sukses )…
Untuk akhirat mohon PKS ( Pertemuan Kembalidi Syurga )…PKS ( Pastikan Kamu Suka..?? )…
Untuk Indonesia harapan itu ada di nomer 8, PKS ( Partai Kita Semua )…
PKS ( Partai Keadilan Sejahtera )…..Allohu Akbar

sugeng.sugiharto@pln.co.id

===============================
Qu Bhagia

Km Twu Knp?

Krna 4JJI Mncntaiqu

Mw Bukti ??

4JJI Mngirimkn seorg y9 spcial u / qu

km tw cpa dya?

Dya adalh…KAMU
add FS qw Pribadiadhi@yahoo.com

==========================

wahai sabab….. jalin ukhuwah…
ada kata bijak & patriotik dari SOEKARNO :
” beri aku seribu orang tua yang bersemangat….
aku bersama mereka akan dapat memindahkan
gunung semeru,
TAPI berilah aku sepuluh orang PEMUDA yang
semangatnya berapi-api kepada tanah airnya,
AKU BERSAMA MEREKA AKAN DAPAT
MENGGUNCANG DUNIA ”
ayooo bersama PKS….
kita guncang dunia
tedited72@yahoo.com

===============================

SAudaraku semua, yang penting sekarang mari kita menjaga persatuan ummat islam dan demi kejayaan Umat Islam, yakinlah bahwa tidak ada yang benar kecuali Islam dan tidak ada kemulyaan kecuali dengan ISlam. jangan terkecoh oleh dajjal mengatakan “teroris” tapi sebenarnya adalh “jihad” supaya orang Islam mati satu demi satu dan mudah dihancurkan. Orang kafir selamanya tidak akn Rela Terhadap Orang Islam sampai kapan pun.

ip@telkom.net

================================

Hai orang-orang yang beriman,
jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa
dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain
dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah .
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [Al-Hujurat: 12]

http://profiles.friendster.com/71198205

==================================

jalan-jalan kePasar malam
Jangan lupa bawain aku oleh-oleh

habis pulang dari pasar malam
caPe dech……

goThic

============================

knapa yach cmua orank clalu blang q gila…???
tiap q melangkah clalu bnyak org bilang ku gila…???
pqo’ny tiap  yg ku lakuin d blang gila…/???
GILA GANTENG BANGETZ TU CWO
g_ndy
====================

inna lillahi,,

telah terjadi di madura,,,
hari ini

pemnggalan besar-besaran!!!
penusukan bertubi-tubi,hingga tersayat keci-kecil!!!

lalu mereka berteriak…

teeee…..saaaaatteee!!!!
ramadhani_s@rocketmail.com

==============================

AKU PERCAYA KAMU .
Kamu pzty bsa . !
DAN KAMU cri yg laen ja .
pzty quu ngrsa DI ANTARA KALIAN .
sbnerna quu TAK BSA HIDUP TANPAMU .
wlopun CINTA INI MEMBUNUHKU .
akuu slalu MERINDUKANMU dsni .
wlopun akuu hruz DILEMA .
Slama ni quu ngrsa slalu dipandang SEBELAH MATA ma km .
LUKA KU ni ga akn pnah ilang .
and sbnerna akuu TAK PNAH RELA tuk brpsah ma kmu .
tapy ,
kmu slalu bkin akuu ILFIL .
jdy ,
quu rsa qta hruz jlani CINTA SAMPAI DI SINI sajjah .
mskipun akuu msii da rsa ma kmu .
kmu tau . ?
prtma kli ku tau kmu ,
kmu DIAM TANPA KATA .

Lagu dmasive.nyah komplit khand yank . ??
(yang pake huruf2 besar diatas adalah judul lagu2 dmasiv)

sukka_begaiiah@yahoo.com

===============================

maafkanlah daku kekasihku, dengan terpaksa kita harus berpisah, karena kutak sanggup memenuhi hasrat belanjamu yang luar biasa itu

http://endangkristi.cjb.net

============================

Tak mungkin kubisa melupakanmu, dimanapun juga selalu terbayang kamu, apalagi ketika kuingat, motorku melayang kujual untuk membayar utangmu.

http://endangkristi.cjb.net

===============================

andai kumati nanti, silakan mengotopsi jasadku. Maka akan kau dapatkan, namamu terukir di dinnding jantungku dan di tulang igaku ada tercetak beribu kata cinta, semua untukmu

http://endangkristi.cjb.net

=============================

melihat bunga kuingat kamu, melihat rembulan ku ingat kamu, mendengar indahnya suara burung nuri kuingat kamu, melihat ATM di depanku, kuingin melupakanmu !!! .

http://endangkristi.cjb.net

==========================

Seblum kawin………………

he = si cowo
she = si cewe

he = akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
she = apakah kau rela klo aku pergi???
he = tntu tidak!! jgn perna kmu bpikiran spt itu
she = apkah kmu mncintaiku?
he = tentu!! slamanya akan tetap bgitu!!
she=ap kau perna selingkuh??
he=aku tak akn perna mlakukan hal seburuk itu
she=maukah kau menciumku
he = ya
she = sayangku…..
sesudah 5 taon kawin…

Mo tau lanjutan ceritany???
baca dr bawah keatas dr she pling bwah

Bayu Ajhe

==============================

*PROKLAMASI*

kami bangsa jomblo2 lucu dg ini menyatakan kemerdekaan bercinta. hal2 ygmengenai ditolak, kecewa n sakit hati ditanggapi dg cuek2 aj n mencari target baru dlm tempo yg sesingkat2ny…….

Bayu Ajhe

======================================

hati berbisik mendongak impian
tatkala relung hati bernyanyi hiba
menyisip kasih tak mengenang waktu
hamparan rindu kering terasa
engkau melangkah meninggalkanku
hanya rintik tangisan pengubat lara..
apo nak dikato..

sakura_84yg@yahoo.com

===============================

Kar3na apz ada bata………
Klw bkn Krn TuKang…….

Kar3na apz ada CinTa….
klw Bkn kRn Cayank…..
dwiexrahmawati@yahoo.co.id

========================

Nelpon ke semua operator cuma Rp. 100,-/jam mulai jam 06:00 sampai dengan 23:59.
Promo ini berlaku jika TELKOMSEL punya NENEKMU

anax_emouw@yahoo.com

============================

makan apel sambil minum
keselek donk?
menyelam sambil minum air
kembung donk?
berjalan sambil menoleh
nabrak donk?

aas

============================

“Betapa bahagianya dia!…Yaitu orang yang mengingat kuburnya, kemudian ingat kepada RabbNya, orang yang selalu mengoreksi diri, mensucikan hatinya, berbakti kepada kedua orang tuanya, orang yang suka menangis meneteskan air matanya (karena takut kepada Allah) dan dilanjutkan dengan sujud (orang yang memelihara shalatnya), ia bersegera menuju masjid, rajin shalat malam, selalu memaafkan saudara-saudaranya dan mendo’akan untuk mereka kebaikan serta menyalahkan dirinya, ia tidak lupa dengan wiridnya (sesuai dengan tuntunan Rasulullah), maka betapa bahagianya dia…Hendaklah kita semua menjadi orang itu.”

(Majalah Qiblati, rubrik Kisah, vol.01 No. 09 1427H)

=================================

eh klo mau putus jngan bilng putus nanti pcarnya nangis disngka klo ad yg putus misalnya tangan,kaki,kepala dan sebagainya

opi

=================================

mr :how are u desi?
desi : oh aku emg ayu mr, baru tau ya?
mr : honey, I miss u
desi : apa? kamu bilang aku bau amis? kurang
ajar banget sich km
mr : no no,I am sorry
desi : sari? tu nama cewek mana lagi tu? kamu
selingkuh ya?
mr : no u misunderstand
desi : kurang ajar ternyata kamu playboy,
selingkuh sama sari ya? kita putus!!!
mr : desi, I love u
desi : gak usah pake lap lapan, lap aja tu
ban mobilmu,km jahat jahat

kuda lumping

===============================

=========================

“”Siapakah yang sombong kepada Allah?? padahal dia akan mati, lihat dan buktikan saja setelah kita mati, bahwa janji Allah adalah benar””

====================

“” Wahai anak adam kan sudah  dijanjikan kepada mu jangan lah engkau ikut akan setan karna setan itu Musuh yang nyata ” ( Surah Yasin* )”
======================

“”Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya kerana kepandaiannya berkata-kata tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya.””

============================

“”cinta datang dari hati yang suci bukan sekadar dari pandangan mata yang hakiki…..”

=============================

“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan, “Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.”

============================

“RoePa BoekaNlah segalanya,,, tapi AKHLAQ lah penentu nilaimu menjadi baik.,, ……Indah sungguh indah menjadi bidadari surga… Subhanallah :)

=============================

“”Dan janganlah kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil,dan janganlah kamu sembunyikan yang haq,sedang kamu mengetahui”( al-baqarah:42)

===============================

“SENYUMMU ADALAH SENYUMKU..SEDIHMU ADALAH SEDIHKU..BAHAGIAMU ADALAH BAHAGIAKU

===========================

“Tawakkal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah Ta’ala untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat.”

===========================

“Ssngguh’a sbnar-bnar prkataan adl Kitabullah&sbaik -baik ptnjuk adl ptnjuk Muhammad shallallahu ‘Alaihi Wasallam & sburuk-bruk prkara adl yg d ada2kan(dlm ibdah) krn stiap yg d ada2kan adl bid’ah & stiap bid’ah adl ssat & stiap kssatan brada d neraka”

==========================

“Seandainya hari ini adalah hari terakhir engkau hidup di dunia, Hari terakhir bertemu dengan orang-orang yang engkau cintai, Seandainya hari ini adalah benar-benar hari terakhirmu, apakah yang akan engkau lakukan? Renungkanlah!”

===============================

Ya Rabb, dekatkan Aku dengan Rahmat Mu, Cintai Aku dengan Rahim Mu, Peluk aku Dengan Ridha Mu, Ikhlaskan hati ku dengan Nikmat Mu, Takutkan aku dengan azab Mu, Khusyukan ibadahku dengan Jannah Mu dan Syahid kan aku di Jalan Mu….Amin”

==============================

“Setiap dari umatku akan masuk syurga kecuali sesiapa yang engkar.Sesiapa yg mentaati aku akan masuK syurga dan sesiapa yang menderhakai aku telah engkar(Hadis)”

============================

“Hanya kepada-Mu ya Rabb aku menyembah, dan hanya kepada-Mu ya Rabb aku memohon pertolongan…(al-fa tihah:5)”

==============================

Semakin tinggi kita mendaki, semakin luas pandangan kita. Kalau kita berpikir tentang masa depan kita, temukan dulu gambaran yang jelas dengan mendekatinyadari sudut pandang yang seluas mungkin””

=============================

“tiada satu bangsa yang meninggalkan pengorbanan ke jalan Allah swt. melainkan bangsa itu mendapat kehinaan ..

=========================

“Jadikn keGEMBIRAan sbg ungkapan SYUKUR, SABAR sbg wujud keSEDIHan, DIAM sbg bentuk TAFAKUR, menyikapi MASALAH sbg pemBELAJARan, UCAPAN dipenuhi DZIKIR, HIDUP sbg LADANG ‘AMAL & SYUHADA sbg CITA2… SUCIkan HATI, JERNIHkan JIWA, RAIH MARDLOTILLAAH…”

http://profiles.friendster.com/53766983

=================================

“Hai manusia,sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa.49:13″

============================

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sementara dan kepada Rabbul ‘Alamin, Allah Tabaraka Wa Ta’ala, kita semua akan kembali. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian istiqamahlah!”

===============================

“””Aku memohon cinta-Mu (ya Allah), mencintai siapapun yang mencintai Engkau dan mencintai amal yang membawa aku dekat kepada Engkau”. (Hadits Riwayat At-Tirmidzi)””

===============================

“As Sam’ani dlm Al Ansab (3/273) mngatakan: ” As Salafi dgn memfathah sin dan lam, kemudian yg trakhir fa’ adl nisbah kpd as salaf, menganut ajran mazhab mreka sbgmana qm dngar dr mreka””

===================================

“Ijinkan Hamba Mu ini berubah TOTAL hanya kepada Mu dan segala perbuatanku di Bumi hanya ikhlas karna MU yaaa ALLAH…”

==============================

“hidup adalah perjuangan perjuangan menuntut kemenangan, kemenangan adalah mati dengan indah Jagalah Allah,niscaya Allah akan menjagamu”

============================

“”Sebaik-baik pakaian wanita adalah bila keluar dia akan berada dalam kondisi seperti di rumahnya/ tidak terlihat oleh lelaki yang bukan mahramnya”(abu ibrahim)”

==========================

““Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”(HR. MUSLIM)”

=============================

“”Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memperse-kutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Ruum: 31-32)”

=============================

“”Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.””

==========================

“Take time to think,it’s the source of power. Take time to read, it’s the foundation of wisdom. Take time to quiet, it’s the opportunity to seek god. Take time to pray, it’s the greatest power on earth.”

=============================

“Jangan membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi apa yg kamu sukai,ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

=========================

“لا ينبغي لمسلمٍ أن يذلّ نفْسه
Tidak selayaknya seorang mukmin menghinakan dirinya.(HR Ahmad)”

===================================

“syaik Bakr Abu Zaid berkata: Hiasilah dirimu dengan etika etika jiwa berupa menjaga kehormatan diri, santun,sabar,rendah hati dalam menerima kebenaran, berprilaku tenamg dalam bersikap dan berwibawa,teguh serta tawadhu””

======================================

“””AkU mEnCiNtaI Mu Kerna AgAmA YanG AdA PaDa mU,JiKa kaU hiLanGkaN aGaMa YaNg Ada PadaMu MaKa HiLangLah CinTaku PaDa Mu…””(Imam An-Nawawi Rahimullahuanhu)”

==============================

“Engkau berharap keselamatan akan tetapi engkau tidak berjalan di jalurnya. Sesungguhnya kapal itu tidak bisa berjalan di atas tanah yang kering”

http://profiles.friendster.com/44484853

================================

“”bukan kematian yang aku takutkan,namun yang aku takutkan adalah bagaimana keadaan aku nanti pd saat mati,mudah2xn suatu saat nanti aku meninggal dgn khusnul khotimah,,amien..””

http://profiles.friendster.com/44717045

==================================

“Imam asy-Syafi’i (wafat th. 204 H) rahimahullaah mengatakan, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syari’at daripada menuntut ilmu syar’i.”….

http://profiles.friendster.com/43997435

=================================

“”Hati yg plg Allah kasihi ialah hati yg plg lembut t’hdp saudaranya, plg bersih dlm keykinannya & plg baik dlm agama” “salam ukhuwah untuk semua sahabatku… add me: gemini_85k@yahoo.com.my

============================

“K’imanan tlh mngetuk hti nuraniku yg t’dlam.akupun m’nyambut kdtangnnya dg pnuh cinta.Spt s’seorng yg tlh lma mnanti kdtangn tamu yg dnanti llu mngatkn, “Sdh lma aku mnantimu dg pnuh rndu.Duhai jamaah langitku…..para pecinta Qur’an dan Hadits…”

http://profiles.friendster.com/43887108

==============================

“Berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan as-sunnah serta mulia dengan manhaj salaf”

============================

“kita telah bertekad tuk’ memilih jalan ini.Akankah kita membiarkan diri ini tertinggal dari kereta yang membawa kita menggapai mimpi tuk berjumpa dengan-Nya???…”

http://profiles.friendster.com/42995363

==============================

“Kelezatan dunia seperti budak hitam yang terlihat mahal bagimu. Sementara bidadari surga merasa heran dengan pilihanmu yang buruk. Hanya saja hawa nafsu apabila menggelora akan membuta-tulikan mata hati sehingga jalan menjadi gelap [Imam Ibnu Qoyyim]”

http://profiles.friendster.com/42483330

=================================

“Hai 0rAnG Y9 sGt b0d0h Lg LaLAi,seandainyA aNdA dPt mEndEnGar jEritan suara gesekAn QoLam kTiKa b’GeRak diLaUh MaHfUzH meNuLis TeNtaNg aNdA NiScAyA aNdA aKn MaTi TeRKeJut”

http://profiles.friendster.com/42363663

================================

“”janganlah melihat besar kecilnya kemaksiatan yang engkau lakukan, tapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat….””

============================

“Ya Alloh kerinduanku menyempurnakan separuh agamaMU,Menjaga kehormatan ini sebgai seorang wanita, menjauhkan diri dari fitnah. Berikanlah hambamu ini pendamping hidup yg dapat membimbing di dunia dan akhirat ya Rabb,,,aamiin T_T,siapakah dia?¿?”

http://profiles.friendster.com/41579266

==============================

“Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu’…p^o^q”

http://profiles.friendster.com/41822526

===========================

“DENGAN CINTA, HIDUP JADI INDAH… DENGAN ILMU, HIDUP JADI MUDAH… DENGAN AGAMA, HIDUP JADI TERARAH.”

===========================

“Biarlah seluruh dunia kafir menuduh kita sebagai teroris dan ekstrimis. Bukankah seluruh dunia merasa terganggu oleh teror mereka? Tetapi jika kita mengangkat senjata untk membela islam.Qta di tuduh teroris,maka ketahuilah,bahwa kami memang teroris”

http://profiles.friendster.com/41804515

=============================

“there’s no true God but Allah and Prophet Muhammad is the the last and final messenger of Allah”

=================================

“Dan di antara manusia ada orang2 yg menyembah selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang2 yg beriman amat sangat cintanya kpd Allah.. (2: 165)”

===============================

“”Ya Rabb, tdk ada yg mudah kecuali apa yg Engkau menjadikannya mudah. Dan Engkau dpt mengubah yg sulit menjadi mudah bila Engkau menghendaki.””

http://profiles.friendster.com/40706563

=================================

“Yaa Rabb… Engakaulah Yang Maha Berkehendak atas Segala sesuatu… Hanya kepadaMu lah kami Kembali… Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah… Yaa Muqollibal Quluub,,, Tsabit Qolbi ‘Ala Diinik… Jagalah Hati ini….”

==========================

“melakukan sesuatu yang baik akan terasa sulit banyak dibutuhkan pengorbanan”

===============================

“seorang mu’min itu jika dia melihat, maka dia mengambil pelajaran, jika dia diam maka dia berfikir, jika dia bicara maka dia mengingat, jika dia diberi sesuatu maka dia bersyukur dan jika dia dicoba maka dia bersabar.”

===============================

“Kita harus megetahui dan memahami tujuan sebenarnya kita diciptakan oleh Robbul ‘Alamin ke alam dunia ini. Jadi janganlah pernah menyia-nyiakan hidup kita untuk hal yang kurang bermanfaat. Jadi jalani kehidupan ini dengan Penuh SEMANGAT. CAYOOOOOOO..”

=================================

“Isa putra Maryam ‘alaihissalam adalah seorang sahabat dan seorang Nabi, karena pernah melihat Nabi saw pada malam isra’ dan mengucapkan salam kepadanya. Maka dia adalah sahabat yang paling akhir meninggalnya.” [Tajriidu Asmaaish-Shahabah 1: 432]

==============================

No matTer WhaT… BerLakulah ‘Hormat’ pd dri kita sndri,Then….Liat ap yg tjd… ‘n pAndanglah diri kita dr seberapa besar diri kita ‘bermanfaat’ bg orang lain…”

===============================

“”… ThE OnE is LoViNg yOu … cAriNg fOr yOu … wAtcHiNg oVeR yOu … pRoTeCtiNg yOu … gueSs wHo??? … “ALLAH SWT” …”

===========================

“Tetaplah tegar!! Krna 4WI akn slalu mjaga&mLindungim u..jgn gentar,sdih,atau tkt jk km org b’iman..! Ktakan kbenaran wlw bnyk d hujat org..krn ssngghny bpegang pd islm d hr ini spt mmegang bara api..”

http://profiles.friendster.com/27109984

==================================

“Sesuatu akan lebih terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya,,maka hargai dan jagalah segala yg kita miliki…

====================================

“Hanya lelaki yang soleh untuk wanita yang solehah…..wanita yang baik untuk lelaki yang baik(24:26)..Mari izzahkan Islam..Islam Is The Way Of Life…”

==============================

“”Kerana itu ingatlah kamu kepadaKU, nescaya AKU ingat pula kepadamu”. (Al Baqarah 151)”

===============================

“BERCINTA sblum nikah(couple/tunang) ialah MAKSIAT..jika kita tlibat mka kita adalah AHLI MAKSIAT..DEMI ALLAH,lelaki penzina hanya layak utk wanita penzina dan sebaliknya pula..maka JAGA lah diri(iman dan amal),allah pasti jga diri pasangan kita.(^.^)”

=============================

“Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum.”

=========================

wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..)

wahai umat manusia, islam-lah agar kalian selamat !! ( Wahai Allah, sungguh telah kusampaikan, maka saksikanlah..)

PROMO..GRATIS..!!!

daftarkan diri anda dan bergabung segera ke dalam ISLAM
karena ISLAM adalah jalan keselamatan..DIJAMIN..!!

cepetan..JANGAN TUNDA lagi..karena waktu anda TERBATAS..!!

keuntungan yang anda peroleh jika bergabung dengan ISLAM:
1. Hati tenang
2. Kesempatan menjadi saudara kaum muslimin di seluruh dunia.
3. Anda akan dibimbing langsung oleh ALLAH dan Rasulullah melalui buku panduan yang ada (Al-Qur’an dan hadis)
4. dan masih banyak keuntungan lainnya yang akan anda ketahui setelah register..

TIDAK HANYA ITU..!!
anda juga akan mendapatkan BONUS..
1. BONUS tiket ke syurga bersama kawan-kawan muslim seluruh dunia. (ketentuan berlaku-bisa dibaca di buku panduan “AL-Quran dan Hadis”)
2. BONUS reseller..jika anda mendapatkan downline melalui anda, maka anda akan memperoleh pahala yang luar biasa BESAR..senilai “Unta Merah” (lambang kekayaan orang ARAB) semakin banyak downline semakin besar BONUS pahala yang akan anda terima

cukup dengan mengajak 2 orang teman anda bergabung..tidak sulit kan??
kemudian 2 orang teman anda masing2 mengajak 2 orang lagi untuk bergabung,,kemudian begitu seterusnya..

BAYANGKAN berapa BONUS yang akan anda terima???
luar biasa bukan??
rekening pahala anda bisa anda lihat NANTI di PADANG MASYHAR

simak testimonial dari orang2 yang telah bergabung bersama ISLAM. bisa dibaca di

Buku : Saya Memilih Islam (Kisah Orang-orang yang Kembali ke Jalan
Allah)
Penyusun : Abdul Baqir Zein
Penerbit : Gema Insani Press Jakarta 1999

dan buku sejenis lainnya

INGAT..WAKTU ANDA TERBATAS..karena promo ini berlaku sampai matahari terbit dari barat (mungkin tak lama lagi).. dan anda akan trus diberi kesempatan seumur hidup..

WARNING..!!
PROMO INI TIDAK BERLAKU BUAT ANDA YANG NAFASNYA SUDAH DI KERONGKONGAN..!!

jadi,,jangan tunda lagi
GRATIS dan caranya sangatlah MUDAH..
anda tidak perlu menghabiskan waktu 1 jam di depan komputer..dimanapun anda berada(selama masih di dunia)..anda bisa bergabung bersama kami..

caranya :
klik (ketuk) pintu hati anda, kemudian akan muncul kotak kecil yang berisi pertanyaan “anda yakin ingin register” jagan ragu untuk klik “YAKIN” kemudian ucapkanlah “ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH”

dan dalam waktu kurang dari 1 detik pesan akan masuk ke hati anda..periksa di kotak masuk dan buka,,insyaALLAH hati anda akan tenang…
langkah selanjutnya bisa di baca di buku panduan..(AL-QUr’an dan Hadis) yang bisa anda peroleh di toko buku terdekat..atau hubungi kami

KABAR GEMBIRA..
masih ada BONUS buat anda
ANDA akan mendapatkan bonus produk PENGHAPUS DOSA sekali pakai..yang secara otomatis akan bekerja setelah anda selesai register..dan secara otomatis dosa-dosa anda yang telah lalu TERHAPUS..
LUAR BIASA..!!

INGAT..hanya sekali pakai..jika anda masih ingin memiliki produk tersebut..anda bisa download gratis dari AL-QUR’AN dan HADIS..temukan caranya di sana.

JANGAN remehkan buku panduan..karena tanpa buku panduan anda tidak akan bisa menjalani program ini dengan benar..dan bonus2 yang telah dijanjikan bisa hangus.

BUKU PANDUAN SANGAT PENTING..
karena berisi :
1. petunjuk ke arah kebenaran
2. kisah2 orang2 terdahulu yang telah sukses menjalankan program ni..n kita bisa petik pelajaran darinya.
3. gambaran tentang kejadian hari akhir
4. gambaran tentang indahnya SYURGA dan DAHSYATnya NERAKA
5. do’a-do’a yang bisa anda panjatkan kepada ALLAH jika anda mengalami kesulitan dalam menjalani program kehidupan ini..
6. dan lain-lain

ARE YOU READY??
jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan..anda bisa add di alternative_id_18@yahoo.com

atau email ke bismillah_bpp@yahoo. com

terimakasih,,,n semoga sukses dunia akhirat.

AMIN

siapa saya??
Kenalin nama saya Hary Kurniawan, klo siang dipanggil Hary, klo malam dipanggil Hary..Aq terlahir ke dunia ini dengan membawa banyak sifat buruk…n aku pun menyadari tapi gak taubat-taubat…Tapi klo masalah penampilan fisik Insya Allah buruk juga sih…ups..iya ya ..gak boleh terlalu merendah…ntar malah jadinya Kufur Nikmat..klo gitu Insya Allah aq orangnya ga buruk-buruk amat kok..(tapi itu menurutku)…klo mo lebih kenal dengan aku …add aja di

Alternative_ID_18@yahoo.com

and

Hary_akper@plasa.com

atau liat di blog

www.my-balikpapan.blogspot.com

 

sumber: http://profiles.friendster.com/30868852

ISLAM ADALAH TANAH AIR KITA KARENA ALLAH TELAH MEMPERSAUDARAKAN KITA

ISLAM ADALAH TANAH AIR KITA KARENA ALLAH TELAH MEMPERSAUDARAKAN KITA

 

Islam adalah negeri kita, tanah air kita, bangsa kita, keluarga dan kerabat kita. Di belahan bumi manapun syari’at Islam ditegakkan dan kalimat Allah ditinggikan, maka di sanalah negeri kita tercinta. Di bagian bumi manapun umat islam berada, maka mereka lah saudara kita dan bangsa kita. Setiap jengkal tanah di wilayah manapun di muka bumi ini yang dikuasai oleh umat islam maka itulah bagian dari negara kita, negeri kita dan tanah air kita yang harus selalu kita bela. Adapun negara dalam arti sempit, yakni sepotong tanah yang ditulis batas-batasnya oleh manusia, dibuat pemisah, dibatasi warna kulit, suku dan kebangsaan maka itu sesuatu yang tidak pernah dikenal dalam ajaran islam. Nasionalisme ditebarkan oleh Barat dan para pengekornya untuk menyingkirkan semangat keislaman, meredupkan jati diri Islam yang telah mempersatukan berbagai suku, bangsa dan ummat serta menjadikannya sebagai satu ummat saja “Ummat Islam” serta “Ummat Tauhid”.

Tersebarnya idiologi nasionalisme merupakan langkah menuju westernisasi pada abad ke-19. Idiologi ini di transfer dari Eropa ke Arab, Iran, Turki, Indonesia dan India. Tujuannya untuk merobek-robek kesatuan dunia Islam dan mencincangnya menjadi bagian-bagian kecil berdasarkan ikatan geografis. Akibatnya bermunculan negara-negara nasional berdasarkan asal-usul ras, darah dan keturunan yang sama.

Kolonialisme, Orientalisme, Komunisme, Free Massonry dengan seluruh cabang-cabangnya, Zionisme dan para propagandis penyatuan agama, semuanya bersatu mendukung gerakan westernisasi. Tujuannya adalah untuk menghancurkan dunia Islam menjadi berkeping-keping, menundukkannya hingga menjadi makanan yang empuk bagi mereka.

Sesungguhnya barat tidak memandang kita dengan dua kaca mata, namun hanya satu kaca mata saja, yaitu kacamata fanatik buta, kedengkian dan kezhaliman yang nyata terhadap kaum muslimin. Tatkala Islam tegak dengan tanpa mempermasalahkan batas-batas wilayah, bersatu dalam amal serta telah rekat persatuannya maka tiba-tiba saja mereka merobek-robek dan mencerai beraikan kita.

Fir’aun dan pengikutnya adalah orang Mesir namun mereka kafir. Nabi Musa ’alaihis salam juga orang Mesir, tetapi dia Islam dan beriman. Maka wajib bagi seorang mukmin untuk memusuhi musuh-musuh Allah dan berlepas diri dari mereka meskipun mereka adalah satu bangsa, ras dan satu bahasa. Dan seorang mukmin berwala’ (loyal) kepada golongan Allah dan para wali-Nya, siapa pun mereka, di mana pun mereka berada dan kapan saja waktunya. Abu Jahal dan Abu Lahab adalah orang Arab, dari suku Quraisy dan masih kerabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri. Namun karena mereka memusuhi Allah subhanahu wata’ala, maka Rasulullah pun memusuhi mereka.

Sesungguhnya aqidah islam adalah pondasi jati diri yang paling besar yang mengikat seorang muslim dengan saudaranya sesama muslim, sehingga menjadi ibarat satu tubuh. Jika ada salah satu anggota badan yang sakit maka anggota badan yang lain ikut merasakannya dengan susah tidur dan demam, seperti disebutkan dalam hadits.

Inilah ikatan yang hakiki dan yang sesungguhnya. Adapun selain itu seperti hubungan kerabat, teman, keluarga, suku, bangsa, ras adalah bersifat nisbi. Dalil yang menunjukkan hal ini yaitu firman Allah subhanahu wata’ala, yang artinya,

Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. al-Mujadilah:22)

Dalil lainnya adalah bahwa seorang mukmin yang memiliki anak kafir maka hartanya tidak diwarisi oleh anaknya, tetapi diwarisi kaum muslimin dan masuk ke baitul mal. Ini menunjukkan bahwa saudara yang hakiki adalah saudara seaqidah, sesama muslim tanpa memandang bangsa, ras, suku dan warna kulit.

March 3, 2009

KUMPULAN KATA-KATA BIJAK - KATA BIJAKSANA - PETUAH BIJAK - KATA MUTIARA ISLAMI

Ditegaskan oleh Imam Ats Tsauri Rahimahullah : "Malaikat adalah penjaga-penjaga langit dan Ashabul Hadits adalah penjaga-penjaga dunia." Ibnu Zura’i juga mengatakan : "Setiap Dien memiliki pasukan berkuda. Maka pasukan berkuda dalam Dien ini adalah Ashabul Asanid (Ashabul Hadits)."

Mereka memang benar. Ashabul Hadits adalah pasukan inti dalam Dien ini. Mereka membela dan menjaga Dien dari penyelewengan, kesesatan dan kedustaan orang-orang munafiqin dan Ahlul Bid’ah. Hampir semua Ashabul Hadits menulis kitab-kitab Ahlus Sunnah serta membantah aqidah dan pemahaman-pemahaman bid’ah yang dan sesat, baik itu fuqaha’ (ahli fikih) mereka, mufassir (ahli tafsir) mereka maupun seluruh ulama-ulama dari kalangan mereka (Ahlul Hadits). Semoga Allah memberi pahala bagi mereka dengan amalan-amalan mereka, dan memberi pahala atas usaha mereka yang sampai hari ini dirasakan manfaatnya oleh kaum Muslimin dengan ilmu-ilmu yang mereka tulis, riwayat-riwayat yang mereka kumpulkan dan hadits-hadits yang mereka periksa.

Akhirnya, marilah kita simak perkataan Imam Syafi’i rahimahullah ini : "Jika aku melihat seseorang dari Ashabul Hadits, maka seakan-akan aku melihat Nabi hidup kembali." (Syaraf Ashabul Hadits hal. 26)

=======================================

Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari
ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak!

======================================

Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglah bagi orang yang
mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha
Allah!

========================================

Yazid bin Al-Walid berkata, "Wahai Bani Umayyah! Waspadalah kalian dari nyanyian, karena ia bisa mengurangi rasa malu, menghancurkan kepribadian, dan ia adalah pengganti khamar, sehingga membuat orang berbuat seperti orang mabuk, jika engkau terpaksa harus melakukannya maka jauhilah wanita, karena nyanyian mendorong kepada zina."

==========================================

Muhammad bin Al-Fadhl Al-Azdi berkata, "Suatu kali Al-Huthai’ah bersama seorang puterinya menginap di suatu rumah orang Arab gunung. Ketika malam telah larut, ia mendengar suara nyanyian, maka ia pun berkata kepada pemilik rumah, ‘Hentikan nyanyian itu!’ Pemilik rumah pun terperanjat, ‘Kenapa engkau membenci nyanyian?’ Al-Huthai’ah menjawab, ‘Nyanyian adalah pendorong kepada perbuatan keji, dan aku tidak suka jika puteriku mendengarnya. Hentikan nyanyian itu, jika tidak aku akan keluar dari rumahmu sekarang juga!"

========================================

Suatu kali, Umar bin Abdul Azis menulis kepada guru akhlak dari puteranya, "Hendaknya yang pertama kali mereka yakini dari akhlak (yang engkau ajarkan) yaitu membenci berbagai bentuk nyanyian, yang awalnya adalah dari syetan dan berakhir dengan murka Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang). Sungguh telah sampai padaku dari orang-orang ahli ilmu terpercaya bahwa suara alat-alat musik dan mendengarkan nyanyian juga keterpengaruhan dengannya bisa menumbuhkan nifaq di hati sebagaimana rumput tumbuh setelah disirami air."*

=======================================

Ayyub As-Sikhtiyaani berkata: Seorang hamba tidak dikatakan berlaku jujur jika
ia masih suka popularitas.

Yahya bin Muadz berkata: Tidak akan beruntung orang yang memiliki sifat gila kedudukan.

Abu Utsman Sa`id bin Al-Haddad berkata:
Tidak ada perkara yang memalingkan seseorang dari Allah melebihi gila pujian
dan gila sanjungan.

===================================

Ar-Rabi` bin Shabih menuturkan: Suatu ketika, kami hadir dalam
majelis Al-Hasan Al-Bashri, kala itu beliau tengah memberi wejangan. Tiba-tiba
salah seorang hadirin menangis tersedu-sedu. Al-Hasan berkata kepadanya: Demi
Allah, pada Hari Kiamat Allah akan menanyakan apa tujuan anda menangis pada
saat ini!

=======================================

`Aisyah berkata: Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak
diisi dengan istighfar. Al-Hasan Al-Bashri pernah berpesan: Perbanyaklah
istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan
dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian
tidak tahu kapan turunnya ampunan!

=====================================

Ketika membaca firman Allah: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu (QS. Al-
Ahzab : 33) `Aisyah menangis tersedu-sedu hingga basahlah pakaiannya.

Demikian pula Ibnu Umar , ketika membaca ayat yang artinya: Belumkah datang
waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat
Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). (QS. Al-Hadid :
16) Beliau menangis hingga tiada kuasa menahan tangisnya.

Ketika beliau membaca surat Al-Muthaffifin setelah sampai pada ayat yang
artinya: Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri
menghadap Rabb semesta alam. (QS. Al-Muthaffifiin : 5-6) Beliau menangis dan
bertambah keras tangis beliau sehingga tidak mampu meneruskan bacaannya.

====================================

Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun
beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada
mereka: saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`! Mereka berkata:
Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id? Beliau menjawab: Yaitu setiap kali ia keluar
rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih
baik daripada dirinya.

============================

Ibnul Mubarak pernah ditanya tentang sebuah masalah di hadapan Sufyan bin
Uyainah, ia berkata: Kami dilarang berbicara di hadapan orang-orang yang lebih
senior dari kami.

Al-Fudhail bin Iyadh pernah ditanya: Apa itu tawadhu`? Ia menjawab: Yaitu
engkau tunduk kepada kebenaran!

Mutharrif bin Abdillah berkata: Tidak ada seorangpun yang memujiku kecuali
diriku merasa semakin kecil.

===============================

Pada suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Aziz memasuki masjid. Ia melewati
seorang lelaki yang tengah tidur nyenyak. Lelaki itu terbangun dan berkata:
Apakah engkau gila! Umar menjawab: Tidak Namun para pengawal berusaha
meringkus lelaki itu. Namun Umar bin Abdul Aziz mencegah mereka seraya
berkata: Dia hanya bertanya: Apakah engkau gila! dan saya jawab: Tidak.

Seorang lelaki melapor kepada Wahab bin Munabbih: Sesungguhnya Fulan telah
mencaci engkau! Ia menjawab: Kelihatannya setan tidak menemukan kurir selain
engkau!

===================================

Yusuf bin Asbath pernah mendengar Sufyan Ats-Tsauri berkata: Aku tidak pernah
melihat kezuhudan yang lebih sulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita
banyak menemui orang-orang yang zuhud dalam masalah makanan, minuman, harta
dan pakaian. Namun ketika diberikan kekuasaan kepadanya maka iapun akan
mempertahankan dan berani bermusuhan demi membelanya.

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang lelaki yang memiliki seribu dinar
apakah termasuk zuhud? Beliau menjawab: Bisa saja, asalkan ia tidak terlalu
gembira bila bertambah dan tidak terlalu bersedih jika berkurang.

===================================

Ibnul Qayyim berkata :
"Sesungguhnya yang mendapatkan kesulitan dalam meninggalkan maksiat yang disukainya dan yang sering dilakukannya adalah seseorang yang meninggalkannya bukan karena Allah. Adapun seseorang yang meninggalkan hal tersebut dengan jujur, ikhlas dari hatinya karena Allah, ia hanya merasakan kesulitan di awal kali ia meninggalkannya. Ini semua untuk mengujinya, apakah ia jujur dalam meninggalkannya ataukah hanya berdusta, jika ia sabar dalam menghadapi kesulitan ini sebentar saja, ia akan memperoleh kelezatannya". (Al-Fawaid : 99)

===========================

Salah seorang murid Imam Ahmad bernama Abu Thalib mengatakan: “Saya mendengar Imam Ahmad ditanya tentang sebuah kaum yang meninggalkan hadits dan cenderung kepada pendapat Sufyan (salah seorang ulama kala itu).” Maka Imam Ahmad berkata: “Saya meresa heran terhadap sebuah kaum yang tahu hadits dan tahu sanad hadits serta keshahihannya lalu meninggalkannya, lantas pergi kepada pendapat Sufyan dan yang lainnya padahal Allah berfirman: “Maka hendaklah berhati-hati orang yang menyelisihi perintah Rasul-Nya untuk tertimpa fitnah atau tertimpa adzab yang pedih.” (An-Nur: 63). Tahukah kalian apa arti fitnah? Fitnah adalah kufur. Allah berfirman . “Dan fitnah itu lebih besar daripada pembunuhan.” (Fathul Majid: 466)

=============================================

Abdurrahman bin Harmalah mengisahkan, seseorang datang kepada Said bin Al Musayyib mengucapkan salam perpisahan untuk haji atau umrah, lalu Said mengatakan kepadanya: “Jangan kamu pergi hingga kamu shalat dulu karena Rasulullah bersabda: ‘Tidaklah ada yang keluar dari masjid setelah adzan kecuali seorang munafik, kecuali seorang yang terdorong keluar karena kebutuhannya dan ingin kembali ke masjid.’ Kemudian orang itu menjawab: “Sesungguhnya teman-temanku berada di Harrah,” lalu keluarlah dia dari masjid, maka Said terus terbayang-bayang mengingatnya sampai beliau dikabari bahwa orang tersebut jatuh dari kendaraannya dan patah pahanya. (Sunan Ad Darimi 1/119, Ta’dhimus Sunnah hal. 31, Miftahul Jannah hal.134)

==============================================

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail At Taimi mengatakan, dirinya membaca pada sebagian kisah-kisah bahwa sebagian ahlul bid’ah ketika mendengar sabda Nabi:
“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah ia celupkan tangannya ke bejana sebelum mencucinya terlebih dahulu karena sesungguhnya ia tidak tahu di mana tangannya barmalam.” (Shahih, HR Al Bukhari dan Muslim)

Maka ahlul bid’ah tersebut mengatakan dengan nada mengejek: “Saya tahu di mana tanganku bermalam, tanganku bermalam di kasur.” Lalu paginya dia bangun dari tidurnya dalam keadaan tangannya sudah masuk ke dalam duburnya sampai ke lengannya.

At Taimy lalu berkata: “Maka berhati-hatilah seseorang untuk menganggap remeh Sunnah dan sesuatu yang bersifat mengikut perintah agama. Lihatlah bagaimana akibat jeleknya menyampaikan kepadanya.”

=============================================

Al Qadhi Abu Tayyib menceritakan kejadian yang ia alami, katanya: “Kami berada di sebuah majlis kajian di masjid Al Manshur. Datanglah seorang pemuda dari daerah Khurasan, ia bertanya tentang masalah musharat lalu dia minta dalilnya sehingga disebutkan dalilnya dari hadits Abu Hurairah yang menjelaskan masalah itu. Dia -orang itu bermadzhab Hanafi – mengatakan: ‘Abu Hurairah tidak bisa diterima haditsnya…’ Maka belum sampai ia tuntaskan ucapannya tiba-tiba jatuh seekor ular besar dari atap masjid sehingga orang-orang loncat karenanya dan pemuda itu lari darinya. Ular itupun terus mengikutinya. Ada orang mengatakan: ‘Taubatlah engkau! Taubatlah engkau!’ Kemudian dia mengatakan ‘Saya bertaubat.’ Maka pergilah ular itu dan tidak terlihat lagi bekasnya.” Adz Dzahabi berkata bahwa sanad kisah ini adalah para imam.

============================================

Berkata Abu Ja’far Muhammad bin Ali, pencatat Abu Zur’ah : “Kami mendatangi Abu Zur’ah di Ma’ Syahran (sebuah nama tempat) saat dia menghadapi sakratul maut, sementara disisinya terdapat Abu Hatim, Ibnu Warih dan Munzir bin Syazan serta yang lainnya. Lalu mereka menyebut-nyebut hadits tentang talqin :

“Talqinlah (tuntunlan) orang yang sedang menghadapi kematiannya dengan bacaan Laa ilaaha illallah “

Akan tetapi mereka agak sungkan untuk mentalqinkan Abu Zur’ah. Akhirnya mereka sepakat untuk meriwayatkan hadits tersebut. Maka berkatalah Ibnu Warih: “ telah meriwayatkan kepada kami Abu ‘Ashim, dari Abdul Hamid bin Ja’far dari Shalih…. dan tatkala menyebut Ibnu Abi….., dia tidak dapat meneruskannya-, maka berkatalah Abu Hatim: “telah meriwayatkan kepada kami Bundaar dari Abu ‘Ashim dari Abdul Hamid bin Ja’far dari Shalih, kemudian dia tidak dapat meneruskannya juga, sementara yang lainnya terdiam saja, maka berkatalah Abu Zur’ah yang sedang dalam sakaratul maut seraya membuka matanya, : Telah meriwayatkan kepada kami Bundaar, dari Abu ‘Ashim, dari Abdul Hamid, dari Shalih Ibnu Abi Uraib dari Katsir bin Murroh dari Mu’az bin Jabal dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang akhir perkataannya La ilaaha illallah, maka dia akan masuk syurga”  setelah itu ruhnya keluar dari dirinya. Semoga Allah merahmatinya

=====================================

‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan: “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meneladani, hendaklah meneladani para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya mereka adalah ummat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, dan paling lurus petunjuknya, serta paling baik keadaannya. Suatu kaum yang Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya, untuk menegakkan agama-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka serta ikutilah atsar-atsarnya, karena mereka berada di jalan yang lurus.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Baar dalam kitabnya Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih II/947 no. 1810, tahqiq Abul Asybal Samir az-Zuhairy]

======================================

Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) mengatakan: "Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.” [Syarh Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah 1/174 no. 315]

Beliau rahimahullah juga berkata: “Hendaklah kamu berpegang kepada atsar Salafush Shalih meskipun orang-orang menolaknya dan jauhkanlah diri kamu dari pendapat orang meskipun ia hiasi pendapatnya dengan perkataannya yang indah.” [Imam al-Aajury dalam as-Syari’ah I/445 no. 127, di-shahih-kan oleh al-Albany dalam Mukhtashar al-‘Uluw lil Imam adz-Dzahaby hal. 138, Siyar A’laam an-Nubalaa’ VII/120]

========================================

Muhammad bin Sirin rahimahullah (wafat th. 110 H) berkata: "Mereka mengatakan: ‘Jika ada seseorang berada di atas atsar (sunnah), maka sesungguhnya ia berada di atas jalan yang lurus.” [HR. Ad-Darimy I/54, Ibnu Baththah dalam al-Ibanah ‘an Syari’atil Firqatin Najiyah I/356 no. 242. Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/98 no. 109]

========================================

Imam Ahmad rahimahullah (wafat th. 241 H) berkata: “Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah oleh al-Laalikaa-iy I/175-185 no. 317]

========================================

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: “Sesungguhnya Allah melihat hati hamba-hamba-Nya dan Allah mendapati hati Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik hati manusia, maka Allah pilih Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan-Nya. Allah memberikan risalah kepadanya, kemudian Allah melihat dari seluruh hati hamba-hamba-Nya setelah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka didapati bahwa hati para Shahabat merupakan hati yang paling baik sesudahnya, maka Allah jadikan mereka sebagai pendamping Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mereka berperang atas agama-Nya. Apa yang dipandang kaum Muslimin (para Shahabat Rasul) itu baik, maka itu baik pula di sisi Allah dan apa yang mereka (para Shahabat Rasul) pandang jelek, maka jelek di sisi Allah” [HR. Ahmad (I/379), dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir (no. 3600). Lihat Majma’-uz Zawaa-id (I/177-178)]

============================================

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.” [HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241), al-Aajury dalam asy-Asyari’ah, al-Laalikaa-iy dalam as-Sunnah (I/113 no.150). Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan hadits ini shahih masyhur. Di-shahih-kan oleh Syaikh al-Albany. Lihat Silsilatul Ahaadits Shahihah (no. 203 dan 204)]

==========================================

Khalifah berkata, “Wahai Abu Hazim, mengapa kita membenci kematian?!”
“(Itu) karena kita telah memakmurkan dunia kita dan menghancurkan akhirat kita, sehingga kita benci untuk keluar dari kemakmuran menuju kehancuran”, jawabnya.

“Engkau benar”, kata khalifah…kemudian beliau menyambung perkataannya, “Wahai Abu Hazim –seandainya aku tahu- apakah yang akan kita dapatkan di sisi Allah di hari esok (kiamat)?”
Abu Hazim menjawab, “Paparkanlah amalan engkau kepada Kitab Allah AWJ, niscaya engkau akan menemukan jawabannya.”

“Dimanakah aku bisa menemukannya dalam Kitab Allah ta’ala?” tanya khalifah.
Abu Hazim menjawab, “Engkau bisa menemukannya dalam firman-Nya yang maha tinggi, “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan. Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka” (Surat al-Infithaar: 13-14).

“Kalau demikian, dimanakah rahmat Allah?” tanya khalifah lagi.
Abu Hazim menjawab, “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebajikan”( Surat al-A’raf: 56).

Khalifah berkata, “Seandainya aku tahu, bagaimanakah kita besok akan menghadap Allah AWJ?.”
Abu Hazim menjawab, “Adapun orang yang berbuat baik, ia bagaikan orang yang pulang dari bepergian jauh mendatangi keluarganya (dipenuhi kerinduan untuk berjumpa, penj.)…Adapun orang yang berbuat jahat, Ia bagaikan budak yang kabur yang diseret menghadap tuannya dengan paksa (sehingga ia merasa ketakutan).”

Serta merta khalifah menangis, suara tangisannya meninggi dan bertambah keras. Kemudian beliau berkata, “Wahai Abu Hazim, bagaimana (caranya) agar kita menjadi baik?.”
“Tinggalkan takabbur dan berhiaslah dengan maruah (sopan santun)”, jawabnya.

Khalifah berkata lagi, “Adapun dengan harta ini, bagaimana jalan menuju takwa kepada Allah padanya?.”
Abu Hazim menjawab, “(Yaitu) apabila engkau mengambilnya dengan cara yang haq…menyerahkannya kepada yang berhak…engkau bagi secara merata dan engkau berbuat adil di antara rakyatmu.”

Khalifah berkata, “Wahai Abu Hazim, beritahukan kepadaku siapakah manusia yang paling mulia?.”
“Mereka adalah orang yang memiliki maruah dan ketakwaan” jawabnya.

Khalifah berkata, “Wahai Abu Hazim, perkataan apakah yang paling adil?”
“Yaitu kalimatul haq yang diucapkan oleh seseorang dihadapan orang yang ia takuti (keburukannya) dan dihadapan orang yang ia harapkan (kebaikannya)” jawabnya.

Khalifah bertanya, “Doa apakah yang paling cepat dikabulkan wahai Abu Hazim?”
“Yaitu doa orang baik untuk orang-orang baik” jawabnya.

Khalifah berkata, “Shadaqah apakah yang paling utama?.”
Ia menjawab, “(Yaitu) hasil kerja keras orang yang memiliki sedikit harta yang ia letakkan (shadaqahkan) pada tangan orang yang fakir miskin tanpa diiringi dengan mengungkit-ungkitnya dan menyakiti (perasaannya).”

Khalifah bertanya, “Siapakah orang yang paling cerdik dan berakal, wahai Abu Hazim?.”
“Yaitu seseorang yang mendapatkan (amal) berupa ketaatan kepada Allah ta’ala sehingga ia mengamalkanya, kemudian ia membimbing manusia kepadanya”, jawabnya.

“Dan siapakah orang yang paling tolol?” tanya khalifah lagi.
“Yaitu seseorang yang tunduk bersama hawa nafsu temannya sedangkan temannya adalah orang zalim, sehingga ia menjual akhiratnya dengan dunia orang lain” jawabnya.

Khalifah berkata, “Maukah kamu menemani kami –wahai Abu Hazim- sehingga kamu bisa mengambil (upah) dari kami dan kami bisa mengambil (nasehat) darimu.”
Ia menjawab, “Tidak, wahai Amirul Mukminin.”

“Mengapa?” tanya khalifah.
Ia manjawab, “Saya khawatirkan akan sedikit menyandarkan diri kepadamu, sehingga Allah akan menimpakan kepayahan dunia dan adzab akhirat kepadaku.”

Khalifah berkata, “Sampaikan hajatmu kepada kami wahai Abu Hazim.”
Ia terdiam dan tidak menjawab.

Khalifah lantas mengulang perkataannya “Sampaikan hajatmu kepada kami wahai Abu Hazim, niscaya kami akan menunaikannya untukmu, seberapa pun besarnya.”
Ia menjawab, “Hajatku adalah agar engkau menyelamatkan saya dari neraka dan memasukkan saya ke dalam surga.”

“Itu bukan wewenangku wahai Abu Hazim” kata khalifah.
Abu Hazim berkata, “Saya tidak memiliki hajat selain itu wahai Amirul Mukminin.”

Maka khalifah berkata, “Doakanlah aku wahai Abu Hazim.”
Ia pun berdoa, “Ya Allah, apabila hambamu Sulaiman termasuk wali-waliMu, maka permudahkanlah ia untuk (mengerjakan) kebaikan dunia dan akhirat…Namun, apabila ia termasuk musuh-musuhMu, maka perbaikilah ia dan tunjukilah ia kepada apa yang Engkau cintai dan ridlai.”

Maka, seseorang dikalangan para hadirin ada yang berkata, “Alangkah buruknya apa yang kamu katakan sejak kamu masuk menemui Amirul Mukminin…Kamu telah menjadikan khalifah muslimin termasuk musuh-musuh Allah dan kamu telah menyakitinya.”
Abu Hazim berkata, “Bahkan, alangkah buruknya apa yang kamu katakan, sungguh Allah telah mengambil janji dari para ulama agar mereka selalu mengatakan kalimatul haq, Allah berfirman, “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan kamu menyembunyikannya.” (Surat Ali Imran: 187)

=====================================================

"Tidaklah di dunia ini ada orang yang lebih menderita dari pecinta
meski ia mendapatkan cinta itu manis rasanya.
Engkau lihat ia selalu menangis pada setiap keadaan, karena takut berpisah atau karena rindu dendam.
Ia menangis jika mereka jauh, sebab didera kerinduan.
Ia menangis pula saat berdekatan, sebab takut perpisahan.
Air matanya mengalir saat bertemu.
Air matanya mengalir saat berpisah."

===========================================

Ibnu Syuja’ Al-Kirman berkata, "Siapa yang memakmurkan lahiriahnya dengan mengikuti Sunnah, memakmurkan batiniah-nya dengan muraqabah (penjagaan kepada Allah), menahan nafsunya dari syahwat dan menahan pandangannya dari apa yang diharamkan, serta ia membiasakan diri makan yang halal, niscaya firasatnya tidak akan salah."

===========================================

Disebutkan apa yang dilakukan oleh sebagian ahli ilmu di negeri Afrika, "Bahwasanya di pinggir negeri itu terdapat mata air yang disebut dengan mata air penyembuhan. Orang-orang awam terkena fitnah olehnya, sehingga mereka berduyun-duyun dari berbagai negeri mendatanginya. Orang yang belum menikah, belum mempunyai anak akan dikatakan padanya, ‘Ikutlah aku ke mata air penyembuhan.’ Dari sini Al-Hafizh Abu Muhammad mengetahui bahwa di dalamnya ada fitnah. Maka beliau keluar di pagi buta dan melenyapkannya, lalu beliau adzan subuh di atasnya, selanjutnya berkata, ‘Sesungguhnya aku melenyapkan ini karena-Mu, karena itu janganlah Engkau jadikan ada orang yang masih memuliakannya’." Dan memang setelah itu tidak ada lagi orang yang memuliakannya hingga sekarang.

===============================================

==================================================

Alkisah suatu saat Ismail Al-Qadhi masuk kepada khalifah Abbasiyyah waktu itu, lalu disuguhkan padanya sebuah kitab yang berisi tentang keringanan dan ketergelinciran para ulama. Setelah membacanya dia berkomentar : “Penulis buku ini adalah zindiq, sebab orang yang membolehkan minuman memabukkan tidaklah membolehkan nikah mut’ah, dan orang yang membolehkan nikah mut’ah tidaklah membolehkan nyanyian, tidak ada seorang alim pun kecuali memiliki ketergelinciran. Barangsiapa memungut semua kesalahan ulama niscaya akan hilang agamanya”. Akhirnya, buku itu diperintahkan supaya dibakar. [Siyar A’lam Nubala 13/465,Adz-Dzahabi]

==============================================

Diceritakan ada lelaki yang sangat durhaka kepada sang ayah sampai tega menyeret ayahnya ke pintu depan untuk mengusirnya dari rumah. Sang lelaki ini dikarunia anak yang lebih durhaka darinya. Anak itu menyeret bapaknya sampai kejalanan untuk mengusirnya dari rumahnya. Maka sang lelaki berkata : “Cukup… Dulu aku hanya menyeret ayahku sampai pintu depan”. Anak dari lelaki itu menimpali : “Itulah balasanmu. Adapun tambahan ini sebagai sedekah dariku!”.

=====================================

Dzaadzan berkata :

“Saya adalah seorang pemuda yang bersuara merdu, pandai memukul gendang, ketika saya bersama teman-teman sedang minum minuman keras, lewatlah Ibnu Mas’ud, maka ia pun memasuki (tempat kami), kemudian ia pukul tempat (yang berisikan minuman keras) dan membuangnya, dan ia pecahkan gendang (kami), lalu ia (Ibnu Mas’ud) berkata : “Kalaulah yang terdengar dari suaramu yang bagus adalah Al-Qur’an maka engkau adalah engkau… engkau”.

Setelah itu pergilah Ibnu Mas’ud. Maka aku bertanya kepada temanku : “Siapa orang ini ?” mereka berkata : “Ini adalah Abdullah bin Mas’ud (sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.

Maka dengan kejadian itu (dimasukkan) dalam jiwaku perasaan taubat. Setelah itu aku berusaha mengejar Abdullah bin Mas’ud sambil menangis, (setelah mendapatinya) aku tarik baju Abdullah bin Mas’ud.

Maka Ibnu Mas’ud pun menghadap kearahku dan memelukku menangis. Dan ia berkata : “Marhaban (selamat datang) orang yang Allah mencintainya”. Duduklah! lalu Ibnu Mas’ud pun masuk dan menghidangkan kurma untukku [Siyar ‘Alamun Nubala 4/28]

=====================================================

Adalah Al-Hasan Al-Basri duduk dalam majelisnya dimana setiap hari ia mengadakan majelis ditempat itu. Adapun Habib Al-Ajami duduk dalam majelisnya dimana ahli dunia dan perdagangan mendatanginya. Dan ia lalai dengan menjelis Al-Hasan Al-Basri, dan tidak menoleh sedikitpun dengan apa yang disampaikan oleh Al-Hasan Al-Basri. Hingga suatu hari ia ingin mengetahui apa yang disampaikan Al-Hasan Al-Basri, maka dikatakan kepadanya : “Dalam majelis Al-Hasan Al-Basri diceritakan tentang surga, neraka dan manusia diberi semangat untuk mendapatkan akhirat, dan ditanamkan sikap zuhud terhadap dunia (memfokuskan segala karunia Allah untuk akhirat). Maka perkataan ini menancap dalah hatinya, lalu ia pun berkata : “Mari kita mendatangi majelis Al-Hasan Al-Basri!”, maka berkatalah orang-orang yang duduk dalam majelis kepada Al-Hasan Al-Basri : “Wahai Abu Said ini adalah Habih Al-Ajami menghadap kepadamu nasehatilah ia. Lalu Habib Al-Ajami menghadap Hasan Al-Basri dan Hasan Al-Basri menghadap kepadanya, lalu ia nasehati Habib Al-Ajami, ia ingatkan dengan syurga, ia takut-takuti dengan neraka, ia hasung untuk melakukan kebaikan, ia ingatkan untuk berlaku zuhud di dunia. Maka Habib Al-Ajami pun terpengaruh dengan nasehat itu, lalu bersedekah 40 ribu dinar. Dan iapun berlaku qona’ah (menerima) dengan hal sedikit, dan ia terus beribadah kepada Allah hingga meninggal dunia” [Hilyatul Aulia 6/149 dengan sedikit perubahan, dan lihat Siyar ‘Alamun Nubala 6/144]

==============================================

Abu Nu’aim mengutip dalam kitab “Al-Hilyah” dengan sanadnya kepada Ibrahim bin Sulaiman Az-Zayyat, dimana ia berkata :

“Adalah kami berada disisi Sufyan Ats-Tsauri, lalu datanglah seorang wanita dan mengeluhkan anak laki-lakinya, wanita itu berkata : “Wahai Abu Abdullah saya mendatangimu agar engkau menasehatinya? Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : Ya, datangkan anakmu itu”. Kemudian perempuan itu datang bersama anaknya, maka Sufyan Ats-Tsauri pun menasehati anak itu, setelah selesai berpalinglah anak itu pergi. Maka kembalillah wanita tadi sesudah beberapa waktu dan berkata : “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai Abu Abdullah (Sufyan Ats-Tsauri)", dan ia pun menceritakan perilaku anaknya yang ia sukai setelah mendapat nasehat Sufyan Ats-Tsauri.

Setelah beberapa lama, datanglah kembali wanita itu dan berkata : “Wahai Abu Abdullah, annakku tidak pernah tidur dimalam hari, dan pada siang hari ia berpuasa, tidak makan dan tidak pula minum. Maka berkatalah Sufyan Ats-Tsauri : “Celaka anda, mengapa ia berbuat demikian ?” Wanita itu menjawab : “Untuk mencari hadits”. Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : “Harapkanlah dirimu darinya pahala dari sisi Allah” [Hilyatul Aulia 4/65,66]

Sufyan Ats-Tsauri adalah salah seorang ulama terkemuka, dan seorang yang banyak menyuruh kebaikan, tidaklah ia takut celaan orang yang suka mencela dijalan Allah, hingga berkata salah seorang diantara mereka ; “Adalah saya keluar bersama Sufyan Ats-Tsauri, maka hampir-hampir lisannya tidak putus dari menyuruh kebaikan dan melarang dari kemungkaran baik ketika pergi atau pulang” [Hilayatul Aulia]

=======================================================

Ada sebuah kisah menarik tentang kematian Imam ash-Shan’ani (w 1182H), yaitu beliau tertimpa sakit perut (mencret) yang menguras isi perut beliau .Keluarga beliau mencarikan obat tetapi tidak berguna sedikitpun.

Kemudian dibawakan 2 buah buku kepada beliau, yaitu Al-Insan Al Kamil karya Al Jili, dan al-Madhnun Bihi ‘Ala Ahlihi karya Al-Ghazali, yang beliau pernah berkomentar : "Aku tidak menganggapnya sebagai karya beliau. Buku ini hanyalah dinisbatkan secara dusta." Kemudian imam Ash-Shan’ani berkata : "Kemudian aku menelaah buku tersebut, maka aku temukan buku tersebut berisi kekufuran yang nyata, maka aku perintahkan supaya kedua buku itu dibakar dengan api dan apinya digunakan untuk membuat roti untukku." Kemudian beliau makan roti dengan niat sebagai obat,setelah itu beliau tidaklah merasa sakit.

==================================================

Pada biografi Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala Al Hamdani (w.248) ,Muthayan berkata :"Abu Kuraib berwasiat agar buku-buku karyanya dipendam, maka dilaksanakan wasiat beliau."

Kemudian Adz-Dzahabi didalam Siyar 11/397 memberikan komentar : "Beberapa ahli hadits telah mewasiatkan agar buku-bukunya dipendam, dibakar, atau dicuci (dilunturkan tintanya), karena takut buku tersebut dipegang oleh muhaddits yang kurang agamanya, kemudian ia akan merubah-rubah dan menambahinya, kemudian hal itu dinisbatkan kepada Al-Hafidz (ahli hadits pemilik kitab). Atau didalam kitab itu terdapat riwayat yang putus atau lemah yang tidak pernah ia ceritakan, sedangkan yang telah ia riwayatkan adalah hal-hal yang telah dipilih. Maka ia pada akhirnya membenci hasil tulisannya, dan tidak ada jalan lain kecuali harus dimusnahkan.Karena hal ini dan lainnya ia memendam buku-bukunya."

Syaikh Masyhur berkata : "Buku-buku yang penuh dengan racun kalajengking dan ular (yang berisi kejelakan dan kemungkaran) lebih layak untuk dipendam, dimusnahkan dan dibakar.

==============================================

Seseorang dari Afrika berkata : “Ada seorang syaikh, di antara syaikh Thariqah Sufi. Setiap selesai melakukan shalat, dia mengangkat tangannya dan mendo’akan kecelakaan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Dia memohon kepada Allah, agar Allah menimpakan kerburukan kepadanya …dan seterusnya”. Do’a yang menjadikan bergidik hati orang-orang yang bertauhid.

Seorang Afrika tadi berkata : “Suatu kali aku mendatanginya, aku membawa kitab tauhid, tetapi aku melepaskan sampulnya dan aku buang judulnya. Aku menemuinya, duduk bersamanya, dan mulai mengobrol. Dia (syaikh Sufi) berkata kepadaku : ‘Kitab apa ini ?’. Aku jawab : ‘Kitab yang berisi ayat dan hadits, ditulis oleh seorang ulama’. Dia berkata : ‘Bolehkah aku membacanya?’. Maka seolah-olah aku berharap agar dia tambah meminta dan penasaran. Aku lalu memberikannya, dan berkata : “Tetapi aku ingin engkau meringkaskan kitab ini untukku, karena aku tidaklah seperti anda, seorang alim yang agung, sehingga aku mendapatkan manfaat”.

Maka besoknya dia kembali, lalu syaikh itu mengatakan : “Kitab ini sangat bagus, kitab ini menjelaskan berdasarkan ayat dan hadits, bahwa kita berada di atas kesesatan, kebodohan, dan penyimpangan. Didalamnya hanya ada firman Allah dan sabda Rasul. Siapakah yang menyusunnya ?” Dia menjawab : “Inilah penyusunnya, orang yang selalu engkau do’akan kecelakaan pada waktu malam dan siang”. Maka syaikh itu bertaubat kepada Allah saat itu juga. Dahulu dia selalu mendo’akan kecelakaan untuknya, kemudian dia lalu mendo’akan kebaikan untuknya. Inilah Imam Muhammad bin Abdul Wahhab.

======================================================

Ibnu Abil ‘Izz rahimahullah berkata: “Ketinggian Allah di samping ditetapkan melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah ditetapkan pula melalui akal dan fitrah. Adapun tetapnya ketinggian Allah melalui akal dapat ditunjukkan dari sifat kesempurnaan-Nya. Sedangkan tetapnya ketinggian Allah secara fitrah, maka perhatikanlah setiap orang yang berdo’a kepada Allah Azza wa Jalla pastilah hatinya mengarah ke atas dan kedua tangannya menengadah, bahkan barangkali pandangannya tertuju ke arah yang tinggi. Perkara ini terjadi pada siapa saja, yang besar maupun yang kecil, orang yang berilmu maupun orang yang bodoh, sampai-sampai di dalam sujud pun seseorang mendapat kecenderungan hatinya ke arah itu. Tidak seorang pun dapat memungkiri hal ini, dengan mengatakan bahwa hatinya itu berpaling ke arah kiri dan kanan atau ke bawah.”

Ini adalah penjelasan bahwa allah berada di atas langit, dan bantahan bagi yang menganggap allah ada dimana-mana, atau yang menganggap Allah tidak bertempat.

=======================================================

Anas bin Malik meriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha, bahwa ada seorang miskin meminta-minta kepadanya padahal dia sedang berpuasa, sementara di rumahnya tidak ada makanan selain sekerat roti kering, berkata Aisyah kepada pembantunya, "Berikan roti itu kepadanya," si pembantu menyahut, "Anda nanti tidak memiliki apa-apa untuk berbuka puasa. Maka beliau berkata lagi, "Berikan roti itu kepadanya." Perawi mengatakan, "Maka pembantu itu melakukannya, dan dia berkata, "Belum menjelang sore ada salah satu dari keluarga Nabi, atau seseorang yang pernah memberi hadiah mengantarkan daging kambing (masak) yang telah ia bungkus. Maka beliau memanggilku dan berkata, "Makanlah engkau, ini lebih baik daripada rotimu tadi."
(HR Malik dalam al Muwaththa’ 2/997)

=========================================================

Al-Haitsam bin Jamil meriwayatkan bahwa Fudhail bin Marzuq datang kepada al Hasan bin Huyaiy karena ada kebutuhan yang sangat mendesak, sedangkan dia tidak punya apa-apa. Maka al Hasan memberikan enam dirham dan dia memberitahukan, bahwa ia tidak memiliki selain itu. Maka Fudhail berkata, "Subhanallah, Saya mengambil semuanya sedangkan engkau tidak punya yang lain?” Namun al Hasan enggan mengambil semuanya, dan Fudhail juga enggan. Akhirnya dinar itu dibagi dua, dia ambil tiga dinar dan dia tinggalkan tiga dinar.(Tahdzib al Kamal 23/308)
 
1 dinar sama dengan kira-kira 4,25 gram emas murni, sekitar 500ribu rupiah
1 dirham sama dengan kira-kira 3,3 gram perak, sekitar 10ribu rupiah
=========================================================

Diriwayatkan dari Yahya bin Hilal al Warraq dia berkata,"Saya datang kepada Muhammad bin Abdullah bin Numair untuk mengadukan sesuatu kepadanya, maka dia mengeluarkan empat atau lima dirham seraya berkata, "Ini separuh harta yang ku miliki. Dan dalam kesempatan lain aku mendatangi Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal, dia mengeluarkan empat dirham dan berkata, "Ini keseluruhan yang aku miliki." (riwayat Ibnul Jauzi dalam Manaqib Imam Ahmad hal 320)
 
=========================================================

Dari Aun bin Abdullah dia berkata, "Seseorang yang sedang berpuasa berteduh, ketika menjelang berbuka seorang pengemis datang kepadanya, ketika itu dia memiliki dua potong kue. Maka salah satunya diberikan kepada si pengemis, namun sejenak ia berkata, "Sepotong tidaklah membuatnya kenyang, dan sepotong lagi tidak membuatku kenyang, maka kenyang salah satu lebih baik daripada kedua-duanya lapar." Akhirnya ia berikan yang sepotong lagi kepada si pengemis. Kemudian ketika tidur dia bermimpi didatangi seseorang dan berkata, "Min-talah apa saja yang kau kehendaki." Dia menjawab, "Aku minta ampunan. Orang tersebut berkata, "Allah telah melakukan itu untukmu, mintalah yang lain lagi!" Dia berkata, "Aku memohon agar orang-orang mendapatkan pertolongan." (riwayat ad Dainuri dalam al Mujalasah 3/47)

=========================================================

Imam Syafi’i rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimana hasrat tuan terhadap ilmu?”Beliau manjawab, “Saya seperti mendengar kata-kata yang tidak pernah saya dengar. Saya bahkan ingin agar saya punya banyak pendengaran, supaya bisa menikmati seperti yang dinikmati oleh kedua telinga saya”. “Bagaimana kerakusan anda terhadap ilmu?” Beliau menjawab,“Seperti rakusnya pencari harta yang mencapai puncak kenikmatan karena hartanya.’ ‘Bagaimana tuan mencari ilmu?’ beliau menjawab ‘Seperti seorang ibu yang bingung mencari anaknya, yang semata wayang’. Ibnu Asakir dalam menceritakan Abu Manshur Muhammad bin Husain An-Naisaburi berkata, ‘Beliau terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, meski dalam kondisi fakir. Bahkan beliau mengulangi dan menulis pelajarannya di bawah sinar rembulan, karena tidak mampu membeli minyak lampu.’

Ibnu Katsir berkata, ‘Ilmu tidak bisa diperoleh dengan leha-leha.’ Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi berkata, ‘Untuk menuntut ilmu hadits, saya mengalami kencing darah dua kali, pertama di Baghdad dan kedua di Makkah. Hal itu karena saya berjalan dengan kaki telanjang di tengah sengatan terik matahari. Saya tidak pernah naik kendaraan saat mencari hadits kecuali sekali, dan saya selalu membawa kitab-kitab di punggung saya.’ Sementara Imam Baqi bin Mukhallad Al-Andalusi pada tahun 221H berjalan kaki dari Andalus (Spanyol) ke Baghdad untuk menemui dan belajar kepada Imam Ahmad.

====================================================

Ahmad bin Ibrahim Al-Abbas berkata, ‘Ketika sampai berita wafatnya Imam Muhammad Ar-Razi, saya masuk kamar dan menangis. Keluargaku mengerumuniku dan bertanya, ‘Apa yang menimpamu?’ ‘Imam Muhammad Ar-Razi telah wafat, kalian melarangku ke sana untuk menuntut ilmu,’ jawab-ku. Akhirnya mereka mengizinkanku mencari ilmu kepada Syaikh Hasan bin Sinan.’

Abu Ali Al-Farisi berkata: ‘Terjadi kebakaran besar di Baghdad, semua kitabku terbakar, padahal saya menulisnya dengan kedua tanganku. Selama dua bulan saya tidak kuasa berbicara dengan seorang pun, karena kesedihan dan duka yang dalam, bahkan beberapa saat saya dalam keadaan linglung.’ Imam Syu’bah bin Al-Hajjaj berkata, ‘Saya ingat, saya pernah ketinggalan tidak mendengar satu hadits dari Syaikh saya, sehingga saya sakit (karena sangat menyesal dan sedih akibat ketinggalan tersebut).

=================================================

Dikisahkan, Imam Asad bin Al-Furat melakukan perjalanan ke Iraq untuk belajar kepada Syaikh Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani Rahimahullaah. Imam Asad berkata, “Saya orang asing dan bekalku hanya sedikit, bagaimana agar saya bisa belajar lebih dari sekedar mengikuti kajian tuan?” Syaikh Asy-Syaibani menjawab, “Tetaplah ikut kajian pada siang hari, dan saya khususkan waktu malam untuk mengajarimu sendirian. Menginaplah di rumahku dan kamu akan saya ajari ilmu’. Imam Asad berkata, "Maka saya pun menginap di rumah beliau, beliau mendatangiku dengan membawa seember air. Beliau lalu membacakan ilmu untukku, jika malam telah larut dan aku mengantuk, beliau mengambil air dan memercikkannya ke mukaku, sehingga saya bersemangat lagi. Demikian terus berlalu, sehingga saya selesai belajar ilmu apa saja yang saya inginkan."

Abul Qasim Al-Muqri’ berkata, Imam Al-Hazimi senantiasa menelaah kitab dan mengarang hingga terbit fajar. Seseorang kemudian berkata kepada pembantunya, ‘Jangan kamu berikan minyak untuk pelitanya, barangkali beliau istirahat malam itu.’ Ketika malam tiba, Imam Al-Hazimi meminta minyak kepada pembantunya. Lalu dijawab, minyaknya telah habis. Imam Al-Hazimi lalu masuk ke rumahnya dan shalat di dalam kegelapan malam sampai terbit fajar.’

=======================================================

 

====================================================

Shilah ibn Asyam pernah keluar ke daratan di tanah Bashrah untuk khalwah (menyepi) dan beribadah…

Lalu sekelompok pemuda yang akan bersenang-senang melewatinya…
Mereka bermain-main…bersendau gurau dan bergembira…
Ia (Shilah) menyalami mereka dengan halus…

Dan dengan lembut ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian katakan tentang suatu kaum yang ber’azm (bertekad)  untuk safar (bepergian) karena suatu urusan besar, hanya saja mereka di waktu siang berbelok dari jalan untuk berbuat sia-sia dan bermain-main….dan di waktu malam mereka tidur untuk istirahat. Maka kapankah kalian melihat mereka menyelesaikan perjalanannya dan sampai di tempat tujuan?!”

Dan ia terbiasa mengucapkan kalimat tersebut di saat itu dan pada saat yang lain…
Pada suatu ketika ia bertemu dengan mereka dan ia mengucapkan kata-katanya tersebut kepada mereka…

Maka, salah seorang pemuda dari mereka bangkit dan berkata, “Sesungguhnya dia –demi Allah- tidak memaksudkan perkataannya kepada siapapun selain kita. Kita di siang hari bermain-main….dan di malam hari tidur…”

Kemudian pemuda tersebut memisahkan diri dari teman-temannya dan mengikuti Shilah ibn Asyam sejak hari itu. Ia terus menemaninya hingga kematian menjemputnya.

=========================================

Pada suatu siang Shilah ibn Asyam pernah pergi bersama sekelompok sahabatnya kepada suatu tujuan. Lalu lewatlah di depan mereka seorang pemuda yang menakjubkan dan bagus penampilannya….

Pemuda tersebut memanjangkan kain celananya sampai dibawah mata kaki hingga ia menyeretnya di tanah seperti orang sombong…

Para sahabat Shilah lalu bermaksud (melakukan tindakan) terhadap pemuda tersebut, mereka ingin mencemoohnya dengan perkataan dan memukulnya dengan keras…

Maka Shilah berkata kepada mereka, “Biarkan aku, yang akan menyelesaikan urusannya.”

Ia mendekati pemuda tersebut dan berkata dengan kelembutan seorang ayah yang penuh sayang…dan bahasa seorang sahabat yang jujur, “Wahai anak saudaraku, sesungguhnya aku punya hajat kepadamu.”

Pemuda itu berhenti, dan berkata, “Apa itu wahai paman?”
Ia berkata, “Hendaklah kamu mengangkat kainmu, sesungguhnya yang demikian itu lebih suci untuk pakaianmu…lebih bertakwa kepada Rabbmu…dan lebih dekat dengan sunnah Nabimu.”

Dengan rasa malu pemuda itu berkata, “Ya, dengan senang hati…”
Kemudian ia segera mengangkat kainnya.

Shilah berkata kepada sahabatnya, “Sesungguhnya yang seperti ini lebih baik daripada apa yang kalian inginkan…kalau seandainya kalian memukulnya dan mencemoohnya niscaya ia akan memukul dan mencemooh kalian…dan tetap membiarkan kainnya menjulur menyapu tanah.”

=============================================

Pada suatu kali seorang pemuda dari Bashrah mendatangai Shilah ibn Asyam dan berkata, “Wahai Abu ash-Shahbaa, ajari aku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadamu.”

Maka Shilah tersenyum dan berseri wajahnya, dan ia berkata, “Sungguh kamu telah mengingatkan aku -wahai anak saudaraku- tentang kenangan lama yang tidak aku lupakan…dimana pada saat itu aku seorang pemuda sepertimu…Aku mendatangi orang yang tersisa dari sahabat Rasulullah SAW, dan aku berkata kepada mereka, “Ajarilah aku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepada kalian.” Mereka berkata, “Jadikanlah al-Qur’an sebagai penjaga jiwamu dan kebun hatimu. Dengarkan nasehatnya dan nasehatilah kaum muslimin dengannya. Perbanyaklah berdoa kepada Allah semampumu.”

Anak muda itu berkata, “Berdoalah untukku, semoga engkau dibalasi dengan kebaikan.”

Ia menjawab, “Semoga Allah menjadikanmu senang (antusias) untuk memperoleh yang kekal (akhirat)…dan menjadikanmu zuhud terhadap yang fana (dunia)…dan menganugrahkan keyakinan kepadamu yang mana jiwa menjadi tenang kepadanya, dan dibutuhkan kepadanya dalam agama.”

=========================================

Suatu kali AL-QASIM IBN MUHAMMAD IBN ABI BAKAR pernah terlihat di Mina. Dan para penduduk negeri dari orang-orang yang berhaji ke baitullah mengerumuninya dari segala sisi dan menanyainya.

Ia menjawabi mereka dengan apa yang ia tahu, dan pada apa yang ia tidak tahu, ia mengatakan, “Aku tidak tahu…aku tidak mengerti…aku tidak faham.” Mereka pun dibuat heran dengannya.

Ia lalu berkata, “Aku tidak tahu seluruh apa yang kalian tanyakan…kalau aku mengetahuinya, niscaya aku tidak akan menyembunyikannya…dan tidak halal bagiku untuk menyembunyikannya. Dan (ketahuilah) seseorang hidup dalam keadaan bodoh –setelah mengetahui hak Allah atasnya- adalah lebih baik baginya daripada ia mengatakan apa yang ia tidak mengetahuinya.”

====================================

Al-Qasim ibn Muhammad telah diberi umur hingga lebih dari tujuh puluh dua tahun. Akan tetapi matanya menjadi buta di saat ia berusia lanjut.
Pada akhir tahun dari kehidupannya, ia menuju ke Mekkah menginginkan haji…dan di tengah perjalanan kematian menjemputnya.

Ketika ajalnya sudah dekat, ia menoleh kepada anaknya dan berkata, “Bila aku mati, kafanilah aku dengan pakaianku yang aku shalat dengannya, yaitu gamisku…sarungku…dan kainku…itu adalah kafan kakekmu Abu Bakar. Kemudian ratakan kuburanku dan pulanglah kepada keluargamu. Dan hati-hatilah (janganlah kamu) berdiri di atas kuburanku dan berkata, “Dahulu ia begini…dan dulu ia begitu….”, karena aku bukanlah siapa-siapa”.

======================================================

Maslamah bin Abdul Malik bersama pasukannya mengepung salah satu benteng Romawi. Sementara tidak ada jalan masuk ke dalam benteng kecuali satu pintu. Setelah pengepungan berlalu sekian lama, Maslamah berseru di tengah pasukannya, "Siapa yang berani menerobos pintu, maka jika dia mati saat menerobosnya, maka dia akan mendapatkan surga, insya Allah. Jika dia selamat, maka tanah yang ada di balik pintu itu patut diserahkan kepadanya, lalu dia harus membuka pintu itu agar pasukan Islam dapat masuk ke dalam benteng sebagai pemenang."

Ada seorang prajurit berdiri, yang mukanya ditutup kain, seraya berkata,"Aku akan melakukannya wahai Amir."
Akhirnya umat islam memenangkan peperangan itu.

Selama tiga hari Maslamah bin Abdul Malik bertanya-tanya, "Siapakah orang yang mengenakan tutup muka? Siapakah yang telah membuka pintu benteng?" Tak seorang pun yang bangkit.
Pada hari ketiga dia berkata, "Aku bersumpah agar orang yang mengenakan tutup muka menemui aku, kapan pun waktunya, siang atau malam."

Maka pada tengah malam ada yang mengetuk pintu tendanya. Maslamah bertanya,"Engkaukah orang yang mengenakan tutup muka?"Orang itu menjawab, "Dia meminta tiga syarat sebelum engkau melihatnya.""Apa itu?" tanya Maslamah.

"Engkau tidak boleh mengumumkan namanya kepada orang-orang, engkau tidak boleh memberinya imbalan apa pun dan engkau tidak boleh melihatnya sebagai orang yang memiliki keistimewaan," kata orang itu. Dengan kata lain, dia tidak menginginkan apa-apa."Aku terima," kata Maslamah. Orang itu berkata, "Memang akulah orang yang mengenakan tutup muka itu."

Maka Maslamah langsung menghampiri dan memeluknya. Maka di antara doa Maslamah, "Ya Allah, himpunkan aku bersama orang yang mengenakan tutup muka. Ya Allah, himpunkan aku bersama orang yang mengenakan tutup muka.

=======================================================

Amr bin Qais Al Mala’y berpuasa selama dua puluh tahun, sementara keluarganya tidak mengetahuinya. Dia mengambil makan siangnya lalu pergi ke tokonya, lalu dia menshadaqahkan makan siangnya itu dan dia sendiri berpuasa, sementara keluarganya tidak mengetahui hal itu.

===================================================

Dari Abu Hamzah Ats Tsumaly, bahwa Ali bin Al Husain membawa roti di atas punggungnya pada malam hari lalu mencari orang-orang miskin di kegelapan malam. Dia berkata, "Sesungguhnya shadaqah yang diberikan pada kegelapan malam dapat memadamkan kemurkaan Allah."
Dari Muhammad bin Ishaq, dia berkata, "Penduduk Madinah hidup dengan makanan itu, sementara mereka tidak tahu siapa yang telah memberi makanan itu kepada mereka. Setelah Ali bin Husain meninggal dunia, maka mereka tidak lagi mendapatkan makanan pada malam hari."

Dari Amr bin Tsabit, dia berkata, "Setelah Ali bin Al Husain meninggal dunia, orang-orang melihat bekas punggungnya, yaitu bekas kantong makanan yang biasa dia panggul untuk diberikan kepada para wanita janda."

Syaibah bin Nu’amah berkata, "Setelah Ali bin Al Husain meninggal dunia, orang-orang mendapatkan seratus keluarga yang dia santuni. Karena itulah dia dianggap orang bakhil. Pasalnya, dia menyalurkan infaq secara rahasia, sementara keluarganya mengira dia menumpuk dirham. Sebagian diantara mereka berkata, "Kami tidak pernah kehilangan shadaqah yang diberikan secara sembunyi-sembunyi hingga Ali meninggal dunia."

=================================================

Al Hasan al Bashri bila datang ke pasar dan mendengar hiruk pikuk orang orang di sana, ia berkata, "Aku mengira malam mereka adalah malam yang buruk (karena tidur nyenyak dan tidak bertahajjud), mengapa mereka tidak tidur tengah hari?"

=============================================

Al Mughirah berkata, "Aku pernah keluar pada suatu malam setelah orang orang benar benar telah tertidur, lalu aku melintasi Malik bin Anas, aku melihatnya tengah berdiri melakukan shalat. Tatkala dia selesai dari bacaan al Faatihah, dia mulai membaca surat at Takaatsur:

‘Bermegah megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar benar akan melihat Neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah megahkan di dunia itu).’

Lalu dia menangis cukup lama dan kemudian dia pun mengulangi ayat ini dan kembali menangis. Apa yang aku dengar dan aku lihat dari sosok Malik ini telah membuatku melupakan keperluanku yang membuatku keluar untuknya. Tiada henti hentinya aku berdiri, sedangkan dia tetap mengulang ulang ayat tersebut dan menangis hingga terbit fajar. Tatkala dia melihat fajar telah jelas, barulah dia ruku’. Kemudian aku pulang ke rumahku, lalu aku berwudhu’ dan kemudian pergi ke masjid, tiba tiba Malik sudah berada di tempatnya (di masjid) dan jama’ah ada di sekelilingnya. Tatkala memasuki waktu Shubuh, aku melihat pada wajahnya tampak cahaya dan keindahan darinya."

============================================

Dihikayatkan dari imam asy-Syafi’i dan Muhammad bin al-Hasan bahwa keduanya melihat seorang laki-laki sedang berjalan ke arah mereka, lalu masing-masing mereka menebak pekerjaan orang tersebut. Kata imam asy-Syafi’i, “Dia itu seorang tukang kayu.” Muhammad bin al-Hasan berkata, “Dia itu seorang pandai besi.” Begitu orang itu mendekat, keduanya bertanya kepadanya mengenai pekerjaannya, maka ia menjawab, “Dulu profesiku pandai besi tapi sekarang sudah berprofesi sebagai tukang kayu.”

2. Seorang laki-laki yang dulunya pandai baca al-Qur’an bertanya kepada sebagian ulama, lalu mereka berkata kepadanya, “Duduklah, sebab aku mencium dari ucapanmu bau ‘kekufuran’.” Tak berapa lama setelah itu, orang tersebut muncul lagi, tapi sudah masuk agama Nasrani, wal ‘iyaadzu billah. Lalu ia ditanya, “Adakah ayat al-Qur’an yang masih kamu hafal?.” Ia menjawab, “Aku tidak hafal kecuali satu ayat saja, ‘Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim.’” (al-Hijr:2)

3. Abu Sa’id al-Kharraz berkata, “Di Masjid Haram Mekkah, aku melihat seorang laki-laki miskin yang tidak memiliki apa-apa dan hanya mengenakan pakaian yang menutup auratnya saja. Karena kondisinya itu, aku menghindarinya dan diriku jijik terhadapnya. Lalu ia memfirastiku seraya melantunkan firman Allah, “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya.” (al-Baqarah:235) Maka aku pun menyesali atas sikapku tersebut dan memohon ampun kepada Allah. Lalu ia melantunkan ayat lagi, “Dan Dia-lah Yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan mema’afkan kesalahan-kesalahan…” (asy-Syura:25)

(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah karya Muhammad Amin al-Jundi, juz II, hal.71-72)

================================================

Qadhi Abu ath-Thayyib berkata, “Suatu hari kami mengikuti pengajian di Jami’ al-Manshur. Lalu datanglah seorang pemuda dari Khurasan yang mengetengahkan salah satu hadits shahih yang diriwayatkan Abu Hurairah. Setelah membacanya, ia mengomentari, “Hadits ini tidak dapat diterima…” Maka, belum lagi ia selesai bicara, tiba-tiba dari atas atap jatuh seeokor ular sehingga orang-orang bangun dan berhamburan ke luar, tak terkecuali pemuda tersebut namun anehnya, ular itu hanya membuntutinya. Ketika itu, ada orang yang menasehatinya, “Ayo, bertobatlah, bertobatlah.!!!” Maka anak muda itu pun mengatakan, “Aku bertobat kepada Allah.” Seketika, ular itu pun menghilang entah ke mana.”

===============================================

Kisah ini diceritakan oleh Syaikh ‘Abdullah al-Mathruud, Imam masjid Haram, Mekkah, di dalam sebuah kaset berjudul, “Penghuni Rumah Angkat Bicara” tepatnya, sehabis berziarah ke Daar an-Naqaahah yang menangani perawatan kondisi-kondisi parah, di sebuah propinsi di Kerajaan Arab Saudi.

Seorang pemuda berusia 27 tahun yang kondisinya tidak dapat lagi duduk untuk selama-lamanya berkisah, “Suatu ketika ibuku berkata kepadaku, ‘Tolong antarkan ibu ke rumah salah seorang kerabat kita.”

Mendengar itu, aku jadi kesal lalu berbicara kasar terhadapnya. Namun beliau mengulangi lagi, “Aku mohon padamu, wahai anakku, tolong antarkan aku ke rumah mereka sebab ada hak mereka yang harus aku berikan. Itulah tujuanku mengunjungi mereka.”

Lalu aku berkata padanya, “Baiklah, tapi ada syaratnya; aku akan mengantarkan ibu ke sana lalu pulang dan akan datang lagi tepat setelah setengah jam kemudian. Nanti aku akan membunyikan klakson mobil satu kali, kalau ibu tidak keluar, maka aku akan pergi dan meninggalkan ibu di sini.”

Akhirnya sang ibu naik dan jadi pergi ke rumah kerabatnya bersama sang anak. Dan setelah berlangsung setengah jam tepat, sang anak pun datang dan membunyikan klakson mobilnya satu kali namun sang ibu tidak keluar-keluar. Maka, ia pun pergi dan meninggalkan sang ibu.

Dalam perjalanannya tersebut, mobil dilarikan dengan kecepatan tinggi hingga terjadilah kecelakaan atas dirinya. Akibat kejadian itu, ia kini tidak bisa lagi duduk untuk selama-lamanya. Ia hanya bisa berbaring terlentang atau telungkup dan tidak dapat menggerak-gerakkan anggota badannya selain kepala saja.

Komentar Penulis Buku:
Inilah balasan yang didapat oleh sang anak yang durhaka akibat perbuatannya sendiri. Kita berdoa semoga ia cepat sembuh dan dapat belas kasih Allah.

(SUMBER: Abnaa` Yu’adzdzibuun Aabaa`ahum karya Ahmad Muhammad Sinan, Bag.II, h.25-26)

===================================================

================================================

Kisah Abu Hazim Salamah ibn Dinar

Abdurrahman bertanya, “Bagaimanakah trik mendapatkan hati yang selalu terjaga wahai Abu Hazim?.
Ia menjawab, “Ketika hati diperbaiki maka dosa-dosa besar terampuni… dan jika seoang hamba bertekad meninggalkan dosa, maka ia akan diliputi hati yang selalu terjaga. Jangan lupa wahai Abdurrahman bahwa kemewahan dunia akan menyibukkan hati dari kenikmatan akhirat… setiap nikmat yang tidak menjadikanmu dekat dengan Allah maka itu adalah bencana.”

Anak Abdurrahman berkata, “Sesungguhnya syaikh kami banyak dan kepada siapakah kami berteladan.”
Abdurrahman menjawab, “Wahai anakku, teladanilah syaikh yang paling takut kepada Allah secara sembunyi-sembunyi dan menahan diri dari mengumbar aib… memperbaiki dirinya sejak masa muda dan hal itu tetap berlangsung hingga masa tua. Ketahuilah wahai anakku, tidaklah mentari bersinar di pagi hari melainkan pada hari itu nafsu dan ilmu akan menghampiri penuntut ilmu, lalu keduanya saling bertarung dalam dadanya dengan dahsyatnya… jika ilmunya mengalahkan nafsunya maka hari itu adalah hari keberuntungannya… tetapi jika nafsunya yang mengalahkan ilmunya maka hari itu adalah hari kerugiannya. “

Abdurrahman berkata, “Seringkali anda menasihati kami untuk bersyukur wahai Abu Hazim, apa sebenarnya hakikat syukur itu?.”
Ia mengatakan, “Tiap-tiap anggota dari tubuh kita, punya hak untuk kita syukuri.”

Abdurrahman berkata, “Bagaimana (cara) bersyukurnya kedua mata?.”
Ia menjawab, “(Yaitu) bila kamu melihat kebaikan dengan keduanya maka kamu mengumumkannya, dan bila kamu melihat keburukan maka kamu menutupinya.”

Abdurrahman berkata lagi, “Bagaiman (cara) bersyukurnya kedua telinga?.”
Ia menjawab, “Bila kamu mendengar kebaikan dengannya maka kamu memahaminya, dan bila kamu mendengar keburukan maka kamu menimbunnya.”

“Bagaimana (cara) bersyukurnya kedua tangan?” kata Abdurrahman lagi.
Ia menjawab, “Hendaklah kamu tidak mengambil apa yang bukan milikmu dengannya…hendaklah kamu tidak melarang hak dari hak-hak Allah dengannya…dan janganlah terlewatkan olehmu wahai Abdurrahman, bahwa orang yang hanya bersyukur dengan lisannya dan tidak mengikut sertakan seluruh anggota badan dan hatinya bersamanya…maka perumpamaannya adalah sama dengan orang yang memiliki kain (baju), tetapi ia hanya memegang ujungnya dan tidak mengenakannya…Maka yang demikian itu tidaklah melindunginya dari panas dan tidak pula membentenginya dari dingin.”

==========================================================================

Pada suatu tahun, Salamah ibn Dinar berangkat bersama pasukan muslimin menuju negeri Romawi mengharapkan jihad fisabilillah bersama para mujahid.
Tatkala pasukan telah sampai di akhir perjalanan, maka ia memilih untuk beristirahat sebelum menghadapi musuh dan masuk ke medan pertempuran.

Di tengah-tengah pasukan ada seorang amir (pemimpin) dari umara Bani Umayyah, kemudian ia mengirim seorang utusan kepada Abu Hazim dan berkata kepadanya, “Sesungguhnya pemimpin kita mengundangmu untuk menemuinya agar kamu menceramahinya dan memahamkannya (tentang agama).”

Kemudian ia pun menulis surat yang ditujukan kepada amir tersebut yang berbunyi, “Wahai amir, sungguh aku telah menjumpai ahlul ilmi sedangkan mereka tidak membawa agama ini kepada ahli dunia. Dan aku tidak berprasangka anda ingin agar aku menjadi orang yang pertama kali melakukan hal tersebut. Apabila engkau punya hajat kepada kami, maka datangilah kami, dan semoga keselamatan tercurahkan kepadamu dan orang-orang yang bersamamu.”

Ketika amir (selesai) membaca suratnya, ia lantas pergi menemuinya dan mengucapkan salam kepadanya serta mendoakannya. Ia berkata, “Wahai Abu Hazim, sungguh kami telah membaca apa yang kamu tulis untuk kami, sehingga bertambahlah kemuliaanmu dan ‘izzahmu di sisi kami. Berilah peringatan kepada kami dan nasehatilah kami, semoga kamu diberi balasan atas kami dengan sebaik-baik balasan.”

Maka mulailah Abu Hazim menasehati dan mengingatkannya. Dan di antara apa ia katakan kepadanya (yaitu) “Lihatlah kepada apa yang engkau sukai untuk bisa menemanimu di akhirat, maka bersungguh-sungguhlah agar engkau mendapatkannya di dunia…Lihatlah kepada apa yang engkau benci untuk menjadi temanmu di akhirat, maka zuhudlah terhadapnya ketika engkau di dunia…Ketahuilah wahai amir, sesungguhnya apabila kebathilah telah dibuat menarik dan menjadi laku (laris) di sisimu, niscaya ahli kebathilan dan orang-orang munafik akan menemuimu dan berkumpul di sekitarmu. Dan apabila al-haq telah dibuat menarik dan ia menjadi laku (laris) di sisimu, niscaya ahlul khair akan berkumpul di sekelilingmu, dan mereka akan menolongmu untuk memenangkannya. Maka pilihlah apa yang kau sukai untuk dirimu.”

Tatkala kematian menjemput Abu Hazim al-A’raj, para sahabatnya berkata kepadanya, “Bagaimana keadaanmu wahai Abu Hazim?”
Ia menjawab, “Andaikan kita selamat dari keburukan apa yang kita dapatkan dari dunia, maka tidaklah akan membahayakan kita sesuatu yang kita dihindarkan darinya”, kemudian ia membaca sebuah ayat yang mulia, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang.” (Surat Maryam: 96)…ia terus saja mengulang-ulangi ayat tersebut hingga ajal menjemputnya

==================================================================

Kabar tentang kedermawanan Abu Hanifah telah tersebar di timur dan barat, khususnya di kalangan para sahabat dan teman dekatnya. Sebagai suatu contoh, pada suatu hari seorang temannya pergi ke tokonya dan berkata,
“Sesungguhnya aku membutuhkan pakaian dari bahan al-Khizz, wahai Abu Hanifah.”
Abu Hanifah bertanya,”Apa warnanya?”
Orang itu menjawab, “Begini dan begini.”
“Sabar dan tunggulah sampai aku mendapatkan pakaian tersebut,” kata Abu Hanifah.
Seminggu kemudian pakaian yang dipesan telah jadi, maka tatkala temannya itu melewati toko, Abu Hanifah memanggilnya dan berkata,
“Aku punya pakaian yang kamu pesan.”
Temannya merasa gembira dan bertanya kepada Abu Hanifah,
“Berapa aku harus membayar pegawaimu?”
“Satu dirham,” jawab Abu Hanifah.
Ia merasa heran dan bertanya lagi, “Cuma satu dirham?”
“Ya,” kata Abu Hanifah
Temannya berkata, “Wahai Abu Hanifah, engkau tidak sedang bergurau bukan?”

Abu Hanifah manjawab, “Aku tidaklah bergurau, karena aku telah membeli pakaian ini dan yang satunya lagi dengan harga dua puluh dinar emas plus satu dirham perak, kemudian aku menjual salah satunya dengan dua puluh dinar emas sehingga tersisa satu dirham. Dan aku tidak akan mengambil untung dari teman dekatku sendiri.”

==========================================================

Pada waktu yang lain ada seorang perempuan tua datang ke tokonya dan memesan sebuah baju dari bahan al-Khizz, tatkala Abu Hanifah memberikan baju pesanannya, perempuan tua tadi berkata, “Sungguh aku adalah seorang perempuan yang sudah tua dan aku tidak tahu harga barang sedangkan baju pesananku adalah amanah seseorang. Maka juallah baju itu dengan harga belinya kemudian tambahkan sedikit laba atasnya, karena sesungguhnya aku orang miskin.”

Abu Hanifah menjawab, “Sesungguhnya aku telah membeli dua jenis pakaian dengan satu akad (transaksi), kemudian aku jual salah satunya kurang empat dirham dari harga modal, maka ambillah pakaian itu dengan harga empat dirham itu dan aku tidak akan meminta laba darimu.”

============================================================

Pada suatu hari, Abu Hanifah melihat baju yang sudah usang sedang dipakai oleh salah seorang teman dekatnya. Ketika orang-orang-orang telah pergi dan tidak ada seorangpun di tempat itu kecuali mereka berdua, Abu Hanifah berkata kepadanya, “Angkat sajadah ini dan ambillah apa yang ada di bawahnya.” Maka temannya mengangkat sajadah tersebut, tiba-tiba ia menemukan di bawahnya seribu dirham. Kemudian Abu Hanifah berkata, “Ambil dan perbaikilah kondisi dan penampilanmu.” Akan tetapi temannya kemudian berkata, “Sesungguhnya aku seorang yang mampu (berkecukupan) dan sungguh Allah telah memberiku nikmat-Nya sehingga aku tidak membutuhkan uang tersebut.”

Berkata Abu Hanifah, “Jika Allah telah memberimu nikmat, maka di mana bekas dan tanda nikmata-Nya itu? Tidakkah sampai kepadamu bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, “Sesungguhnya Allah suka melihat bekas nikmat-Nya pada diri hamba-Nya.” Karena itu, seyogyanya kamu memperbaiki penampilanmu agar temanmu ini tidak sedih melihatnya.”

=========================================================

Hafsh bin Abdur Rahman merupakan relasi dagang Abu Hanifah dalam sebagian perniagaannya. Ia menyiapkan barang-barang dagangan berupa al-Khizz dan mengirimnya bersamanya (Hafsh) ke sebgian kota yang ada di Iraq. Pada suatu waktu beliau menyiapkan untuk dibawa Hafsh barang dagangan yang banyak dan memberi tahu kepadanya bahwa di antara barang-barang tersebut ada yang cacat, ia berkata, “Apabila kamu mau menjualnya maka terangkanlah kepada pembeli tentang cacat yang ada pada barang tersebut.”

Maka kemudian Hafsh menjual semua barang yang dititipkan dan ia lupa untuk memberi tahu sebagian barang yang ada cacatnya kepada para pembeli. Ia telah berupaya mngingat-ingat orang-orang yang telah membeli barang yang ada cacatnya tersebut, tetapi tidak berhasil. Maka tatkala Abu Hanifah tahu akan hal itu dan tidak mungkinnya mengenali orang-orang yang telah membeli barang yang cacat itu, hatinya tidak tenang sampai ia bersedekah dengan harga semua barang yang diperdagangkan oleh Hafsh.

=======================================================

Di samping semua sifat yang telah disebutkan di atas, ia juga seorang yang baik dalam bergaul dengan orang lain, teman dekatnya akan merasa bahagia bila bersamanya dan orang yang jauh darinya tidak akan merasa tersakiti bahkan musuhnya sekalipun. Salah seorang sahabatnya pernah berkata, aku telah mendengar Abdullah bin al-Mubarak berkata kepada Sufyan ats-Tsauri, “Wahai Abu Abdillah, betapa jauhnya Abu Hanifah dari sifat menggunjing, aku sama sekali tidak pernah mendengar ia berkata tentang kejelekan musuhnya.” Maka Sufyan berkata, “Sesungguhnya Abu Hanifah sangat waras sekali sehingga tidak mungkin melakukan hal yang dapat menghapus kebaikan-kebaikannya.”

====================================================

Alkisah suatu hari Rasulullah melihat seorang lelaki memakai cincin emas. Seketika, Rasulullah mencabut cincin tersebut dari jari lelaki tersebut, dan melemparkannya sambil bersabda, “Seseorang dari kalian sengaja mengenakan batu neraka pada tangannya”.

Ketika Rasulullah telah pergi, salah seorang sahabat menyuruh lelaki pemakai cincin tadi untuk mengambil cincinnya kembali. Ia menyarankan agar bisa menggunakan untuk keperluan lain, atau menjualnya. Tetapi lelaki itu menolak. “Demi Allah, aku tidak akan mengambil, karena cincin itu telah dibuang Rasulullah”.
 
Padahal, Rasulullah tidak melarang lelaki tersebut untuk memanfaatkan cincin tersebut pada kepentingan lain. Ia hanya melarang memakainya. Tetapi, si lelaki tersebut enggan mengambil cincin itu kembali, atas dasar cintanya kepada Rasulullah dan keinginan untuk menambah ketaatan dirinya kepada Rasulullah.

Sebenarnya cincin itu bisa digunakan untuk keperluan lain. Yang dilarang, hanyalah pemakaian cincin tersebut di kalangan lelaki. Sementara bagi wanita, cincin tersebut halal dipakai sebagai sarana berhias dan mempercantik diri.

Ket: tapi syaikh albani mengharamkan pemakaian emas melingkar bagi wanita

==============================================================

Ali bin Fudhail berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, betapa manisnya perkataan para Sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam.”

Ayahnya berkata, “Wahai anakku, apakah kamu mengetahui apakah yang menyebabkan perkataan mereka menjadi manis?”

Ali menjawab, “Tidak wahai ayahku.”

Ayahnya berkata, “Karena dengan perkataan tersebut mereka menginginkan Alloh.”

Abdullah bin Muhammad bin Munazzil bercerita, bahwa Hamdun bin Ahmad pernah ditanya : “Kenapa perkataan salaf lebih bermanfaat daripada perkataan kita?”

Hamdun menjawab, “Karena mereka berbicara demi kemuliaan Islam, keselamatan jiwa-jiwa dan keridhaan ar-Rahman. Sedangkan kita berbicara demi kemuliaan diri sendiri, mencari dunia dan ketenaran di hadapan manusia.”

====================================================================

Suatu hari Abdullah bin Rawahah hendak pergi ke masjid. Beberapa meter sebelum sampai di masjid, ia mendengar Rasulullah dalam khutbahnya memerintah, “Duduklah kalian semua!”.  Serta-merta, Abdullah bin Rawahah duduk, saking taatnya kepada perintah Rasulullah. Padahal, waktu itu ia belum sampai di masjid. Abdullah tetap duduk, sampai Rasulullah selesai berkhutbah.

Adapun sebab Rasulullah memerintahkan duduk, karena beliau melihat beberapa sahabat berdiri sewaktu beliau berkhotbah.

Lalu dikatakan kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, lihatlah Abdullah bin Rawahah. Ia mendengar engkau memerintah duduk, lalu seketika ia duduk di tempatnya”.

Kemudian Rasulullah berkata kepada Abdullah bin Rawahah, “Semoga Allah menambah semangatmu untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya”.

=========================================================

Alkisah ada dua orang bersaudara yang terkenal jago syair, Ka’ab bin Zuhair dan Bujair, mendengar risalah baru yang didakwahkan oleh Nabi. Bujair berkata kepada saudaranya, “Tunggulah. Aku akan pergi menemui orang itu (Nabi), untuk mendengar apa yang dikatakannya”.  

Ketika sampai di hadapan Nabi dan mendengar apa yang diucapkan, Allah memberikan hidayah padanya. Bujair masuk Islam. Mengetahui saudaranya masuk Islam, Ka’ab marah, lalu merangkai syair yang isinya menghujat Nabi. Isi syair itu sampai ke telinga Nabi, yang kemudian membolehkan Ka’ab untuk dibunuh. Bujair memberitahu ancaman Nabi, sambil berusaha menasehatinya untuk meminta maaf kepada Nabi, dan masuk Islam. Namun semuanya ditolak Ka’ab. Ia kemudian melarikan diri.
Hari-hari pun berlalu. Dalam pelariannya, Allah membuka hati Ka’ab, untuk menerima Islam.  Ia lalu datang menemui Nabi, dan berbaiat kepadanya untuk masuk Islam, sekaligus meminta maaf. Ia merangkai syair yang isinya memuji Nabi,

 

Inilah Rasul yang datang membawa cahaya,

Mengasah pedang-pedang Allah yang terhunus

Aku dengar Rasulullah telah mengancamku,

Namun ampunan darinya, tetap kuharap

 
Selesai mengucapkan syair itu, Nabi mengalungkan selendangnya kepada Ka’ab, dan mengampuninya.

=============================================================

Yazid bin Al-Walid berkata, "Wahai Bani Umayyah! Waspadalah kalian dari nyanyian, karena ia bisa mengurangi rasa malu, menghancurkan kepribadian, dan ia adalah pengganti khamar, sehingga membuat orang berbuat seperti orang mabuk, jika engkau terpaksa harus melakukannya maka jauhilah wanita, karena nyanyian mendorong kepada zina."

==========================================

Muhammad bin Al-Fadhl Al-Azdi berkata, "Suatu kali Al-Huthai’ah bersama seorang puterinya menginap di suatu rumah orang Arab gunung. Ketika malam telah larut, ia mendengar suara nyanyian, maka ia pun berkata kepada pemilik rumah, ‘Hentikan nyanyian itu!’ Pemilik rumah pun terperanjat, ‘Kenapa engkau membenci nyanyian?’ Al-Huthai’ah menjawab, ‘Nyanyian adalah pendorong kepada perbuatan keji, dan aku tidak suka jika puteriku mendengarnya. Hentikan nyanyian itu, jika tidak aku akan keluar dari rumahmu sekarang juga!"

========================================

Suatu kali, Umar bin Abdul Azis menulis kepada guru akhlak dari puteranya, "Hendaknya yang pertama kali mereka yakini dari akhlak (yang engkau ajarkan) yaitu membenci berbagai bentuk nyanyian, yang awalnya adalah dari syetan dan berakhir dengan murka Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang). Sungguh telah sampai padaku dari orang-orang ahli ilmu terpercaya bahwa suara alat-alat musik dan mendengarkan nyanyian juga keterpengaruhan dengannya bisa menumbuhkan nifaq di hati sebagaimana rumput tumbuh setelah disirami air."*

=======================================

Ayub As-Sakhtiyani berkata, "Jika orang-orang shalih disebut maka aku adalah orang yang terasing."

===============================================

Ketika Sufyan Ats-Tsauri dalam sakaratul maut, Abul Asyhab dan Hammad bin Salamah masuk kepadanya. Hammad berkata kepada Sufyan, "Wahai Abu Abdillah, bukankah engkau sudah merasa aman dari sesuatu yang engkau takuti? Dan engkau telah melakukan apa yang engkau harapkan, sedangkan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang." Sufyan menjawab, "Wahai Abu Salamah, apakah engkau mengharapkan orang seperti aku ini bisa selamat dari neraka?" Ia menjawab, "Ya, demi Allah, sungguh aku mengharapkanmu demikian."

===============================================

Yunus bin Ubaid berkata, "Sesungguhnya aku mendapatkan seratus ciri kebaikan, aku tidak tahu apakah dalam diriku terdapat satu daripadanya."

===============================================

Muhammad bin Wasi’ berkata, "Seandainya dosa memiliki aroma, tentu tak seorang pun yang kuat duduk bersamaku."

===============================================

Pernah suatu ketika Daud Ath-Tha’i diceritakan di hadapan sebagian para raja, sehingga mereka pun memujinya, maka ia berkata, "Seandainya manusia mengetahui sebagian apa yang ada pada kami, tentu tak sepatah pun lisan yang menyebutkan kebaikan kami selamanya."

===============================================

Al-Marwazi berkata, "Aku membantu Abu Abdillah berwudhu saat bersama orang banyak, tetapi aku menutupinya dari orang-orang agar mereka tidak mengatakan, ‘la tidak membaikkan wudhunya karena sedikitnya air yang dituangkan.’ Dan jika Imam Ahmad berwudhu, hampir saja (air bekasnya) tidak sampai membasahi tanah."

===============================================

"Abul Faraj Al-Jauzi* menyebutkan kisah dari Abil Wafa’ bin Uqail, ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya, ‘Saya menyelam dalam air berkali-kali tetapi saya ragu-ragu, apakah mandi saya telah sah atau belum, bagaimana menurut pendapatmu?"

Maka Syaikh menjawab, "Pergilah, kamu sudah tidak berkewajiban lagi menunaikan shalat."

Ia bertanya, "Bagaimana bisa begitu?" Syaikh menjawab, "Karena Nabi ShallallahuAlaihi wa Sallam bersabda, ‘Pena (catat-an amal) diangkat dari tiga jenis manusia: Orang gila hingga sembuh dari kegilaannya, orang yang tidur hingga bangun dan anak kecil sampai ia baligh.’ (Hadits shahih). Dan siapa yang menyelam dalam air berkali-kali lalu ia ragu-ragu, apakah ia telah kena air atau belum, maka dia adalah orang gila!"

=====================================================

"Tidaklah di dunia ini ada orang yang lebih menderita dari pecinta
meski ia mendapatkan cinta itu manis rasanya.
Engkau lihat ia selalu menangis pada setiap keadaan, karena takut berpisah atau karena rindu dendam.
Ia menangis jika mereka jauh, sebab didera kerinduan.
Ia menangis pula saat berdekatan, sebab takut perpisahan.
Air matanya mengalir saat bertemu.
Air matanya mengalir saat berpisah."

===========================================

Ibnu Syuja’ Al-Kirman berkata, "Siapa yang memakmurkan lahiriahnya dengan mengikuti Sunnah, memakmurkan batiniah-nya dengan muraqabah (penjagaan kepada Allah), menahan nafsunya dari syahwat dan menahan pandangannya dari apa yang diharamkan, serta ia membiasakan diri makan yang halal, niscaya firasatnya tidak akan salah."

===========================================

Disebutkan apa yang dilakukan oleh sebagian ahli ilmu di negeri Afrika, "Bahwasanya di pinggir negeri itu terdapat mata air yang disebut dengan mata air penyembuhan. Orang-orang awam terkena fitnah olehnya, sehingga mereka berduyun-duyun dari berbagai negeri mendatanginya. Orang yang belum menikah, belum mempunyai anak akan dikatakan padanya, ‘Ikutlah aku ke mata air penyembuhan.’ Dari sini Al-Hafizh Abu Muhammad mengetahui bahwa di dalamnya ada fitnah. Maka beliau keluar di pagi buta dan melenyapkannya, lalu beliau adzan subuh di atasnya, selanjutnya berkata, ‘Sesungguhnya aku melenyapkan ini karena-Mu, karena itu janganlah Engkau jadikan ada orang yang masih memuliakannya’." Dan memang setelah itu tidak ada lagi orang yang memuliakannya hingga sekarang.

===============================================

=========================================
diriwayatkan al-Khathib dan Abu Na’im serta selainnya dari Mu’adz bin Jabal r.a. yang berkata, "Pelajarilah ilmu, sebab mempelajarinya karena Allah adalah ketakwaan, mencarinya ibadah, mengulanginya tasbih, mengkajinya jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu sedekah, mengorbankannya kepada yang berhak adalah kurban (kedekatan kepada Allah). Dengan ilmu, Allah dikenal dan disembah serta diesakan, dengan ilmu halal dan haram diketahui, dan dengan ilmu hubungan rahim disambung.

==========================================

Imam Malik berkata, "Suatu ketika Abu Hurairah diundang ke sebuah walimah. Ia datang, tapi tak diizinkan masuk. Akhirnya beliau pulang dan mengganti baju. Ia datang lagi, dan kali ini diizinkan masuk. Ketika makanan dihidangkan, ia memasukkan lengan bajunya ke hidangan tersebut. Orang-orang serentak menyalahkan. Tapi beliau menjawab, ‘Baju inilah yang diizinkan masuk, makanya dialah yang seharusnya makan."’ Ini diceritakan Ibnu Mazin at-Thalithaly dalam kitabnya.

===========================================

Al-Muzany bercerita, ‘Aku mendengar Imam Syafi’i mengatakan bahwa siapa yang belajar Al-Qur’ an, maka nilai dirinya tinggi. Siapa yang mempelajari masalah fikih, maka martabatnya menjadi mulia. Siapa yang mempelajari bahasa, maka perasaannya menjadi halus. Siapa yang mempelajari ilmu hitung, maka pandangannya luas. Siapa yang menulis hadits maka hujahnya akan kuat. Dan siapa yang tidak menjaga dirinya, maka ilmunya tidak berguna baginya." Ucapan ini diriwayatkan dari Imam Syafi’i dengan versi yang berbeda-beda.

========================================

Mu’awiyah bertutur bahwa ia dengar al-A’masy berkata, "Barangsiapa tidak menuntut ilmu hadits, aku gemas untuk menamparnya dengan sandalku." Hisyam bin Ali bertutur bahwa ia mendengar al-’Amasy berkata, "Jika kamu lihat seorang tua yang tidak membaca Al-Qur’an dan tidak menulis hadits, maka tamparlah dia karena dia termasuk syuyuukhul-qamraa \" Abu Shalih bertanya kepada Abu Jakfar, "Apa maksud syuyuukhul-qamraa  itu?" Jawabnya, "Orang-orang tua yang lanjut usia yang berkumpul pada malam-malam terang bulan, mengobrol tentang orang lain sedang tak satu pun dari mereka dapat wudhu dengan baik."

==========================================

Al-Muzany berkata, "Imam Syafii bila melihat seorang tua maka ia menanyainya tentang hadits dan fikih. Kalau dia tahu sesuatu, maka dipujinya. Tapi bila tidak, maka ia berkata kepadanya,’ Semoga Allah SWT tidak memberimu ganjaran kebaikan atas dirimu dan Islam. Engkau telah menyia-nyiakan dirimu dan menyia-nyiakan Islam.’

=========================================

Alkisah seorang khalifah Bani Abbas sedang bermain catur. Ketika pamannya meminta izin masuk, ia mengizinkannya setelah menutup meja catur. Begitu sang paman duduk, ia bertanya, "Paman, apakah engkau telah membaca Al-Qur"an?"
Jawabnya, "Tidak."

Ia bertanya lagi, "Apakah engkau telah menulis sebuah hadits?"
"Tidak," jawabnya.

"Apakah engkau telah membaca fikih dan perbedaan pendapat para ulama?" tanyanya.
Kembali ia menjawab, "Tidak."

Sang khalifah bertanya lagi, "Apakah engkau telah mempelajari bahasa Arab dan sejarah?"
Ia menjawab, "Tidak."

Setelah mendengar semua jawaban ini, sang khalifah berkata, "Bukalah meja ini dan lanjutkan permainan!"

Di sini sopan santunnya dan rasa malunya kepada sang paman hilang. Teman bermainnya bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, engkau membuka meja catur itu di hadapan orang yang patut kau hormati?"
Sang khalifah berkata, "Diamlah! Di sini tak ada siapa-siapa."

=============================================

Ru’bah Ibnul ‘Ajjaj bercerita, "Pernah aku mendatangi an-Nassabah al-Bakry, lalu ia bertanya kepadaku, ‘Siapa kamu?’ Jawabku, ‘Aku Ibnul ‘Ajjaj.’

la berkata, ‘Aku tahu. Mungkin kamu seperti orang-orang yang bila aku diam mereka tidak menanyaiku, dan bila aku berbicara mereka tidak paham.’ Aku berkata, ‘Semoga aku tidak seperti itu.’

Ia bertanya, ‘Siapa musuh-musuh muru "ah,( ‘kewibawaan’)?’
Aku berkata, ‘Beritahukanlah kepadaku!’

Ia menjawab, ‘Teman-teman yang jahat. Bila melihat kebaikan temannya, mereka menutup-nutupinya. Tapi bila melihat keburukan, mereka menyebarkannya.’

Ia melanjutkan, ‘Ilmu itu punya aib, kemalangan, dan cacat. Aibnya adalah melupakannya, kemalangannya adalah berdusta dengannya, dan cacatnya adalah menyebarkannya kepada orang yang tidak layak.’"

=======================================

Ibnu Wahb berkisah, "Saat itu aku sedang berada bersama Imam Malik bin Anas, membaca buku di hadapannya dan mempelajari ilmu. Ketika tiba waktu shalat Zuhur atau Asar, aku kumpulkan buku-bukuku dan aku bangkit untuk shalat sunah. Imam Malik bertanya, Apa yang kamu lakukan ini?’ Aku menjawab, Aku hendak shalat.’ la berkata, Aneh sekali! Shalat yang hendak kamu lakukan itu tidaklah lebih afdhal daripada pelajaran itu, jika niatnya benar.’"

=====================================

Ar-Rabi’ mendengar Imam Syafi’i berkata, "Menuntut ilmu lebih afdhal daripada shalat sunah."

Sufyan ats-Tsaury berkata, "Tidak ada amal yang lebih afdhal daripada menuntut ilmu agama selama niatnya lurus."

Seorang pria bertanya kepada al-Mu’afy bin Imran, "Mana yang lebih kamu sukai, aku shalat sepanjang malam atau aku menulis hadits?" la menjawab, "Kamu menulis hadits lebih aku sukai daripada kamu shalat dari awal sampai akhir malam."

la berkata juga, "Menulis satu hadits lebih aku sukai daripada shalat satu malam."

Ibnu Abbas berkata, "Menelaah ilmu beberapa saat lebih aku senangi daripada shalat sepanjang malam."

============================================

Dalam Masa ‘il-nya, Ishaq bin Manshur bertanya kepada Ahmad bin Hambal tentang maksud perkataan Ibnu Abbas di atas, "Ilmu apa yang dimaksudnya?" Ahmad menjawab, "Ilmu yang bermanfaat bagi manusia dalam agama mereka." Ishaq bertanya lagi, "Tentang wudhu, shalat, puasa, haji, talak, dan sejenisnyakah?" la menjawab, "Benar."

Ishaq berkata lagi, "Ishaq bin Rahawaih berkata kepadaku, ‘Maksudnya memang seperti yang dikatakan Ahmad itu.’"

Abu Hurairah berkata, "Aku lebih senang duduk sesaat untuk memperdalam ilmu agamaku daripada menghidupkan malam dengan tahajjud sampai pagi."

Ibnu Abdil Barr menyebutkan dari hadits Abu Hurairah, "Segala sesuatu punya pilar. Dan pilar agama ini adalah ilmu. Allah SWT tidak diibadahi dengan sesuatu yang lebih afdhal dari memperdalam ilmu agama."

Muhammad bin Ali al-Baqir berkata, "Seorang ulama yang ilmunya bermanfaat lebih baik dari seribu abid/orang yang gemar beribadah." la berkata juga, "Meriwayatkan hadits dan menyebarkannya di tengah manusia lebih afdhal daripada ibadahnya seribu abid."

=================================================

dikatakan seorang penyair,

"Sungguh aneh aku rindu kepada mereka
Dan kutanya orang yang kutemui tentang mereka padahal mereka bersamaku
Mataku mencarinya padahal mereka berada di bagian hitamnya
Sedang hatiku merindukan mereka padahal mereka ada di antara tulang
rusukku."

Yang lain berkata,

"Sungguh aneh seseorang mengadu kejauhan kekasihnya
apakah seorang kekasih itu dapat hilang dari hati kekasihnya?
Bayanganmu di mataku dan sebutanmu di bibirku
tempat tinggalmu di hatiku, maka bagaimana mungkin kamu akan hilang dariku."

===================================================

Umar bin Qais al-Malaiy (wafat tahun 143
H) berkata, “Apabila anda melihat seorang
pemuda yang tumbuh dewasa bersama
Ahlussunnah maka peliharalah, dan kalau besar
bersama pelaku bid’ah maka jagalah dirimu
darinya. Karena sifat seorang akan tumbuh
dewasa sesuai dengan masa kanaknya”.

Dalam kitab kitab yang sama ditambahkan,
“Sesungguhnya pemuda apabila bergaul dengan
orang alim maka akan selamat, tetapi apabila
bergaul dengan yang lainnya maka akan
terpengaruh

Ibnu Syaudzab (wafat tahun 120 H)
berkata, “Termasuk nikmat Allah kepada pemuda
apabila dewasa diberikan taufik untuk bergaul
dengan pelaku sunnah”

Demikian juga yang dikatakan oleh as-
Sahityani (wafat tahun 131 H), “Termasuk
kebahagiaan bagi seorang apabila diperkenankan
oleh Allah untuk bergaul dengan Ahlussunnah”

==========================================

Ahlus Sunnah memandang bahwa khalifah
setelah Rasulullah secara berurutan adalah Abu
Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali
bin Abi Thalib Radhiyallahu anhumajma’in.
Barangsiapa yang mencela salah satu di antara
mereka, maka dia lebih sesat daripada keledai
karena bertentangan dengan nash dan ijma atas
kekhalifahan mereka .Berbeda dengan sikap ahlul
bid’ah dari kalangan Rafidhoh maupun Khawarij
yang mencela dan meremehkan keutamaan para
sahabat.

==========================================

NYANYIAN DAN MUSIK ITU HARAM DALAM PANDANGAN ISLAM ???

NYANYIAN DAN MUSIK ITU HARAM DALAM PANDANGAN ISLAM ???

Termasuk tipu daya dan perangkap musuh Allah, yang dengannya terperdaya orang yang sedikit ilmu dan agamanya, serta terjaring dengannya hati orang-orang bodoh dan batil adalah mendengarkan siulan, tepuk tangan dan nyanyian dengan alat-alat yang diharamkan, yang menghalangi hati dari Al-Qur’an dan menjadikannya menikmati kefasikan dan kemaksiatan. Ia adalah qur’annya syetan, dinding pembatas yang tebal dari Ar-Rahman. Ia adalah mantera homosexual dan zina. Dengannya, orang fasik yang dimabuk cinta mendapatkan puncak harapan dari orang yang dicintainya. Dengan nyanyian ini, syetan memperdaya jiwa-jiwa yang batil, ia menjadikan jiwa-jiwa itu -melalui tipu daya dan makarnya- menganggap baik terhadap nyanyian. Lalu, ia juga me-niupkan syubhat-syubhat (argumen-argumen) batil sehingga ia tetap menganggapnya baik dan menerima bisikannya, dan karenanya ia menjauhi Al-Qur’an.

Seandainya engkau melihat saat bagaimana mereka mendengarkan nyanyian tersebut; mereka tampak senyap dan hening, tidak sedikit pun bergerak, segenap hati mereka terkonsentrasi padanya, perhatian mereka hanya menuju ke sana. Lalu, secara refleks, diri mereka tertawan, laksana orang yang mabuk, mereka pun menari dan berjoget. Tahukah kalian, bagaimana para wanita dan orang-orang banci mabuk kepayang? Itulah mereka!

Dan hal itu pantas saja bagi mereka, sebab bius nyanyian telah menyatu dengan jiwa mereka, sehingga mereka bisa melakukan sesuatu yang lebih berbahaya dari peminum arak. Di sana, ada hati yang dikoyak, ada pakaian yang dirobek, ada harta yang dikeluarkan bukan karena ketaatan kepada Allah, semua bukan karena Allah, tetapi karena syetan, sehingga mereka tak peduli jika harus mabuk. Dengan begitu, syetan telah mendapatkan angan-angan dan harapannya. Ia menghasung mereka dengan suara dan tipuannya, bahkan mengerahkan terhadap mereka pasukan berkuda dan berjalan kaki, dan meletakkan di dalam dada mereka duri-duri, kemudian membujuk mereka agar berkelana di atas bumi dengan berjalan kaki. Sehingga terkadang ia menjadikan mereka seperti keledai di sekeliling tempat rotasi, dan di saat lain seperti orang lemah yang menari di tengah-tengah rumah.

Duhai, alangkah sayang atap dan bumi dirobohkan oleh telapak kaki-telapak kaki itu. Dan alangkah buruk penyerupaan dengan keledai dan binatang ternak. Duhai, betapa lega hati para musuh Islam terhadap bencana yang menimpa orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang Islam pilihan,* mereka menghabiskan hidup mereka dengan se-gala kelezatan dan kenikmatan, dan menjadikan agama mereka sebagai pelecehan dan permainan.

Seruling syetan lebih mereka cintai daripada mendengarkan surat-surat Al-Qur’an. Seandainya salah seorang mereka mendengarkan Al-Qur’an dari awal hingga akhir, tentu ia tak akan memotivasinya untuk diam tenang, juga tidak akan membuatnya khusyu’ dan tak akan mem-pengaruhi perasaannya, juga tak akan membuatnya rindu kepada Allah.

Tetapi, jika dibacakan padanya qur’an syetan, begitu ia mendengar-nya, serta-merta hatinya memancarkan sumber-sumber perasaan yang merambat sampai kepada dua matanya, lalu pada kedua kakinya sehingga membuatnya menari, pada kedua tangannya membuat dirinya ber-tepuk tangan dan pada seluruh anggota tubuhnya membuat semua badannya berjoget dan bergoyang, pada napasnya membuatnya semakin terengah-engah dan pada api kerinduannya menjadikannya semakin berkobar menyala.

Wahai orang yang membuat dan terkena fitnah, yang menjual bagi-annya dari Allah dengan bagian dari syetan sehingga merugi. Kenapa perasaan pilu itu tidak terjadi ketika mendengarkan Al-Qur’an? Kenapa perasaan itu tidak datang ketika membaca Al-Qur’anul Majid? Juga ber-bagai keadaan yang baik, saat membaca surat dan ayat-ayat?

Tetapi memang, setiap orang mendapatkan apa yang sesuai dengan dirinya, juga cenderung kepada apa yang sebentuk dan sebangun dengan dirinya. Dan kesesuaian itu sendiri terjadi karena kecenderungan akal dan naluri. Lalu, dari mana persaudaraan dan nasab ini, jika bukan karena berhubungan dengan syetan, dengan sebab-sebab yang kuat? Lalu, dari mana pula perdamaian ini sehingga menjadikan simpul iman dan per-janjian dengan Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) terdapat cela?

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagaipe-mimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Al-Kahfi: 50).

Dan alangkah baik apa yang dikatakan penyair,

“Al-Qur’an dibacakan, maka mereka pun diam, bukan karena takut, tetapi diam karena lupa dan tidak memperhatikan. Dan ketika nyanyian didendangkan, serta-merta mereka pun bernyanyi laksana keledai, tetapi demi Allah mereka menari bukan karena Allah.
Di sana ada rebana, seruling dan nyanyian yang memabukkan. Wahai, pernahkan Anda melihat ibadah di tempat bersenang-senang?
Bagi mereka, Al-Qur’an itu amat berat, karena di dalamnya berisi berbagai perintah dan larangan.
Mereka mendengarkannya seakan guruh dan petir, jika ia berisi peringatan dan ancaman melakukan perbuatan terlarang.
Mereka menganggap Al-Qur’an itu penghalang terbesar nafsu dari berbagai keinginannya, wahai kapankah hal itu berakhir.
Lalu mereka datang untuk mendengarkan yang sesuai dengan tujuan-tujuannya, dan karena itu mereka menjadi semakin sombong.
Manakah penolong yang bisa menghentikan sebab-sebab hawa nafsu bagi orang yang bodoh dan lengah?
Tidak, yang ada hanyalah arak bagi tubuh atau arak yang semisalnya bagi pikiran.
Lihatlah orang yang mabuk saat minum, lihat orang yang mabuk di tempat bersenang senang!
Lalu, lihat pula orang yang merobek-robek pakaiannya, setelah ia merobek-robek sendiri hatinya yang lupa.
Lantas putuskanlah, manakah arak yang lebih pantas diharamkan dan dibebani dosa di sisi Allah?”

Penyair lain berkata,

“Kami setia kepada Allah dan berlepas dirt dari orang-orang yang mengidap penyakit mendengarkan nyanyian.
Berapa sering kukatakan, ‘Wahai kaumku, kalian berada di tepi jurang,
tepi jurang yang di bawahnya lembah curam, mengapa kalian tak mengambil peringatan?’
Kami sering menasihati mereka, agar kami punya alasan tentang keadaan mereka ketika ditanya Tuhan kami.
Dan, tatkala mereka meremehkan peringatan kami, kami mengembali-kan perkara ini kepada Tuhan kami.
Lantas kami tetap hidup berdasarkan Sunnah Nabi, sedang mereka mati dalam kebencian kami.”

Para pembela Islam dan para imam yang memberi petunjuk senan-tiasa menyeru orang-orang tersebut dari segala penjuru dunia, juga memperingatkan yang lain dari perbuatan buruk mereka dan dari meng-ikuti jejak mereka, yang mereka itu terdiri dari berbagai macam agama yang berbeda.
Imam Abu Bakar Ath-Thurthusi dalam sambutan kitab Tahrimus-Sama berkata, “Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam, dan sungguh kesudahan yang baik itu hanyalah bagi orang-orang yang ber-takwa dan tiada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim. Kita meminta kepada-Nya agar memperlihatkan kebenaran kepada kita sebagai kebenaran agar kita mengikutinya, dan memperlihatkan keba-tilan sebagai kebatilan agar kita menjauhinya.

Pada zaman dahulu, jika orang melakukan maksiat berusaha untuk menyembunyikannya, lalu dia meminta ampun kepada Allah dan ber-taubat daripadanya. Selanjutnya, kebodohan di mana-mana, ilmu hanya sedikit dan terus berkurang sedikit demi sedikit, sehingga salah se-orang dari mereka melakukan maksiat secara terang-terangan, lalu raa-salahnya bertambah menjadi membelakangi perintah. Bahkan sampai kepada kami berita, sekelompok dari saudara-saudara kita umat Islam -semoga Allah memberi taufiq kepada mereka dan kepada kita- digelin-cirkan syetan, akal mereka dijerat dengan kecintaan kepada nyanyian dan kesia-siaan, mendengarkan musik dan bunyi-bunyian. Lebih-lebih lagi ia meyakininya sebagai agama yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Lalu, sekelompok umat Islam melakukannya secara te-rang-terangan dan menghalangi jalan orang-orangberiman serta menye-lisihi para ahli fiqh, ulama dan pembawa agama.

“Dan barangsiapa yang menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115).

Karena saya memandang harus menjelaskan kebenaran dan meng-ungkap syubhat ahli kebatilan dengan hujjah yang terkandung dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Dan saya ingin memulainya dengan ucapan-ucapan ulama yang biasa memberikan fatwa di segenap penjuru dunia. Dan dengan demikian menjadi tahulah kelompok tersebut bahwa mereka telah menyelisihi ulama umat Islam dalam hal kebid’ahan me-reka. Dan hanya Allah yang memberi taufiq.”

Selanjutnya Ath-Thurthusi berkata, “Adapun Imam Malik, maka beliau melarang nyanyian dan melarang mendengarkannya. Bahkan beliau berkata, ‘Jika seseorang membeli budak wanita, ternyata ia dapati budak itu seorang penyanyi maka ia boleh mengembalikannya karena alasan cacat.’ Dan Imam Malik Rahimahullah ditanya tentang nyanyian yang dibolehkan oleh penduduk Madinah? Beliau menjawab, ‘Hal itu hanya dilakukan oleh orang-orang fasik’.”*
Beliau juga berkata, “Adapun Abu Hanifah, beliau membenci nyanyian dan menjadikannya termasuk dosa-dosa.”**)

Demikian pula dengan madzhab Ahlul Kufah: Sufyan, Hammad, Ibrahim, Asy-Sya’bi dan lainnya, mereka semua tidak berbeda pendapat dalam masalah tersebut, juga kita tidak mendapatkan perbedaan pendapat di kalangan Ahlul Bashrah dalam melarang nyanyian.

Saya berkata, “Madzhab Abu Hanifah dalam hal nyanyian adalah madzhab yang paling keras, pendapat madzhab ini adalah pendapat yang paling berat. Para ulama madzhab Hanafi secara terang-terangan mengharamkan mendengar semua bentuk alat-alat musik seperti seru-ling dan rebana bahkan hingga sekedar menabuh batang pohon. Mereka menyatakan bahwa hal itu adalah maksiat, menjadikan seseorang fasik dan ditolak persaksiannya. Lebih dari itu mereka berkata, ‘Sesungguh-nya mendengarnya adalah suatu kefasikan dan menikmatinya adalah kekufuran.’ Demikian lafadz mereka, dan tentang hal itu mereka me-riwayatkan sebuah hadits, tetapi bukan hadits shahih.” Mereka juga berkata, ‘Setiap orang wajib berusaha agar tidak mendengarnya ketika sedang melewatinya atau ia berasal dari tetangganya’.”

Dan tentang rumah yang terdengar suara alat-alat musik, Abu Yusuf berkata, “Masuklah kamu kepada mereka tanpa meminta izin, sebab mencegah dari yang mungkar adalah wajib. Jika tidak dibolehkan masuk tanpa izin, tentu orang-orang tidak bisa menjalankan kewajibannya.”

Mereka berkata, “Jika imam mendengar suara musik dari rumah seseorang, maka ia harus mendatanginya. Jika ia masih membangkang, maka ia harus menahannya atau memukulnya dengan pecut, bahkan jika mau, ia boleh mengeluarkannya dari rumahnya.”

Adapun Imam Syafi’i, maka beliau berkata dalam kitab Adabul Qadha** “Sesungguhnya nyanyian adalah suatu kesia-siaan yang diben-ci, ia menyerupai kebatilan dan kemustahilan, siapa yang memperba-nyak nyanyian, maka ia adalah orang bodoh dan tidak diterima kesaksi-annya.”

Para sahabat Imam Syafi’i yang mengetahui madzhab beliau ada yang secara terang-terangan mengharamkannya, dan mereka menging-kari orang yang mengatakannya mubah. Mereka seperti Abu Thayyib Ath-Thabari, Syaikh Abu Ishak dan Ibnu Shubbagh.

Syaikh Abu Ishak dalam At-Tanbih berkata, “Dan tidak sah menye-wa atas manfaat yang diharamkan, seperti: Nyanyian, menyuling atau mengangkut khamar, dan dalam hal ini tak seorang pun yang menyeli-sihinya.”

Selanjutnya dalam Al-Muhadzdzab beliau berkata, ‘Tidak boleh menyewa atas sesuatu manfaat yang diharamkan, sebab hal itu hukum-nya haram, sehingga tidak boleh mengambil pengganti daripadanya, sebagaimana dalam hal bangkai dan darah.”

Perkataan syaikh di atas mengandung beberapa hal:

Pertama, manfaat nyanyian adalah jenis manfaat yang diharamkan.

Kedua, menyewa atau mengontraknya adalah batil.

Ketiga, makan dari hasil nyanyian berarti makan harta secara batil, yakni sama dengan makan dari harga bangkai atau darah.

Keempat, seseorang tidak boleh mengeluarkan hartanya untuk pe-nyanyi, hal itu haram baginya karena berarti ia mengeluarkan harta untuk sesuatu yang diharamkan, sehingga mengeluarkannya untuk ke-pentingan tersebut sama dengan mengeluarkan harta untuk (membeli) darah dan bangkai.

Kelima, seruling adalah haram.
Jika seruling yang merupakan alat musik paling ringan hukumnya haram, bagaimana pula dengan sesuatu yang lebih berat daripadanya, seperti: Kecapi, gitar dan klarinet? Dan bagi orang yang pernah menci-cipi ilmu, tidak seyogyanya bersikap tawaqquf (memilih diam) tentang pengharaman hal tersebut, sebab minimal ia adalah syiar (simbol) bagi para ahli kefasikan dan peminum khamar.*’ Hal yang sama juga dikatakan
oleh Abu Zakaria An-Nawawi dalam Raudhah-nya.*

Masalah kedua yaitu menyanyi dengan menggunakan alat-alat musik yang merupakan syiar para peminum khamar untuk berjoget, seperti: Gitar, kecapi, simbal, senar dan semua jenis alat-alat musik lainnya adalah haram digunakan.

Beliau berkata, ‘Tentang klarinet ada dua pendapat, Al-Baghawi mengatakan itu haram, sedang Al-Ghazali membolehkannya.**’ Lalu beliau mengatakan, “Yang benar adalah klarinet atau seruling itu adalah haram.” Abul Qasim Ad-Daula’i”^ telah menulis kitab khusus tentang pengharaman klarinet. Abu Amr bin Shalah menukil adanya ijma’ (konsensus) ten-tang pengharaman mendengarkan rebana, klarinet dan nyanyian yang didendangkan secara bersamaan. Dalam Fatawi-nya ia berkata,

“Adapun tentang dibolehkan dan dihalalkannya mendengarkan hal tersebut, maka perlu diketahui bahwa rebana, seruling dan nyanyian, jika didendangkan secara bersamaan, maka mendengarkannya adalah haram. Demikian menurut para imam madzhab dan lainnya dari ulama kaum Muslimin. Tidak seorang pun ulama yang diperhitungkan ucapan-nya, baik dalam ijma’ maupun ikhtilaf (perselisihan pendapat) yang me-ngatakan dibolehkannya mendengarkan hal tersebut.

Sedangkan perbedaan pendapat yang dinukil dari sebagian ulama madzhab Syafi’i adalah dalam masalah seruling jika dimainkan sendirian, juga rebana jika dimainkan sendirian. Orang yang tidak mengerti atau tidak merenungkannya, mungkin mempercayai adanya perbedaan pen-dapat di kalangan ulama madzhab Syafi’i dalam mendengarkan rebana, seruling dan nyanyian jika didendangkan bersamaan. Padahal jelas, itu adalah kekeliruan yang bertentangan dengan dalil syariat dan logika.

Di samping itu, tidak semua perbedaan pendapat bisa dijadikan san-daran. Dan barangsiapa yang senantiasa mencari-cari perbedaan ulama, lalu mengambil yang paling mudah dan ringan dari pendapat mereka, maka dia telah atau hampir zindik (kafir).”"”‘

Abu Amr selanjutnya berkata, “Perkataan mereka dalam masalah mendengarkan hal-hal yang disebutkan di atas sebagai bentuk ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah adalah perkataan yang bertentangan
dengan ijma’ kaum Muslimin. Dan siapa yang menentang ijma’ mereka, maka baginya adalah sebagaimana firman Allah,
“Dan barangsiapa menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115).

Beliau membantah kedua kelompok di atas yang merupakan ben-cana bagi Islam, dalam suatu bantahan yang panjang. Kedua kelompok yang dimaksud adalah yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan yang mendekatkan did kepada Allah dengan sesuatu yang justru menjauhkan mereka daripada-Nya.

Dan Imam Syafi’i serta para ulama madzhab Syafi’i terdahulu, terma-suk di antara orang yang paling keras dalam masalah ini. Diriwayatkan secara mutawatir dari Imam Syafi’i, beliau berkata, “Di Baghdad, aku meninggalkan sesuatu yang merupakan ciptaan orang-orang zindik. Mereka menamakannya taghbir (syair yang membuat orang zuhud di dunia), dengan syair tersebut, mereka menghalang-halangi manusia dari Al-Qur’an.”*)

Jika demikian perkataannya dalam masalah taghbir, dan alasannya adalah ia menghalang-halangi manusia dari Al-Qur’an, padahal ia adalah syair yang membuat orang berlaku zuhud terhadap dunia, yang dinya-nyikan oleh seorang penyanyi, dan sebagian hadirin menabuh gendang dengan kayu untuk mengiringi lagunya. Aduhai, mendengarkan taghbir yang bagaikan buih dalam lautan,**’ mereka katakan mengandung ber-bagai macam kerusakan dan menyimpan segala yang diharamkan, lalu bagaimana dengan yang lain? Dan sungguh Allah mengetahui para pe-nuntut ilmu yang terkena fitnah dan juga ahli ibadah yang bodoh.

Sufyan bin Uyainah berkata, “Dahulu diserukan, waspadalah terhadap orang berilmu yang suka melakukan maksiat, dan ahli ibadah yang
bodoh, sebab fitnah keduanya merupakan fitnah bagi setiap orang yang terkena fitnah.”

Dan sungguh siapa yang merenungkan kerusakan yang terjadi pada umat ini, niscaya ia akan mendapatkan semuanya bersumber pada kedua hal tersebut. Adapun madzhab Imam Ahmad,”* maka Abdullah putera Imam Ahmad berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang nyanyian, maka beliau menjawab, ‘Nyanyian itu menumbuhkan nifaq dalam hati, ia tidak membuatku tertarik’.” Kemudian ia menyebutkan ucapan Imam Malik, “Sesungguhnya nyanyian (hanya) dilakukan oleh orang-orang fasik.” Abdullah berkata, “Aku mendengarkan ayahku berkata, ‘Aku men-dengar Yahya Al-Qaththan berkata, ‘Jika ada orang yang mengamalkan setiap pendapat yang ringan (rukhshah), yakni mengambil pendapat penduduk Kufah dalam hal nabidz (anggur untuk minuman keras), pen-dapat penduduk Madinah dalam mendengarkan (nyanyian) dan pendapat penduduk Makkah dalam hal nikah mut’ah, maka dia adalah orang fasik’.”"‘
Mendengarkan Nyanyian dari Wanita dan Anak-anak Kecil Yang Tampan

Adapun mendengarkan nyanyian dari wanita asing (bukan mahram) atau anak kecil yang tampan maka ia termasuk hal-hal yang diharamkan yang paling besar dan ia lebih merusak terhadap agama.*”

As-Syafi’i Rahimahullah berkata, “Jika ada pemilik budak wanita mengumpulkan orang banyak agar mendengarkan nyanyian daripadanya maka ia adalah orang bodoh yang tidak bisa diterima kesaksiannya.” Bahkan lebih dari itu beliau berkata, “Perbuatan itu termasuk dayatsah. Orang yang melakukan hal itu adalah dayyuts (yang merelakan kehor-matan keluarganya).”

Al-Qadhi Abu Thayyib berkata, “Beliau mengatakan pelakunya seba-gai orang yang bodoh, karena ia mengajak manusia kepada kebatilan, dan siapa yang mengajak manusia pada kebatilan maka dia adalah orang bodoh dan fasik.”

Beliau juga berkata, “Adapun kecapi, gitar dan semua alat-alat musik maka itu semua adalah haram, orang yang mendengarnya adalah fasik dan sungguh mengikuti jama’ah lebih baik daripada mengikuti dua orang yang tercemar kehormatannya.”

Saya berkata, “Yang beliau maksud adalah Ibrahim bin Sa’d dan Ubai-dillah bin Al-Hasan, karena beliau berkata, ‘Dan tidaklah menyelisihi dalam hal nyanyian kecuali dua orang yaitu: Ibrahim bin Sa’d, sebab As-Saji meriwayatkan daripadanya bahwa ia berpendapat tentang nyanyian sebagai sesuatu yang tidak apa-apa. Dan yang kedua adalah Ubaidillah bin Al-Hasan Al-Anbari, seorang qadhi Bashrah, dan dia adalah orang yang tercemar kehormatannya’.”

Abu Bakar Ath-Thurthusi berkata, “Ini adalah kelompok yang me-nyalahi jama’ah umat Islam, sebab mereka menjadikan nyanyian sebagai agama dan bentuk ketaatan, dan mereka berpendapat agar hal itu di-umumkan di masjid-masjid, tempat-tempat berkumpul, dan setiap maj-lis-majlis yang mulia, padahal tidak ada orang yang berpendapat seperti mereka. Dengan demikian, pengakuan kelompok itu atas hal tersebut adalah suatu kefasikan, dan orang yang mengakuinya menjadikan aib dalam keadilan dan kedudukannya dalam agama.”

Dan alangkah indah apa yang diungkapkan oleh sebagian ulama, yang itu juga dibuktikan dalam perbuatan mereka,
“Katakanlah kepada mereka sebagaimana yang dikatakan oleh hamba yang menasihati, dan hak nasihat adalah didengar.
Sejak kapankah diketahui manusia dalam agama kita, bahwa nya-nyian adalah Sunnah yang hams diikuti?
Dan agar seseorang makan seperti makannya keledai dan berdansa dalam suatu perkumpulan hingga terjadi perzinahan.
Dan mereka berkata, ‘Kami mabuk cinta kepada Tuhan’, padahal tidaklah suatu kaum itu mabuk kecuali karena cawan-cawan (mi-numan keras).
Demikianlah binatang, jika dikenyangkan maka kekenyangan membu-atnya menari-nari.
Lalu seruling membuatnya mabuk, juga nyanyian, padahal jika (surat) Yasin dibacakan ia berpaling jengkel.
Masjid-masjid kita dihinakan karena memperdengarkan (Al-Qur’an), lalu apakah dimuliakan kandang-kandang (minuman) seperti itu?”

dikutip dari terjemahan mukhtasar ighatsatul lahfan min masyahidisy syaithan karya ibnu qayyim al jauziyah

download bukunya di:
http://mirrorksunnah.diinoweb.com/files/EbookIslam/ (gratis) besar file: 4,6 Mb , isi: 486 halaman

Kumpulan hadis tentang Zakat dan Sodaqoh

Kumpulan hadis tentang Zakat dan Sodaqoh

 

1. Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)

2. Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)
 

3. Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
 

4. Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): "Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu." (HR. Muslim)
 

5. Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)
 

6. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?" Nabi Saw menjawab, "Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian." (HR. Bukhari)
 

7. Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

 

8. Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)

9. Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)
 

10. Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani)
 

11. Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)
 

12. Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)
 

13. Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya" Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab: "Menyuruh berbuat ma’ruf." Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi Saw menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh." (HR. Bukhari dan Muslim)

14. Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)
 

15. Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
 

16. Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, "Bagaimana itu?" Nabi Saw menjawab, "Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya (berarti sedekah dgn 50% hartanya), dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya (mungkin hanya sedekah dgn 10% hartanya). (HR. An-Nasaa’i)

 

17. Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)

18. Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, "Aku hartamu, aku pusaka simpananmu." Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: "Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi." (HR. Bukhari)
 

19. Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)
 

20. Barangsiapa memperoleh keuntungan harta (maka) tidak wajib zakat sampai tibanya perputaran tahun bagi pemiliknya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
 

Penjelasan:
Perhitungan perputaran tahun (haul) untuk menunaikan zakat ialah dengan tahun Hijriyah.
 

21. Tentang sodaqoh yang seakan-akan berupa hadiah, Rasulullah Saw bersabda: "Baginya sodaqoh dan bagi kami itu adalah hadiah." (HR. Bukhari)
 

22. Allah Ta’ala mengharamkan bagiku dan bagi keluarga rumah tanggaku untuk menerima sodaqoh. (HR. Ibnu Saad)
 

Penjelasan:
Nabi Saw menolak menerima sodaqoh untuk dirinya dan keluarganya, tetapi mau menerima hadiah.
 

23. Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada sasaran yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

 

24. Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

25. Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, "Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka." Nabi Saw lalu berkata, "Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh." Para sahabat lalu bertanya, "Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?" Nabi menjawab, "Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala. (HR. Muslim)
 

26. Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)

 

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
(hadits-hadits diatas derajatnya belum tentu sahih, kecuali yang diriwayatkan bukhari/muslim)

ALKISAH

kisah-kisah dari www.alsofwah.or.id

=================================

Janji Bertemu Di Surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata: "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, ‘Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku’. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, ‘Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:

‘’Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. (Yunus: 15).

Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.’

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata: "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis dan mendo’akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya: "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab: "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan".

Pemuda itu bertanya: "Jika demikian, kemanakah kau menuju?"

Dia jawab: "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata: "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab: "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subha-nahu wa Ta’ala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si Pemuda bertanya: "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

=====================================================

Lumpuh Karena Dendam Jin Wanita, Setelah Diruqyah, Sembuh

Ada seorang pemuda yang suka berfoya-foya dan bermain-main seperti umumnya para pemuda. Hal itu membuat ia tidak lagi mengenal sedikit pun ajaran agamanya.

Suatu hari, ia merasa putus asa dengan kehidupan ini, lalu nekad melakukan atraksi olahraga berbahaya karena ingin dianggap sebagai jagoan.

Tiba-tiba ia jatuh dari atas tembok ke tanah. Setelah kejadian itu, mendadak ia mengalami rasa sakit di kepalanya dan tidak mampu berjalan lagi alias lumpuh.

Kemudian keluarganya membawanya ke para dokter namun mereka mengatakan bahwa ia sehat wal ‘afiat, tidak ada satu gejala penyakit pun di seluruh anggota tubuhnya.

Keluarganya kemudian membawanya ke salah seorang Qari yang pandai membacakan ruqyah.

Setelah dibacakan kepadanya, diketahui bahwa ternyata ketika ia jatuh ke tanah tempo hari, mengenai seorang jin wanita sehingga menyakitinya dan membuatnya dendam terhadapnya.

Sang Qari mengulangi bacaan beberapa ayat ruqyah beberapa kali guna mengusir jin wanita itu dari jasad pemuda tersebut. Akhirnya, jin wanita itu pun keluar dan pemuda tersebut bisa berjalan kemballi. Ia pun bertobat dan memuji Allah SWT atas nikmat tersebut.

(SUMBER: asy-Syifaa’ Ba’da al-Maradh karya Ibrahim bin Abdullah al-Hazimy, hal. 30)

=========================================================

Balasan Orang Yang Menyakiti Orang Shalih

Dari al-‘Abbas bin Hisyam bin Muhammad al-Kufy, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata,

“Ada seorang laki dari Bani Aban bin Darim menyaksikan sendiri bagaimana al-Husain bin ‘Aly (cucu Rasulullah SAW) dibunuh. Sebelum al-Husain meninggal, orang ini memanahnya dan mengenai langit-langit mulutnya sehingga darah pun mencurat. Saat itu, al-Husain memintanya agar memberikannya air minum karena ia merasa sangat haus. Kejadian ini, sebelum mereka membunuhnya namun mereka enggan memberinya bahkan membiarkannya kehausan dan menggelepar seperti itu. maka, berdoalah ia kepada Rabbnya, “Ya Allah, siapa saja yang menghalangiku mendapatkan air, maka rasakan haus kepadanya, Ya Allah, rasakanlah haus kepadanya.” Rupanya Allah mengabulkan doanya.

Tatkala orang yang tidak memberikan minum al-Husain tersebut menghadapi sakaratul maut, Allah menimpakannya rasa haus yang terus menerus dan tidak bisa hilang sekali pun ia meminum seluruh air dunia. Ia menjerit-jerit karena merasakan perutnya menjadi panas bukan main akibat haus, lalu kemudian menjerit-jerit lagi sambil memegangi punggungnya akibat rasa dingin yang tidak ketulungan. Orang-orang yang di sampingnya meletakkan kipas angin dan es di hadapannya guna memadamkan rasa panas dan haus sementara tempat menyalakan api ditaruh di belakangnya (untuk menghangatkan badannya bila merasa dingin-red.,). Sekali pun begitu, ia terus berkata, ‘Beri aku air minum! Aku bisa mati karena rasa haus ini.!’ Lalu dibawalah ke hadapannya bejana yang sangat besar berisi adonan gandum, air dan susu yang bila diminum oleh lima orang pastilah cukup. Ia kemudian meminumnya namun tak berapa lama kemudian berteriak lagi, ‘Beri aku air minum! Aku bisa mati karena rasa haus ini.!’

Akibat terlalu banyak minum, perutnya akhirnya pecah persis seperti pecahnya perut keledai.”

Demikianlah suatu perbuatan dibalas dengan yang setimpal. Dan benarlah Allah Ta’ala kala berfirman di dalam sebuah hadits Qudsy, “Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku telah mengumumkan perang terhadapnya.” (HR.al-Bukhari)

Sedangkan balasan bagi orang biasa saja yang dizhalimi sedemikian keras balasannya, nah tentunya apalagi bila orang yang dianiaya itu adalah cucu kesayangan dan kasturi Rasulullah serta penghulu para pemuda surga.?

Ya Allah, kami memohon belas kasih-Mu… Ya Allah, halangi kami dari perbuatan setiap orang bodoh lagi sombong.

(SUMBER: Nihaayah azh-Zhaalimiin karya Syaikh. ‘Abdullah al-Hazimy, Juz.III, h.88 sebagai yang dinukilnya dari kitab Majma’ az-Zawaa`id Wa Manba’ al-Fawaa`id karya al-Hafizh Ibn Hajar al-Haitsamy dan kitab Mujaab ad-Du’aa` karya Ibn Abi ad-Dun-ya)

=======================================================

Tidak Bisa Bergerak-gerak, lalu Membaca Surat al-Fatihah Dan Sembuh

Ibn al-Qayyim dianggap sebagai salah seorang ulama yang langka dan jenius lagi dapat dipercaya, karena itu, silahkan simak pengalaman pribadinya,

“Ketika tinggal di Mekkah, tiba-tiba aku mengalami rasa sakit yang amat mengganggu di mana hampir aku tidak bisa bergerak sama sekali. Hal ini terjadi saat aku melakukan thawaf dan ibadah lainnya, lalu aku buru-buru membaca surat al-Fatihah, setelah itu aku usapkan ke anggota badan yang terasa sakit tersebut seakan ada batu-batu kerikil yang akan jatuh. Aku coba terus hal itu berulang-ulang kali.

Waktu itu, aku juga mengambil wadah berisi air zama-zam, lalu kubacakan ke atasnya surat al-Fatihah secara berulang-ulang kali, lalu meminumnya, maka aku rasakan manfaatnya dan terasa kekuatanku pulih kembali. Keampuhan obat yang lebih hebat seperti ini belum aku rasakan sebelumnya akan tetapi ini semua tergantung seberapa kuat keimanan dan keshahihan tingkat keyakinan seseorang, Wallahul Musta’an.”

(Sumber: asy-Syifaa` Ba’da al-Maradl, Karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, h.31 sebagai yang dinukilnya dari kitab Miftaah Daar as-Sa’aadah, h.270; Madaarij as-Saalikiin, Jld.I, h.57; Zaad al-Ma’aad, Jld.III, h.192)

=======================================================

Balasan Sesuai Dengan Perbuatan

Salah seorang pemuda mengisahkan cerita dirinya yang dapat dikata ‘aneh tapi nyata’. Cerita ini menyangkut setiap anak yang menyia-nyiakan hak orangtuanya dan setiap orangtua yang hanya mendapatkan kedurhakaan dari anak-anaknya.

Pemuda ini bertutur,
“Aku tidak tahu darimana harus memulai cerita yang mengenaskan dan sekarang aku alami ini sementara usiaku sekarang sudah mencapai 70 tahun. Apakah zaman kembali terulang bersamaku sehingga ibarat senjata makan tuan berbalik kepada diriku dan aku meneguk air dalam cangkir yang dulu pernah aku suguhkan kepada ibundaku saat aku masih muda?. Agar anda memahami kisahku ini, baiklah kiranya aku ajak anda kembali ke masa 50 tahunan yang lalu. Ketika itu, aku terpukul karena ayahandaku yang seorang Bisnisman kaya meninggal dunia. Karena aku merupakan anak tunggal, maka semua harta peninggalannya beralih ke tanganku; uang sekian banyak, emas dan tiga kios dagang yang menjual model furniture yang paling baik.

Ibundaku –rahimahallah- kala itu menyetujui peralihan kekayaan ayahku ke tanganku karena beliau seorang yang amat zuhud terhadap gemerlap dunia. Yang diperlukannya hanyalah sedikit makanan dan minuman yang dapat menyumbal perutnya. Aku hidup bersama ibundaku itu untuk beberapa masa hingga akhirnya beliau memilihkan seorang isteri untukku dari kalangan kerabatku sendiri. Pada awal mulanya, aku merasakan betapa baik dan mulia akhlaknya akan tetapi nampaknya ibundaku tersebut tidak menyadari bahwa di balik sikap baiknya yang berlebih-lebihan itu terdapat rencana jahat dan kebusukan di dalam hatinya. Maka, begitu anak pertamaku lahir, dia sudah menuntut agar dibelikan rumah tersendiri buat kami, jauh dari ibundaku. Alasannya, dia ingin bisa lebih bebas di dalam mengatur kehidupannya sehingga bisa menjadi ibu rumah tangga di rumahnya sendiri.

Pada mulanya, aku berusaha menentang keinginan itu namun dia tetap ngotot dengan klaim bahwa ibundaku selalu ikut campur dalam urusan pribadinya sehingga akhirnya aku setuju untuk membangun rumah baru buat kami, jauh beberapa mil dari rumah ibundaku. Ketika itu, aku tidak menggubris keberatan ibundaku yang sudah tua renta dan dengan memelas menyatakan bahwa dirinya butuh sekali orang yang bisa merawat dan melayani keperluannya serta secara kontinyu bersamanya di rumah. Aku malah menuruti saja keinginan isteriku agar bisa mandiri di rumahnya.

Pada awal-awal perpindahanku, aku rajin mengunjungi ibundaku itu tiap pekan guna membelikan keperluan makan dan minumnya namun di bawah tekanan isteriku dan kengototannya, aku akhirnya mengurangi frekuensi kunjunganku itu menjadi sebulan sekali saja mengingat jarak yang cukup jauh antara rumah baru kami dan rumah ibundaku, disamping waktu itu alat transportasi cepat belum ada, yang ada hanya onta dan tunggangan lainnya.

Rupanya ibundaku menderita sakit parah. Maka, waktu itu aku tawarkan kepada isteriku akan pentingnya kami kembali pulang dan hidup bersama ibunda lagi guna menyiapkan makanan untuknya dan mengontrol perawatan medisnya. Ternyata dia menolaknya dengan alasan bahwa dia bukan pembantu ibundaku ataupun alasan lainnya. Demikianlah, sehingga aku kembali tidak menggubris lagi keinginan dan keluhan ibundaku agar kami tetap tinggal bersamanya. Aku hanya cukup dengan menitip pesan kepada para tetangganya agar memperhatikan kondisinya. Dan pada beberapa hari berikutnya, telah sampai berita kepadaku dari salah seorang tentangga ibundaku bahwa ibundaku itu telah wafat.

Setelah itu, hari demi hari dan tahun demi tahun pun berlangsung tanpa terasa sehingga kejadian yang menimpa ibundaku itu seolah terlupakan dan aku meneruskan kehidupan keluargaku bersama isteriku dan anakku dengan bahagia. Namun setelah wafatnya isteriku dua tahun lalu, aku kembali merasakan kesendirian.

Aku kemudian berterus terang kepada kedua anakku agar mengizinkanku menikah lagi dengan wanita lain, namun keduanya menolak. Sekalipun penolakan mereka itu, aku tetap bertekad ingin menikah namun betapa kagetnya aku dengan perubahan sikap keduanya terhadapku. Perubahan sikap yang tidak pernah terbayang di benakku. Aku rupanya sudah lupa bahwa diriku telah menyerahkan pengurusan manajemen dan pengelolaan yayasan yang aku miliki dalam hidupku itu kepada keduanya. Begitu melihat perubahan sikap keduanya tersebut, aku mengancam akan mencabut perwakilan yang telah aku serahkan kepada mereka, namun lagi-lagi aku dikagetkan dengan sikap keduanya yang malah semakin tidak baik terhadapku bahkan sampai kepada batas memutus hubungan denganku dan tidak lagi mengirimkan sejumlah uang yang biasanya cukup untuk menghidupi kebutuhanku sehari-hari sebagaimana yang mereka lakukan sebelum itu.

Setiap kali aku mengingat apa yang dulu pernah aku lakukan terhadap ibundaku, berlinanglah air mataku. Kejadian yang mengenaskan di dalam kehidupanku yang dulu pernah aku lakukan terhadap ibundaku, kini terulang kembali dan menimpa diriku. Aku takut bila di saat kematianku sama dengan kondisi ibundaku dulu, tanpa kehadiran anak-anakku di sisiku. Yang aku harapkan sekarang hanyalah keluasan rahmat Allah padaku dan ampunan-Nya terhadap dosa-dosaku sehingga aku tidak mati dalam kesendirian sebagaimana yang terjadi terhadap ibundaku dulu…”

(SUMBER: Qashash Wa Mawâqif Dzât ‘Ibar, disusun oleh ‘Adil bin Muhammad ‘Ali ‘Abdil ‘Aly, h.37-40, sebagai dinukil dari Harian ‘Okâzh, Vol.31)

=================================================

Akhirnya Dia Mati Seperti Keledai

Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.  

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, "Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!."  

Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, "Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?." Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, "Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu." Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.

Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil ‘aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab.
Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke ‘Wastapel’ di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.

Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.  
Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, "Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!."

Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?!!!.

(Sumber: Majalah "al-Majallah", volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya "Nihâyah azh-Zhâlimîn", Seri ke-9, h.73-74)

======================================

Membebaskan Utang Orang yang Susah, Maka Allah pun Membebaskannya

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda:

“Ada seorang laki-laki yang (suka) memberi utang kepada orang lain, kepada pelayannya ia berkata, ‘Jika engkau mendatangi orang miskin maka bebaskanlah (utangnya), mudah-mudahan Allah membebaskan kita (dari siksa-Nya)’. Beliau bersabda, ‘Maka orang itu menjumpai Allah dan Allah pun membebaskannya (dari siksa)’.” (Muttafaq Alaih; Al-Bukhari, 6/379 dalam Al-Anbiya’ dan Muslim, 1562).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Mas’ud ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya para malaikat mengambil ruh seorang laki-laki sebelum (zaman) kalian, lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau pernah, melakukan kebaikan meski sekali?’ Ia menjawab, ‘Tidak pernah’. Mereka berkata, ‘Ingat-ingatlah!’ Ia menjawab, ‘Tidak pernah, kecuali dahulu aku suka memberi utang kepada orang lain, dan aku perintahkan kepada para pelayanku agar mereka melihat (menagih) orang yang berkecukupan dan membebaskan (utang) orang yang miskin’. Maka Allah berfirman, ‘Bebaskanlah dia (dari siksa)’.” (Muttafaq Alaih; Al-Bukhari, 4/261 dalam Al-Buyu’, Muslim, 1560).

 
==================================================

Meninggalkan Suap-Menyuap, Pintu Rizki Jadi Terbuka

Ada seorang kawan bercerita tentang seorang pedagang di Saudi Arabia. Pada awal dia meniti karir dalam bisnis, dulunya dia bekerja di sebuah pelabuhan di negeri ini. Semua barang-barang perniagaan yang akan masuk harus melalui dia dan mendapatkan tanda tangannya. Dia tidak suka kepada orang yang main kolusi dan suap-menyuap. Tetapi dia tahu bahwa atasannya senang mengambil uang suap. Sampai akhirnya teman kita yang satu ini didatangi oleh orang yang memberitahunya agar tidak terlalu keras dan mau menerima apa yang diberikan oleh penyuap untuk mempermudah urusannya.

Setelah mendengar perkataan tersebut, dia gemetar dan merasa takut. Ia lalu keluar dari kantornya, sementara ke-sedihan, penyesalan dan keraguan terasa mencekik lehernya. Hari-hari mulai berjalan lagi, dan para penyuap itu datang kepadanya. Yang ini mengatakan, ‘Ini adalah hadiah dari perusahaan kami’. Yang satu lagi bilang, ‘Barang ini adalah tanda terima kasih perusahaan kami atas jerih payah Anda’. Dan dia selalu mampu mengembalikan dan menolak semuanya. Tetapi sampai kapan kondisi ini akan tetap ber-langsung?!

Dia khawatir suatu waktu mentalnya akan melemah dan akhirnya mau menerima harta haram tersebut. Dia berada di antara dua pilihan; meninggalkan jabatannya dan gajinya atau dia harus melanggar hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mau menerima suap. Karena hatinya masih bersih dan masih bisa meresapi firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

"Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3).

Akhirnya dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Dia berkata, ‘Tak lama setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkaruniakan untukku kapal kargo yang kecil. Aku pun memulai bisnisku, mengangkut barang-barang. Lalu Allah mengkaruniakan kapal kargo lain lagi. Sebagian pedagang mulai memintaku untuk mengangkut barang-barang perniagaan mereka karena aku memang sangat hati-hati, seolah-olah barang-barang itu milikku sendiri.

Di antara kejadian yang menimpaku adalah sebuah kapal kargoku menabrak karang dan pecah. Penyebabnya, karena sang nahkoda tertidur. Dia meminta maaf. Tanpa keberatan aku memaafkannya. Maka merasa heranlah seorang polisi lalu lintas laut karena aku begitu mudah memaafkan orang. Dia berusaha berkenalan denganku. Setelah berlangsung beberapa tahun, dia polisi itu bertambah tinggi jabatannya. Saat itu datang barang-barang perniagaan dalam jumlah besar. Dia tidak mau orang lain, dia memilihku untuk mengangkut barang-barang tersebut tanpa tawar menawar lagi".

Pembaca yang budiman, lihatlah, bagaimana pintu-pintu rizki terbuka untuknya. Sekarang dia telah menjadi seorang saudagar besar. Kepedulian sosial dan santunannya bagi orang-orang miskin begitu besar. Begitulah, barangsiapa meninggalkan suatu perbuatan dengan ikhlas karena Allah, niscaya Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

============================================

Tinggalkan Sifat Dengki Meraih Surga

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata:
"Saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, ‘Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni Surga’. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari kaum Anshar yang datang sementara bekas air wudhu masih mengalir di jenggotnya, sedang tangan kirinya memegang terompah. Keesokan harinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan seperti perkataannya yang kemarin.

Lalu muncullah laki-laki itu lagi persis seperti kedatangannya perta-ma kali. Di hari ketiga Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya lagi dan datanglah laki-laki itu lagi seperti kedatangannya pertama kali. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beranjak, Abdullah bin Amr bin Ash membuntuti laki-laki tadi sampai ke rumahnya. Lalu Abdullah berkata, ‘Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Bila kau setuju, aku mau tinggal bersamamu sampai tiga hari.’ Dia menjawab, ‘Ya, boleh.’"

Anas berkata: "Abdullah menceritakan bahwa dia telah menginap di tempat laki-laki itu selama tiga hari. Dia lihat orang itu sama sekali tidak bangun malam (tahajjud). Hanya saja, setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas ranjangnya, dia selalu membaca dzikir dan takbir sampai dia bangun untuk melaksanakan shalat subuh. Selain itu -kata Abdullah-, ‘aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik.

Setelah tiga malam berlalu dan hampir saja aku menyepelekan amalnya, aku terusik untuk bertanya, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran dan tak saling menyapa antara aku dengan ayahku, aku hanya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang dirimu tiga kali, bahwa akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni Surga dan sebanyak tiga kali itu kaulah yang datang.

Maka aku pun ingin bersamamu agar aku bisa melihat apakah amalanmu itu dan nanti akan aku tiru. Tetapi ternyata kau tidak terlalu banyak beramal. Apakah sebenarnya yang membuatmu bisa mencapai apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’. Maka dia menjawab, ‘Aku tidak mempunyai amalan kecuali yang telah kau lihat sendiri’. Ketika aku hendak berpaling pergi, dia memanggilku, lalu berkata, ‘Benar amalanku hanya yang kau lihat sendiri, hanya saja aku tidak mendapatkan pada diriku sifat curang terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Aku juga tidak iri pada seseorang atas karunia yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya’. Maka Abdullah bin Amr berkata, ‘Inilah amalan yang telah menyampaikanmu pada derajat tinggi dan inilah yang berat untuk kami lakukan.’"

==============================================

sumber; www.alsofwah.or.id

pandangan islam tentang poligami

POLIGAMI DIHUJAT;
Jawaban Rasional Bagi Para Penghujat Syariat Dan Sunnah Para Nabi : Poligami

Penulis :
Muhammad Rachdi Pratama

( www.abusalma.wordpress.com )
—————————————————–

Beberapa waktu lalu, penulis sempat singgah di toko buku Gramedia Basuki Rachmat Malang. Penulis sengaja datang ke toko buku ini untuk mencari informasi buku-buku terbaru, baik seputar masalah kesehatan, kedokteran, herbal maupun masalah keislaman. Setelah berputar-putar melihat-lihat buku Agama di koridor rak buku khusus Islam –yang isinya bermacam-macam, mulai dari buku shufi, syi’i, aqlani (rasionalis), liberalis,dll- mata penulis tertuju pada sebuah buku yang judulnya sangat unik –namun menghujat-, yaitu “Poligami itu Selingkuh”, tulisan seorang psikolog yang saya ingat nama depannya adalah Dono…

Karena penasaran, akhirnya penulis pun membuka-buka buku tersebut untuk mengetahui apa isi buku tersebut. Setelah melihat sekilas isinya, tampak sekali bahwa penulisnya ini sangat anti dengan yang namanya poligami dan syariat Islam lainnya. Tidak jauh dari situ, juga ada buku-buku masalah poligami, mulai dari yang menghujat sampai yang membelanya. Dari situ, penulis tergelitik untuk menuliskan sedikit komentar dan klarifikasi serta menyumbangkan secuil apa yang penulis fahami dan ketahui, dalam rangka untuk membela syariat Islam dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam –bahkan sunnah para Nabi dan Rasul-.

Penulis di sini tidak akan banyak berbicara tentang sisi istidlal (penggalian dalil) dari al-Qur’an dan as- Sunnah ash-Shahihah (hadits yang valid/autentik) atapun penjelasan para ulama salaf dan kholaf. Karena buku-buku yang membicarakan hal ini sudah banyak, baik di buku-buku yang berbicara masalah fikih, pernikahan maupun masalah poligami secara khusus.

Sepengetahuan penulis –dari iklan majalah Nikah-, al-Ustadz Abu ‘Umar Basyir hafizhahullahu (staf ahli Majalah Nikah) memiliki buku yang membahas masalah ini secara khusus, yang berjudul “Poligami Anugerah Yang Terzhalimi”. Walaupun penulis belum mendapatkan buku ini dan belum membacanya, namun penulis menganjurkan kepada para pembaca untuk membacanya dan beristifadah (mengambil faidah) darinya dan juga buku-buku lainnya yang ditulis oleh para ulama dan penulis Islam yang lurus.

Mengapa Bicara Poligami

Poligami merupakan nizham (peraturan/syariat) di dalam Islam yang semenjak dahulu dijadikan sasaran bulan-bulanan oleh kaum orientalis dan kuffar untuk menghantam dan mencela agama Islam dan Rasulullah Shallalallahu ’alaihi wa Salam. Bahkan semenjak zaman Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam, kaum kafir Yahudi sudah mulai menghembuskan celaan-celaan dan hujatan-hujatan kepada Nabi dan syariat Poligami ini. Pemahaman ini pun dibawa dan dikumandangkan oleh para cendekiawan (baca : cendawan) muslim(?) yang menggembargemborkan madzhab bid’ah liberalisme, sosialisme islam, feminisme, dan isme isme lainnya yang merupakan produk impor dari sampah pemikiran (afkar/thought) dan peradaban (hadharah/civilitation) kaum herecies (kuffar), semisal Hasan Hanafi, Syed Hossen Nasr, Nasr Abou Zaed, Khaled Abou Fadl, Mohamed Arkoun, Fatima Mernissi, Amina Wadud, dan selain mereka dari kaum zanadiqoh (ingkar islam/ atheist), para pengagum kesesatan dan bid’ah.

Penulis katakan, apabila ada orang yang mencela poligami, maka pada hakikatnya ia mencela syariat Islam itu sendiri, bahkan ia mencela sang Pembuat Syariat, Alloh Azza wa Jalla Sang Pencipta : yang menciptakan alam semesta dan makhluk-Nya secara berpasang-pasangan, yang menurunkan syariat poligami (poligini) bagi hamba-hamba-Nya dan Dia Maha Mengetahui atas kebaikan bagi makhluk-makhluk-Nya, sedangkan makhluk-Nya tidak memiliki pengetahuan melainkan hanya sedikit saja yang tidak lebih dari setetes air di samudera. Akan tetapi kebanyakan manusia itu sombong dan membangkang, mereka lebih mengagungkan akalnya ketimbang mengagungkan Alloh dan syariat-Nya, apa yang menurut mereka buruk maka mereka anggap buruk, padahal betapa sering terjadi apa yang mereka anggap buruk ternyata baik di sisi Alloh, dan apa yang mereka anggap baik ternyata buruk di sisi Alloh, dan Alloh adalah lebih mengetahui daripada mereka…

Para Nabi dan Rasul Melakukan Poligami

Orang yang mengatakan bahwa poligami itu sama dengan selingkuh, maka secara tidak langsung ia menuduh bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam itu juga selingkuh, bahkan menuduh para nabi dan rasul juga selingkuh. Nabi-nabi yang diakui oleh umat Yahudi dan Kristiani, dan termaktub di dalam kitab suci mereka –walau telah ditahrif / diubah-ubah- juga melakukan poligami. Nabi Ibrahim (Abraham) ’alaihi Salam, memiliki beberapa orang isteri, diantaranya adalah : Sarah (Sara) yang melahirkan Ishaq (Isaac) –kakek buyut bangsa Israil- dan Hajar (Hagar) yang melahirkan Ismail (Ishmael) –kakek buyut bangsa Arab- ’alaihimus Salam. Nabi Ya’qub (Jacob) ’alaihi Salam dikisahkan juga memiliki dua orang isteri kakak adik puteri dari saudara ibunya, yang bernama Lia (Liya) dan Rahil (Rachel) [catatan: mengumpulkan dua orang saudara (adik kakak) dalam satu pernikahan dahulu diperbolehkan lalu dilarang pada zaman Rasulullah oleh al-Qur’an]. Demikian pula dengan Nabi Dawud (David) dan puteranya Nabi Sulaiman (Solomon) ’alaihima Salam yang memiliki banyak isteri dan budak wanita.

Selingkuh itu tidak sama dengan Poligami

Menyebut selingkuh itu sama dengan poligami, maka ini artinya sama dengan menyatakan bahwa Alloh sebagai pencipta alam semesta memperbolehkan perselingkuhan, karena Alloh memperbolehkan poligami. Jelas ini adalah suatu kebodohan kalau tidak mau dikatakan kedustaan terhadap Alloh Azza wa Jalla.

Di buku ”Poligami itu Selingkuh”, penulis buku ini yang sekaligus seorang psikolog menyatakan secara tegas bahwa ”poligami itu semuanya selingkuh, karena poligami tidak akan terwujud jika tidak diawali dengan perselingkuhan. Dengan demikian, poligami itu selingkuh”, begitu menurutnya. Ini jelas suatu konklusi prematur yang sangat tidak ilmiah dan tidak didukung oleh suatu research yang mendalam dan memadai, atau bisa dikatakan ini merupakan metode generalisir yang berangkat dari pendeknya pemahaman dan ’cetek’nya pengetahuan. Karena, tidak semua poligami itu berangkat dari yang namanya perselingkuhan.

Poligami Itu Bukan Suatu Keharusan

Kaum kuffar dan orang Islam yang terpengaruh dengan pemahaman mereka, ketika membicarakan masalah poligami, mereka menganggap seakan-akan Islam mewajibkan bagi muslim pria untuk mempoligami wanita (baca : poligini), dan mereka menjadikan hal ini sebagai citra buruk bagi Islam. Padahal apabila mereka mau mengkaji dengan kaca mata obyektif dan mempergunakan akal sehatnya, niscaya mereka akan mendapatkan bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan lil ’Alamien.

Menurut sebagian fuqoha’ (ahli fikih), Hukum poligami itu sama dengan hukum pernikahan, yang kembalinya kepada 5 kategori hukum :

1. Fardh/Wajib, apabila poligami tidak dilaksanakan, suami akan jatuh kepada keharaman, seperti perbuatan zina, selingkuh dan perbuatan asusila lainnya.

2. Mustahab/sunnah, apabila suami mampu dan memiliki harta yang cukup untuk melakukan poligami, dan dia melihat ada beberapa wanita muslimah (janda misalnya) yang sangat perlu dinikahi untuk diberikan pertolongan padanya.

3. Mubah/boleh, apabila suami berkeinginan untuk melakukan poligami dan ia cukup mampu untuk melakukannya.

4. Makruh, apabila suami berkeinginan untuk melakukan poligami sedangkan ia belum memiliki kemampuan yang cukup sehingga akan kesulitan di dalam berlaku adil.

5. Haram, apabila poligami dilakukan atas dasar niat yang buruk, seperti untuk menyakiti isteri pertama dan tidak menafkahinya, atau ingin mengambil harta wanita yang akan dipoligaminya, atau tujuan-tujuan buruk lainnya.

Dari 5 kategori ini, poligami dapat jatuh kepada 5 hal di atas. Ia dapat menjadi wajib, mustahab (dianjurkan), mubah (boleh-boleh saja), makruh ataupun haram.

Oleh karena itu, menggeneralisir bahwa poligami itu wajib adalah suatu pendapat yang tidak benar. Demikian pula dengan menuduh bahwa poligami selalu diawali dengan perselingkuhan adalah pendapat yang bodoh, yang berangkat dari ketidakfahaman akan syariat Islam yang mulia ini. Padahal, seringkali poligami itu menjadi solusi dan benteng penghalang dari terjadinya perzinaan, perselingkuhan ataupun keburukan lainnya; dan bisa jadi poligami  itu menjadi penolong bagi para wanita dan janda-janda yang memerlukan pelindung atasnya dan anak-anaknya.

Penghancuran Islam secara Sistimatis

 Penghancuran Islam secara Sistimatis

(1) Meracuni pemikiran Islam.

Pemikiran Islam yang benar dan lurus disusupi dengan pemikiran-pemikiran yang merusak atas nama “demi menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman”. Paham-paham sesat seperti demokrasi, HAM, nasionalisme, dan paham-paham sesat dan menyesatkan lainnya berusaha dipaksakan kepada umat agar diterima sebagai pemikiran yang seolah-olah bersumber dari Islam. Contohnya adalah nasionalisme. Akibat pemikiran nasionalisme ini, kaum Muslim pada saat ini terpecah-pecah menjadi lebih dari 50 negara kecil. Padahal sebelumnya, mereka dipersatukan di bawah payung Khilafah Islamiyah. Dengan paham nasionalisme ini, kaum Muslim menjadi lemah dan tak berdaya menghadapi gempuran dan makar Barat yang terus memberangus Islam. Bahkan, sekadar menghadapi satu negara Israel yang kecil saja, kaum Muslim tidak mampu melakukannya.

(2) Menjelek-jelekkan hukum Islam.

Hukum Islam yang agung dan sempurna oleh musuh-musuh Islam dianggap sebagai hukum rimba, tidak beradab, bahkan tidak manusiawi. Hukum potong tangan dan rajam digugat karena dianggap tidak manusiawi. Hukum poligami dihujat karena dituduh melecehkan wanita. Hukum waris dipersoalkan karena dianggap diskriminatif. Hukum jilbab dilecehkan karena dianggap mengekang kebebasan wanita. Demikian seterusnya. Semua ini jelas merupakan tuduhan keji yang tidak beralasan sama sekali.

(3) Meruntuhkan kekuatan politik umat.

Caranya adalah dengan menghancurkan institusi politik/negara, yakni Khilafah Islamiyah, yang senantiasa melindungi umat dari makar-makar kaum kafir. Kehancuran Khilafah Islamiyah terbukti membawa konsekuensi yang sangat besar bagi umat Islam. Umat tidak lagi dibela tatkala kehormatannya diinjak-injak oleh kaum kafir. Di berbagai negeri, kaum Muslim dihina-dinakan oleh orang-orang kafir tanpa ada seorang pun yang membelanya.

Tanpa adanya Khilafah, akidah umat Islam juga sulit terjaga. Penerapan hukum-hukum kufur yang dipaksakan oleh Barat dan antek-anteknya di negeri-negeri Muslim tidak bisa dicegah sedikitpun. Kristenisasi merajalela tanpa ada kekuatan untuk membendungnya. Sungguh, dengan hancurnya Khilafah, umat Islam menuai kehancuran di seluruh aspek kehidupan.

(4) Mencegah kembali berdirinya Khilafah Islamiyah.

Kaum kafir tahu betul bahwa dengan berdirinya Khilafah, umat Islam akan kembali menguasai dunia. Islam akan berdiri tegak menerapkan seluruh syariatnya. Semua ini dipandang sebagai ancaman bagi keberlangsungan ideologi atau sistem yang diemban oleh orang-orang kafir. Karena itu, setiap upaya kaum Muslim untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah harus dicegah.

(5) Memberikan stigma (cap) negatif kepada para pengemban dakwah.

Orang-orang yang secara ikhlas memperjuangkan Islam diopinikan identik dengan fundamentalis, ekstremis, teroris, dan sejumlah cap buruk lainnya hanya gara-gara ada ‘oknum’ yang melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan aturan Islam tatkala berusaha menegakkan Islam. Padahal, bisa jadi ‘oknum’ tersebut justru merupakan binaan atau didikan dari intelijen-intelijen yang memusuhi Islam. Akibatnya, citra para pejuang dakwah pun menjadi negatif di mata masyarakat.

Wahai Kaum Muslim,
Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya.

Akankah kita berdiam diri?
Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan?

Wahai Kaum Muslim,
Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya.

Di samping itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang melindungi seluruh kepentingan umat Islam. Dengan institusi inilah seluruh syariat Islam akan diterapkan secara sempurna sehingga akidah umat dapat terselamatkan. Marilah kita bahu-membahu, mencurahkan pikiran dan tenaga kita demi tegaknya Khilafah Islamiyah.

Telah nampak kebencian dari mulut-mulut mereka, dan apa yang disembunyikan dada mereka lebih besar (TQS. Ali Imran[3]:118).

“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, sungguh mereka telah sesat dengan kesesatan yang jauh.” (An-Nisaa’ : 167)

 

Mengapa kita membedakan antara Sunni dan syiah, padahal kita memerlukan persatuan?

Mengapa kita membedakan antara Sunni dan syiah, padahal kita memerlukan persatuan?

——————————————————————————–

Bagaimana mungkin terjadi persatuan antara  Islam dan mereka yang menolak Islam…. antara penolong Allah dan syiah(kelompok, penolong) syaithon? persatuan dan kesatuan tidaklah didasarkan kecuali pada aqidah dan agama kita, bahkan kesatuan atau wihdah ummah itu harus dibangun diatas persamaan aqidah. Ketahuilah bahwa aqidah sunni dan syiah itu berbeda. Karena itulah sunni dan syiah tak mungkin dan tak boleh bersatu.

Apabila syiah tidak mengkafirkan sahabat nabi, mengapa mereka tidak memberi nama anak –anak mereka dengan  nama-nama para sahabat dan umahatul mukminin ??? Dan mengapa mereka menyelisihi kaum muslimin dalam masalah azan dan cara sholat , yang dikatakan sebagai bid’ah dalam mazhab syiah sendiri oleh Dr Musa Al Musawi? Dan mengapa Iran terus menerus mencetak dan menerbitkan buku-buku induk yang mengecam para sahabat dan juga penyelewengan Al Qur’an????

Mengapa  tidak kita jumpai upaya  penerapan  dalam tataran praktis upaya pendekatan sunni-syiah di Iran  yang merupakan negara Syiah yang memiliki kekuasaan ??? Dan mengapa tidak diijinkan berdiri masjid sunni di ibukota Teheran  ? Dan mengapa kaum sunni di Iran tidak diberi kebebasan untuk melakukan aktivitas agamanya yang bertentangan dengan syiah??? Dan mengapa kaum sunni tidak memperoleh hak politik yang sama dibandingkan dengan kaum Yahudi ???  Lihatlah undang-undang di Iran yang secara tegas menyebutkan tentang posisi kaum Yahudi di Iran di Parlemen. Dan kaum sunni tidak memiliki posisi meskipun mereka adalah kaum muslimin???? Dan juga mereka mensyaratkan untuk menjadi Imam adalah seorang muslim yang bermazhab Ja’fari  dan syarat ini tidak boleh diubah dalam undang-undang. Dan mengapa terjadi penindasan terhadap kalangan suni di Iran, sehingga munculah tulisan dalam bentuk buku dan juga mempunyai situs kusus di internet  ( ikatan ahlus sunnah Iran )???

            Benar, kita menghendaki pendekatan antara sunni dan syiah, akan tetapi pendekatan ke arah kebenaran dan bukan pendekatan yang ditujukan untuk mendekatkan sunni kepada syiah !!!!

—————————————————————

Syi’ah Rafidhah yang banyak tersebar di zaman ini (Sebagian besar Syi’ah pada zaman ini adalah Rofidhoh) telah dikafirkan oleh ribuan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah sejak dulu sampai saat ini.

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia (para Sahabat-red) adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka; kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)”[Al-Fath : 29].

Berdalil dengan ayat ini, Imam Malik menegaskan tentang kafirnya kaum Syi’ah Rafidhah, karena kaum syiah rafidhah begitu jengkel dan benci terhadap sebagian besar Sahabat nabi; bahkan mereka mengkafirkan sahabat nabi [lihat Tafsir Ibnu Katsir 7 : 3259 cet. Daar Ibn Hazm].

Seorang pentolan Syi’ah telah mengukir “puisi-puisi kebencian dan cacian” terhadap Umar bin Khattab dalam bukunya yang diberi judul : “’Iqdud Durar fi Syarhi Baqri Bathni ‘Umar” (Rangkaian Mutiara dalam penjelasan kasus robeknya Perut Umar); Dan lihat pula Kitab Tuhfat ‘Awam Maqbul yang di dalamnya terdapat do’a la’nat bagi 2 berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar), buku ini telah direkomendasikan oleh Al-Khumaini. Sebuah ungkapan yang hanya muncul dari mulut-mulut berlidah iblis.

Bahkan Abu Hafs Ibn Syahin (wafat 385 H/995 M) mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib membakar sejumlah orang ekstrim Syi’ah dan mengasingkan sebagian besar mereka. Diantara yang diasingkan tersebut terdapat Abdullah bin Saba’

————————————-

Sekilas Tentang Syi’ah..

Asal tahu saja, bahwa sang deklarator Agama Syi’ah adalah Abdullah bin Saba’ ; seorang gembong Yahudi yang berpura-pura masuk Islam di zaman kekhalifahan Utsman. Dengan kedok kecintaan terhadap Ali, ia mulai menebarkan jentik-jentik kesesatan di tengah kaum muslimin waktu itu. Keberadaan Abdullah bin Saba’ sebagai seorang Yahudi, diakui sendiri oleh petinggi-petinggi Syi’ah dalam buku-buku mereka seperti “Firaq Asy-Syi’ah” [hal. 43-44. Cet Al-Haidariyah, Najef 1379 H], begitu pula dalam kitab mereka yang tersohor “Rijal Al-Kasysyi” [hal. 101. Mu’assasah Al-A’lami. Karbala Iraq].

Syi’ah dan Yahudi adalah “dua sejoli” yang sangat lengket dan mesra. Berikut adalah beberapa kemiripan diantara mereka berdua :

[1]. Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syi’ah; mereka mempunyai Al-Qur’an hasil kerajinan tangan mereka sendiri yakni “Mushaf Fathimah” yang tebalnya 3 kali Al-Qur’an kaum Muslimin. Mereka menganggap ayat Al-Qur’an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh Sahabat menghapus sepuluh ribu lebih ayat (hanya kelompok syi’ah yang ekstrim saja yang meyakini bahwa Al Quran syi’ah beda dengan Al quran ahlus sunnah)

[2]. Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina [Maryam : 28], Syi’ah melakukan hal yang sama terhadap istri Rasulullah Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syi’ah) dalam “Tafsir Al-Qummi (II 34)”

[3]. Yahudi mengatakan, “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja”. [Al-Baqarah : 80].  Syi’ah lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, “Api neraka telah diharamkan membakar setiap orang Syi’ah” sebagaimana tercantum dalam kitab mereka yang dianggap suci “Fashl Khithab (hal.157)”

[4]. Yahudi meyakini bahwa, Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak tahu, begitu juga dengan Syi’ah

[5]. Yahudi berkeyakinan bahwa ucapan “amin” dalam shalat adalah membatalkan shalat. Syi’ah juga beri’tiqod yang sama.

[6]. Yahudi keluar dari shalat tanpa salam, cukup dengan mengangkat tangan dan memukulkan pada lutut. Syi’ah juga mengamalkan hal yang sama.

[7]. Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syi’ah, mereka menghalalkan darah Ahlussunnah.

[Lihat kitab Badzl Al-majhud fi Itsbat musyabahah Ar-Rafidhah lil Yahud, oleh Abdullah Al-Jumaily].

Ahmad bin Yunus (wafat 227 H), salah seorang tokoh ulama Ahlus Sunnah di kufah telah berkata : “Seandainya; seorang Yahudi menyembelih seekor binatang, dan seorang Rafidhi (Syi’ah) menyembelih seekor binatang, niscaya aku hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau memakan sembelihan si Rafidhi karena dia telah murtad dari Islam (namun masih mengaku Islam-red).” [Ash-Sharimul Maslul, hal. 570].

Imam Bukhari berkata : ”Bagiku sama saja, apakah aku sholat dibelakang orang yang berfaham jahmiyyah atau Syi’ah Rafidhah, atau aku sholat dibelakang orang Yahudi atau Nashrani (maksudnya sama-sama tidak boleh). Dan seorang muslim tidak boleh memberi salam kepada mereka, menjenguk mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi, dan memakan sembelihan mereka.”(Khalqu Af’alil ‘Ibad hal:125, karya Imam Bukhari ).

Syakh Islam Ibnu Taimiyah berkata:
"Orang yahudi dan kristen lebih utama dari orang Rafidhah dengan satu sifat (yaitu) :

Orang yahudi jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab :  sahabat-sahabat Musa.

Orang Kristen jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab :  Hawari (sahabat-sahabat) Isa.

Orang rafidhah jika ditanya : siapakah orang yang terburuk di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab :  sahabat-sahabat Muhammad
(Minhaajul Sunnah, oleh syeikhul Islam Ibnu Taimiyah : 1/24).

——————————————————

APA SEGI PERBEDAAN ANTARA SYI’AH RAFIDHAH DENGAN AHLIS SUNNAH ?

Diantaranya adalah…..

1]. Rafidhah mengatakan sesungguhnya Al Quran dirubah (diselewengkan) dan kurang.

Sedangkan kita (Ahli Sunnah) mengatakan : Sesungguhnya Al Quran adalah kalamullah lengkap tanpa ada kekurangan, tidak pernah dan tidak akan dihinggapi oleh penukarbalikan, pengurangan dan perubahan sampai Allah mewariskan bumi ini dan orang-orang yang ada di atasnya (hari Kiamat),

2]. Rafidhah mengatakan sesungguhnya para sahabat Rasulullah terkecuali beberapa orang, telah murtad setelah Rasulullah wafat, dan mereka berbalik 180 derajat, dan mereka mengkhianati amanah dan agama, terutama tiga orang khalifah ; As Shidiq (Abu Bakr), Al Faruq (Umar) dan Dzu Nurain (Utsman), oleh karena itu mereka yang bertiga ini menurut mereka (Rafidhah) adalah termasuk orang yang paling bersangatan kekufuran, kesesatan dan kesalahannya.

Sedangkan kita (Ahlis-Sunnah) mengatakan sesungguhnya para sahabat Rasulullah adalah sebaik-baik manusia setelah para nabi, dan sesungguhnya mereka itu adalah adil (istiqomah) seluruhnya, tidak pernah sengaja berdusta atas nabi mereka, mereka orang-orang yang terpercaya dalam menukilkan berita.

[3]. Rafidhah mengatakan sesungguhnya para imam adalah imam-imam Rafidhah yang dua belas yang ma’shum (terjaga dari dosa), mereka mengetahui hal ghaib, dan mengetahui seluruh ilmu yang dikeluarkan (diajarkan) kepada para malaikat, para nabi dan para rasul, dan sesungguhnya mereka mengetahui ilmu yang terdahulu dan sekarang, dan tidak ada yang tersembunyi bagi mereka sesuatu apapun, dan sesungguhnya mereka mengetahui seluruh bahasa alam semesta, dan sesungguhnya seluruh bumi ini adalah milik mereka.

Sedangkan kita (Ahli Sunnah) mengatakan, sesungguhnya mereka itu adalah manusia biasa seperti manusia-manusia lainnya, tiada perbedaan antara mereka, diantara imam-imam itu adalah ahli fikih, ulama dan khalifah, dan kita tidak menisbahkan kepada mereka apa yang tidak pernah mereka katakan terhadap diri mereka sendiri, bahkan kita berlepas diri darinya dan mereka pun (para imam) berlepas diri dari hal itu.

APA KEYAKINAN ORANG RAFIDHAH PADA HARI ASY-SYURA (10 MUHARRAM) DAN APA KEUTAMAANNYA MENURUT MEREKA ?

Sesungguhnya Rafidhah mengadakan perayaan dan perkumpulan dan ratapan tangis, mereka melakukan demonstrasi di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan umum. Mereka memakai pakaian hitam tanda duka cita dalam memperingati mati syahidnya Husain dengan mengonsentrasikan pada sepuluh hari pertama dari bulan Muharram di setiap tahun, dengan keyakinan sesungguhnya perbuatan itu termasuk dari sebaik-baik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maka mereka memukul-mukul pipi mereka dengan tangan mereka sendiri, memukul-mukul dada dan punggung mereka. Mereka merobek-robek baju sambil menangis dan berteriak-teriak dengan menyeru : wahai Husain, wahai Husain. Terlebih-lebih pada hari ke sepuluh setiap bulan Muharram, bahkan mereka memukul diri mereka sendiri dengan rantai besi dan pedang, seperti yang terjadi di negeri-negeri yang dihuni oleh Rafidhah seperti Iran.

Dan para ulama mereka mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang bodoh ini dimana hal itu menjadi bahan tertawaan semua umat. Sungguh salah seorang dari pembesar mereka yaitu Muhammad Hasan Alu Kasyif al Ghatha, telah ditanya tentang apa yang dilakukan oleh pengikut golongannya seperti memukul dan menampar wajah, dst, ia berkata : Sesungguhnya ini termasuk dari mengagungkan syiar-syiar Allah

APAKAH PERKATAAN PARA IMAM TERDAHULU DAN BELAKANGAN TENTANG RAFIDHAH (SYI’AH) ?

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah telah berkata : "Dan sungguh telah sepakat ahli ilmu dalam bidang naqal, riwayat dan sanad, bahwasanya Rafidhah adalah yang paling pendusta dari kalangan kelompok-kelompok (yang sesat), berbohong terdapat dalam diri mereka sudah sejak lama, oleh karena inilah para imam-imam Islam mentitelkan keistimewaan mereka dengan predikat sering (banyak) berdusta".

Asyhab bin Abdul Aziz telah berkata : Imam Malik telah ditanya tentang Rafidhah, maka beliau menjawab : Janganlah kamu berbicara dengan mereka, dan janganlah mengambil riwayat dari mereka, sesungguhnya mereka itu orang-orang yang berdusta (pembohong).

Dan berkata Imam Malik : orang yang mecaci maki para sahabat Rasulullah, maka ia tidak berhak mendapatkan nama, atau tempat di dalam Islam.

Abu Zur’ah Ar Raazi berkata : "Bila kamu melihat seseorang yang mencaci salah seorang dari para sahabat Rasulullah, maka ketahuilah sesungguhnya dia itu Zindiq"

Al Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr Al Marwazi, ia berkata : Saya telah bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad) tentang orang yang mencaci maki Abu Bakr dan Umar serta Aisyah, maka ia berkata : "Saya tidak memandangnya di dalam Islam (artinya orang yang mencaci itu telah keluar dari Islam-pent)".  (As Sunnah oleh Khalal (3/493). Ini merupakan pernyataan yang jelas dari imam Ahmad dalam menghukum kafir orang Rafidhah)

——————————————————

catatan:

Dan diantara prinsip-prinsip aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah bahwasanya mereka tidak mengkafirkan seorangpun dari kaum muslimin kecuali apabila dia melakukan perbuatan yang membatalkan keislamannya. Adapun perbuatan dosa besar selain syirik yang tidak ada dalil yang menghukumi pelakunya sebagai kafir, maka pelaku (dosa besar tersebut) tidak dihukumi kafir akan tetapi dihukumi fasiq dan imannya tidak sempurna. Apabila dia mati sedang dia belum bertaubat maka dia berada dalam kehendak Allah. Jika Dia berkehendak Dia akan mengampuninya, telah berfirman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa-dosa selainnya bagi siapa yang dikehendakinya …" [An-Nisaa : 48]
 

Ketahuilah bahwasannya mengklaim orang lain dengan kafir, mubtadi’ dan fasik, merupakan hak Allah, oleh karenanya jangan sekali-kali  mengklaim dengan kafir, atau mubtadi’ atau fasik kepada orang yang tidak layak diklaim demikian, walaupun ia telah mengklaim anda dengan kafir, atau mubtadi’ atau fasik. Karena sesungguhnya Ahlis Sunnah tidak membenarkan untuk membalas kezaliman pelaku kesalahan dengan kezaliman. Akan tetapi metode membalas kezaliman dengan kezaliman, merupakan perangai Ahlil bid’ah.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Orang-orang Khowarij selalu mengkafirkan Ahlis Sunnah wal Jama’ah, demikian juga Mu’tazilah, mereka mengkafirkan setiap orang yang bertentangan dengannya, demikian pula halnya Rafidhoh (Syi’ah). Kalaupun mereka tidak mengkafirkan, tapi mereka mengklaim dengan fasik’. Sedangkan Ahlis Sunnah, senantiasa mengikuti kebenaran yang datang dari Tuhan mereka, kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan mereka tidaklah mengkafirkan orang yang menyelisihi mereka dalam kebenaran itu. Akan tetapi mereka adalah orang yang paling tahu tentang kebenaran, dan paling sayang terhadap manusia" [Minhajus Sunnah 5/158]

referensi:

Kitab Diantara Aqidah Syi’ah, Disusun oleh Abdullah bin Muhammad As Salafi, Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Muhammad Elvi Syam, Lc

Risalah Dakwah Al-Hujjah, Edisi Khusus/Rabi’ul Akhir/1424H Islamic Center Al-Hunafa’ Masjid ‘Aisyah Lt II, Jl Soromandi No.1A Lawata - Mataram

www.almanhaj.or.id

www.hakekat.com

www.muslim.or.id

www.abusalma.wordpress.com
————————————————–

( ebook mengenai kesesatan syiah dapat di download di abusalma.wordpress.com )

Majalah Fatawa

Majalah Fatawa

Penerbit: Pustaka at-Turots 
Pemimpin Umum: Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc 
Pemimpin Redaksi: Abu Humaid Arif Syarifudin, Lc. 
Dewan Redaksi: Abu Mush’ab, Abu Sa’ad, MA., Fachruddin, Khairul Wazni, Lc., Mubarok, Abu Harun
(data tahun 2007)

Alamat:
Islamic Centre Bin Baz,
Jl. Wonosari Km 10, Karanggayam,
Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY

Anda bisa mendownload majalah fatawa edisi lama dalam format PDF (ada sekitar 20 edisi) di:
http://www.esnips.com/web/Fatawa

Majalah Fatawa adalah salah satu majalah islam yang bermanhaj salaf yang beredar di Indonesia, terbit sebulan sekali, sekarang harganya mungkin sekitar Rp 8.000,- , bisa dibeli di toko Sarana Hidayah, di sebelah utara kampus UGM, dan juga diberbagai kios yang menjual majalah.

Sebagaimana majalah-majalah islam yang bermanhaj salaf lainnya, salah satu cirinya yaitu tidak ada gambar/foto wajah binatang/manusia di dalamnya. Karena menggambar makhluk hidup dianggap haram, dan foto makhluk hidup dianggap sama dengan gambar, jadi hukumnya juga haram. Hal ini sebagaimana fatwa para ulama semisal Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i Al Yamani, dll.

Berikut ini contoh daftar isi majalah fatawa pada bulan april 2007:

AKHLAK
10 Simpatik dengan Akhlak Menawan
AKIDAH
12 Dosa Syirik Kepada Allah
14 Dua Macam Nadzar
16 Dukun pun Ditipu Setan
TAFSIR
18 Islam Bersama Pedang?
ARKANUL ISLAM
22 Fikih Berwudhu
MANHAJ
24 Berkenalan dengan Manhaj al-Salaf al-Shalih
KHUTBAH JUMAT
28 Sesungguhnya Ridha Tiga Hal untuk Kalian
33 Menuai Buah Shalat
SELINGAN
37 Buku-Buku yang Sebaiknya Dibaca
SIYASAH
39 Kini Kaum Muslimin Terhina
MUAMALAH
41 Mengemas Suap Jadi Hadiah
SAPA PEMBACA
MUAMALAH
44 Etika Suami Istri
MUFTI KITA
46 Ubai bin Ka’ab
KONSULTASI AGAMA
49 Meragukan Kekafiran Orang Kafir
QOUL 4 IMAM
52 Darah Suci Darah Najis
53 Mengusap Wajah Setelah Shalat
KESEHATAN & PENGOBATAN
55 Segarnya Acar Madu
56 Resep Madu Obat
CELAH LELAKI
58 Onani atau Menikah?
NUANSA WANITA
59 Menjadi Wanita Surga
RUMAH TANGGAKU
62 Keguguran Kandungan, Libur Shalat atau Tidak?
63 Haramkah Wanita Bermobil?

(angka-angka diatas adalah nomer halaman)

Kode Etik Pergaulan Dengan Non Muslim ( Perlakuan islam terhadap orang non-islam (kristen, dll)), sikap islam terhadap kristen

Kode Etik Pergaulan Dengan Non Muslim ( Perlakuan islam terhadap orang non-islam (kristen, dll)), sikap islam terhadap kristen
 

Tulisan di bawah ini merupakan butir-butir penjelasan dari Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid tentang kode etik dan adab berinterkasi dengan non muslim. Kami memandang perlu untuk menerbitkannnya karena masih ada sebagian kaum muslimin yang terlalu “longgar” dalam bergaul dengan non muslim hingga melampaui batas-batas syara’ dan sebaliknya ada yang terlalu “ketat” hingga bersikap zhalim terhadap mereka. Padahal Islam mengajarkan sikap pertengahan dan adil. Berikut ini penjelasan beliau :

Al-Hamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, (prinsip-prinsip yang harus dipegang dalam berinteraksi dengan non muslim) adalah:

1. Islam adalah agama rahmat dan agama keadilan.

2. Kaum muslimin diperintahkan untuk mendakwahi kalangan non muslimin dengan cara yang bijaksana, melalui nasihat dan diskusi dengan cara yang terbaik. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Janganlah engkau berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang terbaik, kecuali orang-orang yang zhalim di antara mereka.."

3. Agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imrân : 85)

4. Kaum muslimin harus memberi kesempatan kepada orang-orang non muslim untuk mendengar firman Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Dan jika seseorang dari orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui" (at-Taubah: 6)

5. Kaum muslimin harus membedakan antara masing-masing non muslim dalam pergaulan; yaitu membiarkan mereka yang bersikap membiarkan kaum muslimin (tidak memerangi), memerangi mereka yang memerangi, dan menghadapi yang sengaja menghalangi tersebarnya dakwah Islam di muka bumi.

6. Sikap kaum muslimin terhadap non muslim dalam soal cinta kasih dan kebencian hati, didasari oleh sikap mereka terhadap Allah subhanahu wata’ala. Karena orang-orang non muslim itu tidak beriman kepada Allah subhanahu wata’ala dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, menyimpang dari agama Allah subhanahu wata’ala dan membenci kebenaran (Islam), maka kaum muslimin juga harus membenci mereka.

7. Kebencian hati bukan berarti bersikap menzhalimi, dalam kondisi apapun. Karena Allah subhanahu wata’ala berfirman kepada Nabi-Nya shallahu ‘alaihi wasallam tentang sikap yang wajib terhadap Ahli Kitab,
"(Dan katakanlah), “Aku diperintahkan untuk berbuat adil di antara kalian; Allah adalah Rabb kami dan Rabb kalian, bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian." (asy-Syûra : 15)

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang Muslim, sementara mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nashrani.

8. Kaum muslimin harus berkeyakinan, bahwa dalam kondisi bagaimana pun, seorang muslim tidak boleh bersikap zhalim terhadap non muslim. Sehingga tidak boleh menganiaya mereka, menakut-nakuti (menteror) mereka, menggertak (mengintimidasi) mereka, mencuri harta mereka, mencopetnya, tidak boleh bersikap curang terhadap hak mereka, atau mengkhianati amanah mereka, tidak boleh tidak membayar upah mereka, membayar kepada mereka harga barang jualan mereka kalau kita membelinya dari mereka, dan membagi keuntungan dalam usaha patungan dengan mereka.

Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya,
"Dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu.Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu.Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali". (asy-Syûra : 15)

9. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa seorang muslim harus menghormati perjanjian yang dilakukan antara dirinya dengan orang non muslim. Kalau ia sudah setuju dengan persyaratan yang mereka ajukan, misalnya untuk masuk negri mereka dengan visa, dan ia sudah berjanji untuk menaati perjanjian tersebut, maka ia tidak boleh merusaknya, tidak boleh berkhianat atau memanipulasi, membunuh atau melakukan perbuatan merusak lainnya. Demikian seterusnya.

10. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa kalangan non muslim yang memerangi mereka, mengusir mereka dari negeri mereka dan menolong orang-orang itu memerangi kaum muslimin, boleh dibalas untuk diperangi.

11. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa seorang muslim boleh berbuat baik kepada orang non muslim dalam kondisi damai, baik dengan bantuan finansial, memberi makan kepada mereka yang kelaparan, memberi pinjaman bagi mereka yang membutuhkan, menolong mereka dalam perkara-perkara yang mubah (boleh), berlemah-lembut dalam tutur kata, membalas ucapan selamat mereka (yang tidak terkait dengan akidah, seperti selamat belajar, selamat menikmati hidangan dll), dan lain sebagainya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negrimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8)

12. Kaum muslimin hendaknya tidak menahan diri untuk bekerjasama dengan kalangan non muslim dalam melaksanakan berbagai kebajikan, memberantas kebatilan, menolong orang yang dizhalimi, memberantas segala bahaya terhadap kemanusiaan seperti perang melawan sampah, menjaga keamanan lingkungan, memperoleh barang bukti dan memberantas penyakit-penyakit menular, dan lain-lainnya.

13. Kaum muslimin harus meyakini bahwa ada perbedaan antara muslim dengan non muslim dalam beberapa ketentuan hukum, seperti warisan, pernikahan, perwalian dalam nikah, masuk kota Mekkah dan lain-lain. Semua hukum tersebut dijelaskan dalam buku-buku fikih Islam. Kesemuanya itu didasari oleh perintah-perintah dari Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga tidak mungkin disamaratakan antara orang yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala semata, dan tidak menyekutukan Allah subhanahu wata’ala dengan segala sesuatu, dengan orang yang kafir kepada Allah saja, dan dengan orang yang kafir kepada Allah subhanahu wata’ala dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, lalu berpaling dari agama Allah subhanahu wata’ala yang benar.

14. Kaum muslimin diperintahkan untuk berdakwah mengajak ke jalan Allah subhanahu wata’ala di seluruh negri-negri Islam dan di negeri-negeri lain. Mereka harus menyampaikan kebenaran kepada semua orang, mendirikan masjid-masjid di berbagai penjuru dunia, dan mengirimkan para da’i ke tengah masyarakat non muslim, serta mengajak berdialog dengan para pemimpin mereka untuk masuk ke dalam agama Allah subhanahu wata’ala.

15. Kaum muslimin harus berkeyakinan bahwa kalangan non muslim, baik yang beragama samawi atau non samawi adalah sama-sama tidak benar. Oleh sebab itu, kaum muslimin tidak boleh mengizinkan mereka untuk menyebarkan para misionaris mereka, atau membangun tempat ibadah mereka di lingkungan kaum muslimin. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Maka apakah orang yang beriman sama seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama". (as-Sajdah:18)

Barangsiapa yang mengira bahwa Islam itu sama saja dengan agama-agama lain, maka ia keliru besar. Para ulama membuka pintu dialog dengan kalangan non muslim. Mereka juga memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pandangan dengan orang-orang kafir, serta bersedia menjelaskan kebenaran kepada mereka. Sebagai penutup, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (Ali ‘Imrân: 64)

Demikian juga firman Allah subhanahu wata’ala,
"Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka." (Ali ‘Imrân:110).

Sumber: Soal-jawab Keislaman, www.islam-qa.com dengan beberapa penambahan dan penyesuaian bahasa.

www.alsofwah.or.id

Kisah Fiksi Tiga Orang Yang Masuk Kristen

Kisah Fiksi Tiga Orang Yang Masuk Kristen

Ada cerita yang menarik tentang tiga orang manusia yang masuk agama Kristen. Sebagian dari pendeta Kristen kemudian menga-jarkan doktrin-doktrin penting kepada tiga orang itu. Terutama sekali doktrin tentang Trinitas yang merupakan doktrin terpenting agama Kristen. Selang beberapa waktu datang orang yang dipertuan oleh pendeta itu. Orang itu bertanya kepada pendeta tentang ketiga orang yang baru masuk agama itu. Kata pendeta itu,

“Tiga orang manusia telah masuk agama Kristen.”,
Lalu orang yang dipertuan itu bertanya kepada sang pendeta,

“apakah kamu mengajarkan sesuatu pada ketiga orang ini?”
“Ya” Jawab pendeta,

Lalu dipanggilnya ketiga orang itu satu persatu untuk diuji oleh sang tuan.

Orang pertama dipanggil dan ditanya tentang teologi Trinitas, maka orang pertama menjawab :

“Anda telah mengajari saya bahwa Tuhan ada tiga. Tuhan pertama yang ada di langit, Tuhan kedua yang dilahirkan dari perut Maria si perawan itu, dan Tuhan ketiga yang turun dalam bentuk burung merpati kepada Tuhan kedua setelah Tuhan kedua berusia tiga puluh tahun.” Mendengar jawaban itu, maka pendeta itu marah dan mengusir orang itu.

Kemudian dipanggilnya orang kedua dan ditanyakan kepadanya tentang Trinitas. Maka orang kedua itu berkata :

“Anda telah mengajar saya bahwa Tuhan itu ada tiga. Dari tiga Tuhan itu satu telah mati disalib dan tinggal dua Tuhan.” Mendengar kata-kata itu pendeta itupun marah dan mengusirnya.

Kemudian dipanggillah orang ketiga dan orang yang ketiga ini nampaknya lebih cerdas daripada kedua orang yang sebelumnya. Lalu orang tersebut ditanya tentang Trinitas, maka ia menjawab :

“Wahai tuan, saya hafal betul apa-apa yang dikatakan tuan, dan saya paham betul keutamaan Tuhan Yesus.

Saya tahu bahwa satu adalah tiga dan tiga adalah satu. Saya juga tahu bahwa satu dari tiga Tuhan itu mati disalib. Dengan matinya Dia, maka Tuhan yang lainnya pun mati karena persekutuan mereka. Dan demikian sampai sekarang tidak ada Tuhan, sebab kalau masih dipandang ada Tuhan, maka konsep penyatuan Trinitas tidak ada.”

Para sarjana Kristen kebingungan dalam menyikapi teologi Trinitas, mereka meyakini teologi Trinitas meski mereka sendiri sesungguhnya tidak memahami teologi ini. Bukti ketidak-pahaman mereka terhadap teologi ini dapat dilihat dari ketidak mampuan mereka dalam memberikan klarifikasi serta aplikasi teologi itu.

Kontrasepsi dan KB (keluarga berencana) dalam pandangan islam (membatasi jumlah anak bertentangan dengan ajaran islam)

Kontrasepsi dan KB (keluarga berencana) dalam pandangan islam (membatasi jumlah anak bertentangan dengan ajaran islam)

Seyogyanya bagi kaum muslimin untuk memperbanyak keturunan sebanyak mungkin, karena hal itu adalah perkara yang diarahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya.

"Artinya : Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat" [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud 1/320, Nasa’i 2/71, Ibnu Hibban no. 1229, Hakim 2/162, Baihaqi 781, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 3/61-62]

Dan karena banyaknya anak menyebabkan (cepat bertambahnya) banyaknya umat, dan banyaknya umat merupakan salah satu sebab kemuliaan umat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menyebutkan nikmat-Nya kepada Bani Israil.

" Dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar" [Al-Isra’ : 6]

"Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu" [Al-A’raf : 86]

Dan tidak ada seorangpun mengingkari bahwa banyaknya umat merupakan sebab kemuliaan dan kekuatan suatu umat, tidak sebagaimana anggapan orang-orang yang memiliki prasangka yang jelek yang menganggap bahwa banyaknya umat merupakan sebab kemiskinan dan kelaparan.

Jika suatu umat jumlahnya banyak dan mereka bersandar dan beriman dengan janji Allah dan firman-Nya:
"Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya" [Hud : 6]
Maka Allah pasti akan mempermudah umat tersebut dan mencukupi rezeki umat tersebut dengan karunia-Nya.

Jika seseorang membatasi jumlah anak dengan jumlah tertentu (misalnya hanya 2 anak), kemudian mungkin saja seluruhnya mati dalam jangka waktu satu tahun (misalnya karena kecelakaan), maka orang tersebut tidak lagi memiliki anak dan keturunan yang tersisa. Maka sebaiknya kaum muslimin memiliki anak sebanyak-banyaknya agar kalau sebagian anaknya mati dia tidak akan merana atau kesepian karena masih banyak anaknya yang masih hidup. Manfaat lain dari memiliki banyak anak adalah memperkuat semangat jihad umat islam. Misalnya ada orang tua yang hanya memiliki satu anak pria, mungkin dia tidak akan mengijinkan anaknya berjihad di medan perang karena takut anaknya yang cuma satu itu mati dalam perang (apalagi jika belum punya cucu sehingga keturunannya akan terputus). Jika para orang tua memiliki banyak anak maka mereka tidak akan segan-segan mengirimkan anaknya ke medan perang untuk berjuang di jalan Allah, karena kalaupun anaknya itu mati dalam perang dia masih memiliki banyak anak yang lain.

Para ulama telah menegaskan bahwa memutuskan keturunan sama sekali adalah haram, karena hal tersebut bertentangan dengan maksud Nabi mensyari’atkan pernikahan kepada umatnya, dan hal tersebut merupakan salah satu sebab kehinaan kaum muslimin. Karena jika kaum muslimin berjumlah banyak, maka  akan menimbulkan kemuliaan dan kewibawaaan. Karena jumlah umat yang banyak merupakan salah satu nikmat Allah seperti kepada Bani Israil.

Karena umat itu membutuhkan jumlah yang banyak, sehingga mereka beribadah kepada Allah, berjihad di jalan-Nya, melindungi kaum muslimin -dengan ijin Allah-, dan Allah akan menjaga mereka dari tipu daya musuh-musuh mereka.

Kenyataanpun menguatkan pernyataan di atas, karena umat yang banyak tidak membutuhkan umat yang lain, serta memiliki kekuasaan dan kehebatan di depan musuh-musuhnya. Maka seseorang tidak boleh melakukan sebab/usaha yang memutuskan keturunan sama sekali. Allahumma, kecuali dikarenakan darurat, seperti :

[a] Seorang Ibu jika hamil dikhawatirkan akan binasa atau meninggal dunia, maka dalam keadaan seperti inilah yang disebut darurat, dan tidak mengapa jika si wanita melakukan usaha untuk mencegah keturunan. Inilah dia udzur yang membolehkan mencegah keturunan.

[b] Juga seperti wanita tertimpa penyakit di rahimnya, dan ditakutkan penyakitnya akan menjalar sehingga akan menyebabkan kematian, sehingga rahimnya harus diangkat, maka tidak mengapa.

[c] Sebab-sebab lain yang diijinkan oleh Allah

sumber:
[Fatawa Syaikh ibnu Utsaimin Juz 2 hal. 764 dinukil dari Fatawa Li’umumil Ummah]
[Fatawa Mar’ah Muslimah Juz 2 hal. 978, Maktabah Aadh-Waus Salaf, cet ke 2. 1416H]
[Disalin ulang dari Majalah As-Sunnah edisi 01/Tahun V/2001M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl Solo Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo, Solo 57183]
( www.almanhaj.or.id )

——————————————————————————-

TEORI KONSPIRASI (conspiracy theory)

Negara-negara barat yang kafir takut dengan jumlah umat islam yang banyak, oleh karena itu mereka menggalakkan program KB di negara-negara islam agar jumlah umat islam tidak bertambah banyak. Mereka membungkus program KB dengan slogan-slogan yang manis dan indah sehingga umat islam tidak sadar jika sedang dibodohi. Pertambahan penduduk indonesia dalam 20 tahun terakhir sangat lambat seiring suksesnya program KB. Saat ini jumlah penduduk indonesia sekitar 222 juta. Jika tidak ada program KB mungkin saat ini penduduk Indonesia mencapai 310 juta (melebihi jumlah penduduk Amerika Serikat). Pada tahun 1970an pertambahan penduduk indonesia sekitar 2,34% pertahun, namun saat ini hanya sekitar 1,1% pertahun karena berhasilnya program KB (dan tentunya dengan takdir Allah).

Negara Libya yang dipimpin Moammar Khadafi terkenal sangat berani memusuhi Amerika. Tapi sayang, Libya bukan tandingan Amerika karena penduduk Libya hanya sekitar 10 juta jiwa (hanya 1/30 dari jumlah penduduk Amerika). Jumlah penduduk yang sedikit membuat militernya juga lemah. Dulu China yang komunis adalah negara miskin, tapi jarang ada negara lain yang berani macam-macam dengannya karena penduduk China yang terbanyak di dunia sehingga secara militer sulit dikalahkan.

Agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat, sebaiknya program KB dihapuskan agar jumlah penduduk bertambah dengan cepat sehingga kita menjadi bangsa yang besar dan bisa mengalahkan Amerika dan negara-negara kafir lainnya. Rejeki di tangan Allah, kita tidak perlu takut miskin karena banyak anak, yang perlu kita lakukan adalah berusaha, bekerja, berdoa, dan bertawakal kepada Allah.

——————————-

DAMPAK NEGATIF PROGRAM KB

1. Melemahkan semangat jihad

Para orang tua akan merasa berat melepas anaknya ke medan perang, karena jika anaknya mati maka penerus keluarganya akan pupus (apalagi jika anaknya hanya 1). Para orang tua juga membutuhkan anak untuk merawatnya di hari tua, jika anaknya pergi ke medan perang siapa yang akan merawatnya. Para anak juga merasa berat pergi berjihad karena nanti tidak ada yang merawat orang tuanya. Jika orang tuanya memiliki 10 anak maka tidak masalah jika sebagian anaknya pergi berjihad.

2. Melemahkan militer umat islam

Sumber daya manusia yang penting bagi militer adalah para pemuda dalam jumlah banyak sehingga mati satu tumbuh seribu. Jika jumlah pemuda sedikit maka segi militer juga lemah. Jika jumlah pemuda islam banyak walaupun gugur sejuta di medan perang kita masih punya puluhan juta pemuda yang siap mengganti posisi mereka di medan tempur.

3. Dan lain-lain

———————————-

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Aku
diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi
bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad
sebagian utusan Allah, kemudian menegakkan sholat, dan membayar
zakat. jika mereka melakukan semuanya maka darah dan harta mereka
terlindungi kecuali karena suatu hak dalam Islam, serta hisab mereka
disisi Allah". (Lihat: ash-Shahihah No. 409)

Jihad merupakan tulang punggung dan kubah Islam. Kedudukan orang-orang yang berjihad amatlah tinggi di surga, begitu juga di dunia. Mereka mulia di dunia dan di akhirat. Rasulullah adalah orang yang paling tinggi derajatnya dalam jihad. Beliau telah berjihad dalam segala bentuk dan macamnya. Beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad, baik dengan hati, dakwah, keterangan (ilmu), pedang dan senjata.  Waktu beliau banyak digunakan untuk berjihad dengan hati, lisan dan tangan beliau. Oleh karena itulah, beliau amat harum namanya (di sisi manusia) dan paling mulia di sisi Allah.

Islam berkembang pesat melalui peperangan (jihad). Negara-negara yang dikuasai islam lewat perang yaitu Iraq, Syiria, Iran, Afghan, Mesir, Afrika Utara, Spanyol, Konstantinopel, Yunani, dan lain-lain. Ketika umat islam berhenti berjihad nampaknya hanya sedikit wilayah baru yang dikuasai umat islam.

Wilayah-wilayah yang dahulu dikuasai negara islam tetapi sekarang dikuasai orang kafir yaitu: Spanyol, Portugis, Yunani, Yugoslavia, Bulgaria, Rumania, Hongaria, sebagian India (dulu New Delhi adalah wilayah islam), Filipina, Vietnam, Thailand selatan, sebagian Rusia (rusia selatan), sebagian China (china barat), sebagian Italia (sicilia), dll.

“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara inah, dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi, ridha dengan persawahan, serta kalian meninggalkan jihad, Alloh akan menimpakan kehinaan kepada kalian, tidak akan dicabut kehinaan itu hingga kalian kembali kepada agama kalian” (Riwayat Abu Dawud dan yang lainnya dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, jilid I hal.42 No.11)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi [Al–Qashash : 77]

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS. ash-Shaff (LXI) : 4)

sumber:
www.almanhaj.or.id
www.pakdenono.com
dll

KAFIR TANPA SADAR (barangsiapa rela dengan sekulerisme dan membenci penegakan syariat/hukum islam di negara ini maka dia kafir)

KAFIR TANPA SADAR (barangsiapa rela dengan sekulerisme dan membenci penegakan syariat/hukum islam di negara ini maka dia kafir)

Disebut kafir bagi orang yang berkeyakinan bahwa aturan-aturan dan perundang-undangan yang diciptakan manusia lebih utama dari pada syariat Islam, atau bahwa syariat Islam tidak tepat untuk diterapkan pada abad ke dua puluh ini, atau berkeyakinan bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin, atau berkeyakinan bahwa Islam itu terbatas dalam mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya saja, dan tidak mengatur urusan kehidupan yang lain.

Juga orang yang berpendapat bahwa melaksanakan hukum Allah Ta’ala dan memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina ( muhsan) yang telah kawin tidak sesuai lagi di masa kini.

Demikian juga orang yang berkeyakinan diperbolehkannya pengetrapan hukum selain hukum Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam segi mu’amalat syar’iyyah, seperti dalam perdagangan, sewa menyewa, pinjam meminjam, dan lain sebagainya, atau dalam menentukan hukum pidana, atau lain-lainnya, sekalipun tidak disertai dangan keyakinan bahwa hukum- hukum tersebut lebih utama dari pada syariat Islam.

Karena dengan demikian ia telah menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , menurut kesepakatan para ulama’.sedangkan setiap orang yang telah menghalalkan apa yang sudah jelas dan tegas diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam agama, seperti zina, minum arak, riba dan penggunaan perundang- undangan selain Syariat Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka ia adalah kafir, menurut kesepakatan para umat Islam.

Kami mohon kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) agar memberi taufiq kepada kita semua untuk setiap hal yang di ridhai Nya, dan memberi petunjuk kepada kita dan kepada seluruh umat Islam jalannya yang lurus. Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Maha Mendengar dan maha Dekat. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), kepada para keluarga dan para shahabat beliau.

(Dinukil dari kitab نواقض الإسلام oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, edisi Indonesia Hal-hal yang membatalkan Keislaman)
 
www.islam-download.net






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham